Jumat, 19 Oktober 2018 | 00:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BMKG minta maaf belum bisa deteksi kapan akan terjadi gempa

Kamis, 11 Oktober 2018 - 11:51 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J2TiUq
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2J2TiUq

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena masih belum bisa mendeteksi kapan akan terjadinya gempabumi.

Kepada Elshinta, Kamis (11/10) pagi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, khusus untuk kejadian gempabumi sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memberikan informasi kapan akan terjadinya gempa. Tetapi jika akan terjadi tsunami, BMKG bisa memberikan peringatan dini.

"Yang bisa dilakukan oleh BMKG terkait adanya gempa adalah memberikan informasi dan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat bahwa di daerah Indonesia ini merupakan zona-zona yang rentan dengan gempa bumi sehingga diperlukan langkah-langkah mitigasi baik untuk kondisi bangunan, tata ruang, dan kondisi kita dalam hal selamatkan diri," paparnya. 

Sejauh ini, lanjut Dwikorita, meskipun BMKG telah bekerjasama dengan Jepang, baik Jepang maupun BMKG masih belum bisa untuk mendeteksi kapan akan terjadinya gempa.

"BMKG paling lama lima menit setelah kejadian gempa baru bisa memberikan peringatan dini apakah akan terjadi tsunami atau tidak," jelasnya. 

"Jadi peringatan dininya tsunami," tandas Dwikorita.

Bahkan jika berada di pantai dan guncangan sangat kuat, Dwikorita mengatakan, gempa tersebut bisa dikatakan sebagai peringatan dini bahwa akan terjadi tsunami, sehingga diminta untuk segera menghindar menjauh dari pantai. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 Oktober 2018 - 21:59 WIB

LPSK imbau seluruh pihak lawan serangan terhadap ahli

Lingkungan | 18 Oktober 2018 - 21:48 WIB

TMMD, Warga beri lahan, TNI buat jalan

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 21:36 WIB

Naikan branding, Pemkab Kudus optimalkan Tim Jaring Pukat

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Warga temukan ratusan peluru di tempat pembuangan sampah

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena masih belum bisa mendeteksi kapan akan terjadinya gempabumi.

Kepada Elshinta, Kamis (11/10) pagi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, khusus untuk kejadian gempabumi sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memberikan informasi kapan akan terjadinya gempa. Tetapi jika akan terjadi tsunami, BMKG bisa memberikan peringatan dini.

"Yang bisa dilakukan oleh BMKG terkait adanya gempa adalah memberikan informasi dan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat bahwa di daerah Indonesia ini merupakan zona-zona yang rentan dengan gempa bumi sehingga diperlukan langkah-langkah mitigasi baik untuk kondisi bangunan, tata ruang, dan kondisi kita dalam hal selamatkan diri," paparnya. 

Sejauh ini, lanjut Dwikorita, meskipun BMKG telah bekerjasama dengan Jepang, baik Jepang maupun BMKG masih belum bisa untuk mendeteksi kapan akan terjadinya gempa.

"BMKG paling lama lima menit setelah kejadian gempa baru bisa memberikan peringatan dini apakah akan terjadi tsunami atau tidak," jelasnya. 

"Jadi peringatan dininya tsunami," tandas Dwikorita.

Bahkan jika berada di pantai dan guncangan sangat kuat, Dwikorita mengatakan, gempa tersebut bisa dikatakan sebagai peringatan dini bahwa akan terjadi tsunami, sehingga diminta untuk segera menghindar menjauh dari pantai. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com