Senin, 22 Oktober 2018 | 22:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Konstruksi bangunan berpengaruh pada besar kecilnya kerusakan akibat gempa

Kamis, 11 Oktober 2018 - 12:21 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OgpTxA
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OgpTxA

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, selain kondisi batuan tempat bertumpunya bangunan dan berapa besarnya magnitudo gempabumi yang terjadi, konstruksi bangunan juga sangat berpengaruh terhadap ketahanan bangunan terhadap gempa.

Kepada Elshinta, Kamis (11/10) pagi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, konstruksi bangunan sangat berpengaruh jika terjadi gempabumi. Jika dengan guncangan gempa yang berskala kecil bangunan mengalami kerusakan, itu artinya konstruksi bangunan tersebut kurang baik.

Di daerah Sumenep, Madura, Jawa Timur, guncangan gempa yang mencapai 6 MMI mengakibatkan sejumlah bangunan runtuh. 

Dwikorta menyebut, jika ada guncangan yang mengguncang 4-5 MMI biasanya hanya dapat menyebabkan benda-benda berderik ataupun terjatuh dan pecah. Tetapi jika guncangan 4-5 MMI mengakibatkan kerusakan bangunan, itu artinya konstruksi bangunan tersebut tidak baik.

"Kalau sudah mencapai 4-5 MMI itu mengakibatkan benda-benda terjatuh dan pecah, kemudian barang-barang di dalam rumah bergoyang," kata Dwikorita.

"Sebenarnya kerusakan yang bisa mengakibatkan bangunan rumah menjadi runtuh hanya bisa disebabkan dengan guncangan yang mencapai 6 MMI," imbuhnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, selain kondisi batuan tempat bertumpunya bangunan dan berapa besarnya magnitudo gempabumi yang terjadi, konstruksi bangunan juga sangat berpengaruh terhadap ketahanan bangunan terhadap gempa.

Kepada Elshinta, Kamis (11/10) pagi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, konstruksi bangunan sangat berpengaruh jika terjadi gempabumi. Jika dengan guncangan gempa yang berskala kecil bangunan mengalami kerusakan, itu artinya konstruksi bangunan tersebut kurang baik.

Di daerah Sumenep, Madura, Jawa Timur, guncangan gempa yang mencapai 6 MMI mengakibatkan sejumlah bangunan runtuh. 

Dwikorta menyebut, jika ada guncangan yang mengguncang 4-5 MMI biasanya hanya dapat menyebabkan benda-benda berderik ataupun terjatuh dan pecah. Tetapi jika guncangan 4-5 MMI mengakibatkan kerusakan bangunan, itu artinya konstruksi bangunan tersebut tidak baik.

"Kalau sudah mencapai 4-5 MMI itu mengakibatkan benda-benda terjatuh dan pecah, kemudian barang-barang di dalam rumah bergoyang," kata Dwikorita.

"Sebenarnya kerusakan yang bisa mengakibatkan bangunan rumah menjadi runtuh hanya bisa disebabkan dengan guncangan yang mencapai 6 MMI," imbuhnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com