Rabu, 12 Desember 2018 | 04:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Kerja tanggap darurat Sulteng dilanjutkan hingga 26 Oktober

Kamis, 11 Oktober 2018 - 20:47 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Proses evakuasi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Sumber foto: https://bit.ly/2OLfn0G
Proses evakuasi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Sumber foto: https://bit.ly/2OLfn0G

Elshinta.com - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami selama 14 hari dari 13 sampai 26 Oktober untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan penanganan tanggap darurat dampak gempa. 

"Setelah mendengarkan dan memperhatikan secara seksama seluruh masukan dan saran-saran kementerian, lembaga terkait, bupati dan Wali Kota Palu serta rekomendasi teknis dari Seskretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari," katanya usai rapat komando satuan tugas gabungan-paduan penanganan dampak bencana di Kantor Gubernur di Palu, Kamis (11/10), seperti dikutip Antara.

Dalam pimpinan Panglima Kosatgasgabpad Mayjen TNI Tri Suhandono itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaporkan bahwa pemulihan infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk yang berkenaan dengan rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.

Kementerian mengalokasikan waktu dua minggu lagi untuk melakukan pembersihan puing dan perbaikan infrastruktur.

Sementara Kementerian Sosial menilai pengungsi sampai saat ini masih membutuhkan bantuan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan pemerintahannya masih butuh waktu untuk melanjutkan penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, dan pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi di wilayahnya.

Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal juga menyatakan masih butuh dukungan untuk menangani dampak bencana, termasuk membantu para korban.

Sekretaris Utama BNPB pun sependapat dengan mereka mengenai perlunya perpanjangan masa tanggap darurat.

Gubernur berterima kasih kepada semua pihak yang membantu penanganan tanggap darurat tahap pertama dan berharap semua tetap kompak melanjutkan pekerjaan untuk memulihkan daerah dan warga terdampak bencana.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami selama 14 hari dari 13 sampai 26 Oktober untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan penanganan tanggap darurat dampak gempa. 

"Setelah mendengarkan dan memperhatikan secara seksama seluruh masukan dan saran-saran kementerian, lembaga terkait, bupati dan Wali Kota Palu serta rekomendasi teknis dari Seskretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari," katanya usai rapat komando satuan tugas gabungan-paduan penanganan dampak bencana di Kantor Gubernur di Palu, Kamis (11/10), seperti dikutip Antara.

Dalam pimpinan Panglima Kosatgasgabpad Mayjen TNI Tri Suhandono itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaporkan bahwa pemulihan infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk yang berkenaan dengan rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.

Kementerian mengalokasikan waktu dua minggu lagi untuk melakukan pembersihan puing dan perbaikan infrastruktur.

Sementara Kementerian Sosial menilai pengungsi sampai saat ini masih membutuhkan bantuan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan pemerintahannya masih butuh waktu untuk melanjutkan penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, dan pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi di wilayahnya.

Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal juga menyatakan masih butuh dukungan untuk menangani dampak bencana, termasuk membantu para korban.

Sekretaris Utama BNPB pun sependapat dengan mereka mengenai perlunya perpanjangan masa tanggap darurat.

Gubernur berterima kasih kepada semua pihak yang membantu penanganan tanggap darurat tahap pertama dan berharap semua tetap kompak melanjutkan pekerjaan untuk memulihkan daerah dan warga terdampak bencana.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com