Rabu, 12 Desember 2018 | 15:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Saat hujan lebat, rumah kontrakan santri Darussalam ludes terbakar

Jumat, 12 Oktober 2018 - 06:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2C8yFXc
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2C8yFXc

Elshinta.com - Sebuah rumah kontrakan yang dihuni belasan santri Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ludes terbakar, Kamis (11/10).

Kepala Desa Antasan Senor Ilir Jamaluddin di Martapura mengatakan, rumah kontrakan atau bedakan yang terbakar terdiri dari 10 pintu dan dihuni oleh santri pondok pesantren terbesar di Kalsel itu. "Kebakaran menimpa rumah yang menjadi kontrakan atau bedakan santri sebanyak 10 pintu dan api berkobar sekitar pukul 13.00 Wita di tengah hujan lebat mengguyur lokasi kebakaran," ujarnya.

Disebutkan, lokasi kebakaran berada di kawasan Antasan Senor Ilir RT 6, RW 3, Kecamatan Martapura Timur yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura itu. Lokasi kebakaran yang merupakan suatu kawasan pemukiman penduduk memang banyak dihuni santri yang menimba ilmu di Ponpes Darussalam sehingga menjadi kawasan cukup padat.

Salah seorang warga bernama Udin mengatakan, kobaran api muncul tiba-tiba di tengah hujan lebat yang mengguyur kawasan setempat sehingga banyak yang kaget atas kejadian tersebut. "Api berkobar saat hujan lebat mengguyur dan banyak masyarakat sekitar kaget karena sama sekali tidak menyangka terjadi kebakaran di tengah hujan lebat. Penghuni juga berlarian saat kejadian," ungkapnya, dikutip Antara.

Dikatakan, kobaran api begitu cepat membesar karena bangunan rumah berkontruksi kayu sehingga mudah terbakar meski pun saat kejadian hujan lebat mengguyur walau pun tidak lama hujannya. "Kasihan santri yang menghuni kontrakan karena tidak sempat menyelamatkan barang berharga sehingga ada yang hanya tinggal baju di badan karena semuanya habis terbakar," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Sebuah rumah kontrakan yang dihuni belasan santri Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ludes terbakar, Kamis (11/10).

Kepala Desa Antasan Senor Ilir Jamaluddin di Martapura mengatakan, rumah kontrakan atau bedakan yang terbakar terdiri dari 10 pintu dan dihuni oleh santri pondok pesantren terbesar di Kalsel itu. "Kebakaran menimpa rumah yang menjadi kontrakan atau bedakan santri sebanyak 10 pintu dan api berkobar sekitar pukul 13.00 Wita di tengah hujan lebat mengguyur lokasi kebakaran," ujarnya.

Disebutkan, lokasi kebakaran berada di kawasan Antasan Senor Ilir RT 6, RW 3, Kecamatan Martapura Timur yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura itu. Lokasi kebakaran yang merupakan suatu kawasan pemukiman penduduk memang banyak dihuni santri yang menimba ilmu di Ponpes Darussalam sehingga menjadi kawasan cukup padat.

Salah seorang warga bernama Udin mengatakan, kobaran api muncul tiba-tiba di tengah hujan lebat yang mengguyur kawasan setempat sehingga banyak yang kaget atas kejadian tersebut. "Api berkobar saat hujan lebat mengguyur dan banyak masyarakat sekitar kaget karena sama sekali tidak menyangka terjadi kebakaran di tengah hujan lebat. Penghuni juga berlarian saat kejadian," ungkapnya, dikutip Antara.

Dikatakan, kobaran api begitu cepat membesar karena bangunan rumah berkontruksi kayu sehingga mudah terbakar meski pun saat kejadian hujan lebat mengguyur walau pun tidak lama hujannya. "Kasihan santri yang menghuni kontrakan karena tidak sempat menyelamatkan barang berharga sehingga ada yang hanya tinggal baju di badan karena semuanya habis terbakar," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com