Rabu, 12 Desember 2018 | 20:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG minta maaf belum bisa deteksi kapan akan terjadi gempa

Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:51 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J2TiUq
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J2TiUq

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena masih belum bisa mendeteksi kapan akan terjadinya gempabumi.

Kepada Elshinta, Kamis (11/10) pagi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, khusus untuk kejadian gempabumi sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memberikan informasi kapan akan terjadinya gempa. Tetapi jika akan terjadi tsunami, BMKG bisa memberikan peringatan dini.

"Yang bisa dilakukan oleh BMKG terkait adanya gempa adalah memberikan informasi dan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat bahwa di daerah Indonesia ini merupakan zona-zona yang rentan dengan gempa bumi sehingga diperlukan langkah-langkah mitigasi baik untuk kondisi bangunan, tata ruang, dan kondisi kita dalam hal selamatkan diri," paparnya. 

Sejauh ini, lanjut Dwikorita, meskipun BMKG telah bekerjasama dengan Jepang, baik Jepang maupun BMKG masih belum bisa untuk mendeteksi kapan akan terjadinya gempa.

"BMKG paling lama lima menit setelah kejadian gempa baru bisa memberikan peringatan dini apakah akan terjadi tsunami atau tidak," jelasnya. 

"Jadi peringatan dininya tsunami," tandas Dwikorita.

Bahkan jika berada di pantai dan guncangan sangat kuat, Dwikorita mengatakan, gempa tersebut bisa dikatakan sebagai peringatan dini bahwa akan terjadi tsunami, sehingga diminta untuk segera menghindar menjauh dari pantai. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena masih belum bisa mendeteksi kapan akan terjadinya gempabumi.

Kepada Elshinta, Kamis (11/10) pagi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, khusus untuk kejadian gempabumi sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memberikan informasi kapan akan terjadinya gempa. Tetapi jika akan terjadi tsunami, BMKG bisa memberikan peringatan dini.

"Yang bisa dilakukan oleh BMKG terkait adanya gempa adalah memberikan informasi dan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat bahwa di daerah Indonesia ini merupakan zona-zona yang rentan dengan gempa bumi sehingga diperlukan langkah-langkah mitigasi baik untuk kondisi bangunan, tata ruang, dan kondisi kita dalam hal selamatkan diri," paparnya. 

Sejauh ini, lanjut Dwikorita, meskipun BMKG telah bekerjasama dengan Jepang, baik Jepang maupun BMKG masih belum bisa untuk mendeteksi kapan akan terjadinya gempa.

"BMKG paling lama lima menit setelah kejadian gempa baru bisa memberikan peringatan dini apakah akan terjadi tsunami atau tidak," jelasnya. 

"Jadi peringatan dininya tsunami," tandas Dwikorita.

Bahkan jika berada di pantai dan guncangan sangat kuat, Dwikorita mengatakan, gempa tersebut bisa dikatakan sebagai peringatan dini bahwa akan terjadi tsunami, sehingga diminta untuk segera menghindar menjauh dari pantai. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com