Senin, 10 Desember 2018 | 17:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Mendagri minta camat petakan wilayah yang rawan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:55 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2FWg2ov
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2FWg2ov

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo minta kepada camat untuk memetakan wilayahnya termasuk yang rawan supaya dapat diketahui potensi dan kondisi yang ada di daerah tersebut.

Hal ini karena camat lebih mengetahui kondisi wilayah sehingga keberadaan daerahnya harus dipetakan, kata Mendagri pada Rapat Koordinasi Nasional Camat di Palembang, Sumsel, Kamis (11/10).

Dia mengatakan, petakan wilayah yang ada seperti rawan longsor, rawan konflik dan lainya di kecamatan tersebut. Bila suatu wilayah diketahui kondisi dan potensi yang ada sehingga cepat mengantisipasi permasalahan yang akan timbul. Menurut dia, apalagi deteksi dini cukup penting supaya dapat mengantisipasi permasalahan yang akan timbul terutama yang tidak diinginkan.Yang jelas bila sudah diketahui kondisi dan potensi wilayah maka pembangunan akan berjalan lancar. 

Mendagri juga minta kepada camat untuk selalu berkoordinasi dengan unsur kecamatan seperti Kapolsek dan Danramil. Itu penting karena koordinasi akan memudahkan dalam mengantisipasi permasalahan yang akan timbul dan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan, ujar dia.

Menurut dia, apalagi Camat, Kapolsek dan Danramil memegang peranan penting dalam menciptakan stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam memacu pembangunan. Rapat koordinasi Nasional Camat tersebut diikuti 700 camat dari wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Dalam Rakornas camat itu juga hadir Sekda Sumsel Nasrun Umar, Wali Kota Palembang Harnojoyo dan pejabat lainnya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo minta kepada camat untuk memetakan wilayahnya termasuk yang rawan supaya dapat diketahui potensi dan kondisi yang ada di daerah tersebut.

Hal ini karena camat lebih mengetahui kondisi wilayah sehingga keberadaan daerahnya harus dipetakan, kata Mendagri pada Rapat Koordinasi Nasional Camat di Palembang, Sumsel, Kamis (11/10).

Dia mengatakan, petakan wilayah yang ada seperti rawan longsor, rawan konflik dan lainya di kecamatan tersebut. Bila suatu wilayah diketahui kondisi dan potensi yang ada sehingga cepat mengantisipasi permasalahan yang akan timbul. Menurut dia, apalagi deteksi dini cukup penting supaya dapat mengantisipasi permasalahan yang akan timbul terutama yang tidak diinginkan.Yang jelas bila sudah diketahui kondisi dan potensi wilayah maka pembangunan akan berjalan lancar. 

Mendagri juga minta kepada camat untuk selalu berkoordinasi dengan unsur kecamatan seperti Kapolsek dan Danramil. Itu penting karena koordinasi akan memudahkan dalam mengantisipasi permasalahan yang akan timbul dan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan, ujar dia.

Menurut dia, apalagi Camat, Kapolsek dan Danramil memegang peranan penting dalam menciptakan stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam memacu pembangunan. Rapat koordinasi Nasional Camat tersebut diikuti 700 camat dari wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Dalam Rakornas camat itu juga hadir Sekda Sumsel Nasrun Umar, Wali Kota Palembang Harnojoyo dan pejabat lainnya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com