Selasa, 18 Desember 2018 | 01:14 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Gempa magnitudo 6,4 Situbondo dirasakan warga Lumajang

Kamis, 11 Oktober 2018 - 14:40 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo . Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo . Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merasakan goncangan gempa dengan kekuatan magnitudo 6,4 dengan lintang 7, 42 LS dan garis bujur 114 ,47 BT dengan kedalaman 10 km, meskipun tidak berdampak tsunami, gempa berpusat di 61 km timur laut Situbondo dan termasuk gempa dangkal imbasnya tidak menyebabkan korban dan kerusakan di Lumajang.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, untuk memastikan akibat gempa tersebut seluruh relawan diminta informasinya dengan laporan yang disampaikan hingga siang ini masih nihil baik dari relawan atau masyarakat. Guna kesiapsiagaan selain ditugaskan memantau dampak gempa juga meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing.

Pihaknya mekankan seluruh relawan dan masyarakat jika ada perkembangan situasi bencana untuk secepatnya melakukan pelaporan ke Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) dalam memudahkan tindakan asesmen. Relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dituntut untuk lebih peka terhadap resiko potensi bencana.

Wawan Hadi selalu mengingatkan kepada masyarakat Lumajang utama yang ada dibentangan garis pesisir sepanjang 72 Km dari Yosowilangun hingga Tempursari, penduduk wilayah tersebut masuk zona rawan dari itu kewaspadaan terus digugah.

Lumajang kerap merasa getaran gempa baik pusatnya ada di perairan Kabupaten Malang, Jember, Trenggalek dan lainnya hal itu supaya bisa dijadikan peningkatan kewaspadaan menghadapi bencana, selain itu diminta masyarakat senantiasa koordinasi dengan pemerintah baik di desa, keluarga, kecamatan dan lainnya untuk menghindari adanya informasi bohong atau hoax. 

"Setiap mendapatkan informasi kebencanaan agar masyarakat menahan untuk menyebarkan dan mengecek kebenarannya informasi bisa langsung melalui Pusdalops BPBD," kata Wawan Hadi kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Masyarakat diminta oleh Wawan Hadi agar tenang setiap ada informasi bencana dan ditekan untuk selalu koordinasi dengan bidang yang bersangkutan, sistem keamanan lingkungan di masing-masing dusun atau lingkungan adalah bentuk kewaspadaan agar terus dihidupkan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Seluruh kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur merasakan goncangan gempa dengan kekuatan magnitudo 6,4 dengan lintang 7, 42 LS dan garis bujur 114 ,47 BT dengan kedalaman 10 km, meskipun tidak berdampak tsunami, gempa berpusat di 61 km timur laut Situbondo dan termasuk gempa dangkal imbasnya tidak menyebabkan korban dan kerusakan di Lumajang.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, untuk memastikan akibat gempa tersebut seluruh relawan diminta informasinya dengan laporan yang disampaikan hingga siang ini masih nihil baik dari relawan atau masyarakat. Guna kesiapsiagaan selain ditugaskan memantau dampak gempa juga meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing.

Pihaknya mekankan seluruh relawan dan masyarakat jika ada perkembangan situasi bencana untuk secepatnya melakukan pelaporan ke Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) dalam memudahkan tindakan asesmen. Relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dituntut untuk lebih peka terhadap resiko potensi bencana.

Wawan Hadi selalu mengingatkan kepada masyarakat Lumajang utama yang ada dibentangan garis pesisir sepanjang 72 Km dari Yosowilangun hingga Tempursari, penduduk wilayah tersebut masuk zona rawan dari itu kewaspadaan terus digugah.

Lumajang kerap merasa getaran gempa baik pusatnya ada di perairan Kabupaten Malang, Jember, Trenggalek dan lainnya hal itu supaya bisa dijadikan peningkatan kewaspadaan menghadapi bencana, selain itu diminta masyarakat senantiasa koordinasi dengan pemerintah baik di desa, keluarga, kecamatan dan lainnya untuk menghindari adanya informasi bohong atau hoax. 

"Setiap mendapatkan informasi kebencanaan agar masyarakat menahan untuk menyebarkan dan mengecek kebenarannya informasi bisa langsung melalui Pusdalops BPBD," kata Wawan Hadi kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.

Masyarakat diminta oleh Wawan Hadi agar tenang setiap ada informasi bencana dan ditekan untuk selalu koordinasi dengan bidang yang bersangkutan, sistem keamanan lingkungan di masing-masing dusun atau lingkungan adalah bentuk kewaspadaan agar terus dihidupkan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com