Selasa, 18 Desember 2018 | 01:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kasus meninggalnya mahasiswa UMK dihentikan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 20:31 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto:  https://bit.ly/2Dc2DLW
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Dc2DLW

Elshinta.com - Polres Kudus Jawa Tengah menghentikan penyelidikan kasus meninggalnya Kukuh Muhammad Isa (18) mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) saat mengikuti Pra-Diksar Menwa, Jumat (5/10) lalu. Dimana korban meninggal diduga karena kelelahan. Sebab tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Tidak ada unsur kekerasan dan kesengajaan dari panitia kegiatan yang diikuti. Jadi kami tidak melanjutkan penyelidikan," ujar Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Kamis (11/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Kapolres menyatakan korban meninggal diduga karena faktor kelelahan. Hal ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil visum. Sebelumnya, ada dua orang saksi berinisial A dan P yang sudah dimintai keterangan. 

Sementara, kasus meninggalnya mahasiswa semester I Program Studi (Prodi) Teknik Mesin UMK itu, saat mengikuti Pra-Diksar di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus sekitar pukul 22.00 WIB, setelah mengalami pingsan di seputaran jembatan Sungai Gelis, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus, sekitar pukul 17.00 WIB. Calon menwa tersebut meninggal diduga karena Hipotermia. 

Menurutnya dr Abdul Aziz Akhyar salah satu pakar kesehatan, dalam kasus meninggalnya diduga karena penanganan mitigasi korban yang salah. Sehingga, mengakibatkan penyumbatan pada saluran pernapasan. 

"Harusnya dalam melakukan kegiatan lapangan seperti Menwa melibatkan tim kesehatan. Selain juga harus mempunyai pengetahuan terkait mitigasi penanganan korban. Pada orang dewasa tidak mungkin mengalami hipotermia, karena hipotermia itu hanya terjadi pada bayi yang dibuang orang tuanya. Jadi itu kemungkinan salah penanganan saat korban jatuh pingsan," jelas Aziz yang juga direktur RSUD dr Lukmonohadi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Polres Kudus Jawa Tengah menghentikan penyelidikan kasus meninggalnya Kukuh Muhammad Isa (18) mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) saat mengikuti Pra-Diksar Menwa, Jumat (5/10) lalu. Dimana korban meninggal diduga karena kelelahan. Sebab tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Tidak ada unsur kekerasan dan kesengajaan dari panitia kegiatan yang diikuti. Jadi kami tidak melanjutkan penyelidikan," ujar Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Kamis (11/10), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Kapolres menyatakan korban meninggal diduga karena faktor kelelahan. Hal ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil visum. Sebelumnya, ada dua orang saksi berinisial A dan P yang sudah dimintai keterangan. 

Sementara, kasus meninggalnya mahasiswa semester I Program Studi (Prodi) Teknik Mesin UMK itu, saat mengikuti Pra-Diksar di Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus sekitar pukul 22.00 WIB, setelah mengalami pingsan di seputaran jembatan Sungai Gelis, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus, sekitar pukul 17.00 WIB. Calon menwa tersebut meninggal diduga karena Hipotermia. 

Menurutnya dr Abdul Aziz Akhyar salah satu pakar kesehatan, dalam kasus meninggalnya diduga karena penanganan mitigasi korban yang salah. Sehingga, mengakibatkan penyumbatan pada saluran pernapasan. 

"Harusnya dalam melakukan kegiatan lapangan seperti Menwa melibatkan tim kesehatan. Selain juga harus mempunyai pengetahuan terkait mitigasi penanganan korban. Pada orang dewasa tidak mungkin mengalami hipotermia, karena hipotermia itu hanya terjadi pada bayi yang dibuang orang tuanya. Jadi itu kemungkinan salah penanganan saat korban jatuh pingsan," jelas Aziz yang juga direktur RSUD dr Lukmonohadi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com