Kerja tanggap darurat Sulteng dilanjutkan hingga 26 Oktober
Kamis, 11 Oktober 2018 - 20:47 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Proses evakuasi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Sumber foto: https://bit.ly/2OLfn0G

Elshinta.com - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami selama 14 hari dari 13 sampai 26 Oktober untuk menuntaskan pekerjaan-pekerjaan penanganan tanggap darurat dampak gempa. 

"Setelah mendengarkan dan memperhatikan secara seksama seluruh masukan dan saran-saran kementerian, lembaga terkait, bupati dan Wali Kota Palu serta rekomendasi teknis dari Seskretaris Utama BNPB, saya menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat selama 14 hari," katanya usai rapat komando satuan tugas gabungan-paduan penanganan dampak bencana di Kantor Gubernur di Palu, Kamis (11/10), seperti dikutip Antara.

Dalam pimpinan Panglima Kosatgasgabpad Mayjen TNI Tri Suhandono itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaporkan bahwa pemulihan infrastruktur masih terus dilaksanakan, termasuk yang berkenaan dengan rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap.

Kementerian mengalokasikan waktu dua minggu lagi untuk melakukan pembersihan puing dan perbaikan infrastruktur.

Sementara Kementerian Sosial menilai pengungsi sampai saat ini masih membutuhkan bantuan, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan dasar.

Bupati Sigi Irwan Lapata mengatakan pemerintahannya masih butuh waktu untuk melanjutkan penanganan pengungsi, distribusi bantuan logistik, dan pembukaan jalan ke tempat yang masih terisolasi di wilayahnya.

Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal juga menyatakan masih butuh dukungan untuk menangani dampak bencana, termasuk membantu para korban.

Sekretaris Utama BNPB pun sependapat dengan mereka mengenai perlunya perpanjangan masa tanggap darurat.

Gubernur berterima kasih kepada semua pihak yang membantu penanganan tanggap darurat tahap pertama dan berharap semua tetap kompak melanjutkan pekerjaan untuk memulihkan daerah dan warga terdampak bencana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 18 Desember 2018 - 10:54 WIB
Elshinta.com - Siklon tropis Kenanga yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk ...
Selasa, 18 Desember 2018 - 05:45 WIB
Elshinta.com - Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 5,0, Selasa (18/12) pagi, pukul 06.29 ...
Senin, 17 Desember 2018 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hasil capaian ...
Senin, 17 Desember 2018 - 09:16 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogya...
Senin, 17 Desember 2018 - 06:47 WIB
Elshinta.com - Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih da...
Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Papua menyatakan gempa ...
Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB
Elshinta.com - Gempa berkekuatan Magnitude (M) 6,1 mengguncang Arso, Kabupaten Keerom, Pap...
Minggu, 16 Desember 2018 - 15:27 WIB
Elshinta.com - Tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga, m...
Minggu, 16 Desember 2018 - 09:55 WIB
Elshinta.com - Gunung Soputan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, ...
Minggu, 16 Desember 2018 - 09:43 WIB
Elshinta.com - Bencana tanah longsor di kawasan perkebunan Gunung Gambir, Desa Gelang, Kab...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)