Mendagri minta camat petakan wilayah yang rawan
Kamis, 11 Oktober 2018 - 13:55 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sumber foto: https://bit.ly/2FWg2ov

Elshinta.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo minta kepada camat untuk memetakan wilayahnya termasuk yang rawan supaya dapat diketahui potensi dan kondisi yang ada di daerah tersebut.

Hal ini karena camat lebih mengetahui kondisi wilayah sehingga keberadaan daerahnya harus dipetakan, kata Mendagri pada Rapat Koordinasi Nasional Camat di Palembang, Sumsel, Kamis (11/10).

Dia mengatakan, petakan wilayah yang ada seperti rawan longsor, rawan konflik dan lainya di kecamatan tersebut. Bila suatu wilayah diketahui kondisi dan potensi yang ada sehingga cepat mengantisipasi permasalahan yang akan timbul. Menurut dia, apalagi deteksi dini cukup penting supaya dapat mengantisipasi permasalahan yang akan timbul terutama yang tidak diinginkan.Yang jelas bila sudah diketahui kondisi dan potensi wilayah maka pembangunan akan berjalan lancar. 

Mendagri juga minta kepada camat untuk selalu berkoordinasi dengan unsur kecamatan seperti Kapolsek dan Danramil. Itu penting karena koordinasi akan memudahkan dalam mengantisipasi permasalahan yang akan timbul dan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan, ujar dia.

Menurut dia, apalagi Camat, Kapolsek dan Danramil memegang peranan penting dalam menciptakan stabilitas keamanan daerah. Oleh karena itu, melalui rapat koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam memacu pembangunan. Rapat koordinasi Nasional Camat tersebut diikuti 700 camat dari wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Dalam Rakornas camat itu juga hadir Sekda Sumsel Nasrun Umar, Wali Kota Palembang Harnojoyo dan pejabat lainnya, dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 25 April 2019 - 21:54 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa nilar tuka...
Kamis, 25 April 2019 - 21:12 WIB
Elshinta.com - Badan Pemenangan Provinsi (BPP) untuk pasangan calon presiden nomor urut 02...
Kamis, 25 April 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Wartawan atau awak media merupakan mitra strategis dalam penanggulangan ben...
Kamis, 25 April 2019 - 19:31 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui putusannya yang diucapkan di Gedung MK Jak...
Kamis, 25 April 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menambah kapal patroli, guna mengoptimal...
Kamis, 25 April 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy memimpin pel...
Kamis, 25 April 2019 - 17:27 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor Majalengka, Jawa Barat melaksanakan pembinaan rohani dan mental...
Kamis, 25 April 2019 - 17:19 WIB
Elshinta.com - Aliansi Pekerja Buruh Daerah (APBD) Sumatera Utara meminta Presiden RI dan ...
Kamis, 25 April 2019 - 16:55 WIB
Elshinta.com - Sejumlah ormas Islan di Kota Depok mendukung protes Pemkot Depok kepada Komisi P...
Kamis, 25 April 2019 - 16:48 WIB
Elshinta.com - Hingga Kamis (25/4) sore, pukul 16:30:05 WIB, data yang masuk di Sistem Informas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)