Minggu, 16 Desember 2018 | 16:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Pencarian korban meninggal Sulteng diperpanjang sehari

Kamis, 11 Oktober 2018 - 17:47 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sumber foto: https://bit.ly/2NhVOIt
Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sumber foto: https://bit.ly/2NhVOIt

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan proses pencarian korban meninggal dunia akibat gempa, tsunami dan likuifaksi Sulawesi Tengah diperpanjang sehari.

"Karena ada beberapa anggota masyarakat yang meminta evakuasi masih dilakukan, maka diperpanjang satu hari," kata Sutopo dalam jumpa pers terkait bencana Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11/10), seperti dikutip Antara.

Sutopo mengatakan proses pencarian korban meninggal dunia akan dihentikan Jumat (12/10) sore. Sebelumnya, proses pencarian korban meninggal direncanakan dihentikan Kamis (11/10).

Hal itu karena prosedur standar operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang mengatur pencarian korban bencana berlangsung selama tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari.

Hingga Jumat (12/10), pencarian dan pertolongan korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah sudah berjalan 14 hari. "Besok pagi tim pencarian dan pertolongan masih akan melakukan pencarian. Jumat sore, pencarian resmi dihentikan," kata Sutopo.

Sutopo mengimbau masyarakat di Sulawesi Tengah tidak melakukan pencarian korban sendiri karena kondisi jenazah yang sudah mulai buruk dan berpeluang menyebabkan penyakit.

Sementara itu, masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah diperpanjang 14 hari terhitung mulai Sabtu (13/10) hingga Jumat (26/10). "Diperlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat dilakukan sehingga masa tanggap darurat bencana perlu diperpanjang," jelas Sutopo.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan proses pencarian korban meninggal dunia akibat gempa, tsunami dan likuifaksi Sulawesi Tengah diperpanjang sehari.

"Karena ada beberapa anggota masyarakat yang meminta evakuasi masih dilakukan, maka diperpanjang satu hari," kata Sutopo dalam jumpa pers terkait bencana Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (11/10), seperti dikutip Antara.

Sutopo mengatakan proses pencarian korban meninggal dunia akan dihentikan Jumat (12/10) sore. Sebelumnya, proses pencarian korban meninggal direncanakan dihentikan Kamis (11/10).

Hal itu karena prosedur standar operasional Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang mengatur pencarian korban bencana berlangsung selama tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari.

Hingga Jumat (12/10), pencarian dan pertolongan korban gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah sudah berjalan 14 hari. "Besok pagi tim pencarian dan pertolongan masih akan melakukan pencarian. Jumat sore, pencarian resmi dihentikan," kata Sutopo.

Sutopo mengimbau masyarakat di Sulawesi Tengah tidak melakukan pencarian korban sendiri karena kondisi jenazah yang sudah mulai buruk dan berpeluang menyebabkan penyakit.

Sementara itu, masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah diperpanjang 14 hari terhitung mulai Sabtu (13/10) hingga Jumat (26/10). "Diperlukan kemudahan akses agar penanganan dapat cepat dilakukan sehingga masa tanggap darurat bencana perlu diperpanjang," jelas Sutopo.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Minggu, 16 Desember 2018 - 14:14 WIB

Satgas deteksi dugaan pungli di salah satu BUMN

Minggu, 16 Desember 2018 - 13:38 WIB

Sembilan orang tewas akibat longsor di Toba Samosir

Minggu, 16 Desember 2018 - 13:25 WIB

Mobil mewah terbakar di ruas Tol Cipularang km 107

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com