Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Remaja rentan penularan HIV/AIDS di Jabar

Jumat, 12 Oktober 2018 - 06:54 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kampanye Bahaya HIV/AIDS Tiga sukarelawan Yayasan AIDS Indonesia membawa poster saat melakukan kampanye bahaya HIV/AIDS pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2CF17Ba
Kampanye Bahaya HIV/AIDS Tiga sukarelawan Yayasan AIDS Indonesia membawa poster saat melakukan kampanye bahaya HIV/AIDS pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. Sumber foto: https://bit.ly/2CF17Ba

Elshinta.com - Angka penderita HIV/AIDS di Jawa Barat meningkat setiap tahun dimana kelompok pelajar dan mahasiswa makin rentan tertular penyakit mematikan itu.

"Setiap tahun angka HIV/AIDS mengalami peningkatan pada komposisi pelajar SMA dan mahasiswa. Tahun ini yang terbesar," kata Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat, Iman Teja Rachmana di Kota Bogor.

Ia menjelaskan, saat ini angka pengidap HIV/AIDS sebanyak 90 persen berusia kisaran 15-49 tahun, 30 persennya berada di usia 20-24 tahun. Iman memaparkan fenomena HIV/AIDS di Jawa Barat dalam kegiatan Roadshow Pemuda Milenial Aksi Semangat Untuk Indonesia Kondusif yang mengusung tema "Pencegahan Terhadap HIV - AIDS, Narkoba, Kekerasan dan Radikalisme pada Remaja" yang berlangsung di Gedung Kemuning, Kota Bogor, Kamis (11/10).

Lebih lanjut Iman menjelaskan, angka HIV di Jawa Barat tahun 2017 mencapai 5.800 orang, dimana 30 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 1.600 sampai 1.800 orang adalah pengidap HIV baru pada rentang usia 20-24 tahun. Sementara itu di tahun 2016 berjumlah 5.200 orang, 2015 ada 4.600-an orang, 2014 sekitar 4.000-an orang. "Hubungan seksual menjadi transmisi terbesar HIV/AIDS, disusul jarum suntik atau narkoba," katanya.

Dikutip Antara, ia menyebutkan, angka HIV pada kelompok ibu rumah tangga muda juga tiga kali lebih banyak daripada angka HIV pada wanita pekerja seksual. Di hadapan para pelajar SMA sederajat se-Kota Bogor, Iman mengatakan, fenomena ini merupakan kenyataan yang harus dipahami.

Melalui kegiatan "road show" KPA Jawa Barat, mengajak generasi milenial mulai dari pelajar dan generasi muda lainnya untuk menjauhi perilaku negatif yang akan membawa kerugian bagi dirinya pribadi. "Yang perlu dijauhi adalah perilakunya, bukan orang pengidap HIV/AIDS nya. Rangkul mereka yang terjangkit, agar bisa bangkit dan tidak terjerumus lebih jauh," kata Iman.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Angka penderita HIV/AIDS di Jawa Barat meningkat setiap tahun dimana kelompok pelajar dan mahasiswa makin rentan tertular penyakit mematikan itu.

"Setiap tahun angka HIV/AIDS mengalami peningkatan pada komposisi pelajar SMA dan mahasiswa. Tahun ini yang terbesar," kata Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat, Iman Teja Rachmana di Kota Bogor.

Ia menjelaskan, saat ini angka pengidap HIV/AIDS sebanyak 90 persen berusia kisaran 15-49 tahun, 30 persennya berada di usia 20-24 tahun. Iman memaparkan fenomena HIV/AIDS di Jawa Barat dalam kegiatan Roadshow Pemuda Milenial Aksi Semangat Untuk Indonesia Kondusif yang mengusung tema "Pencegahan Terhadap HIV - AIDS, Narkoba, Kekerasan dan Radikalisme pada Remaja" yang berlangsung di Gedung Kemuning, Kota Bogor, Kamis (11/10).

Lebih lanjut Iman menjelaskan, angka HIV di Jawa Barat tahun 2017 mencapai 5.800 orang, dimana 30 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 1.600 sampai 1.800 orang adalah pengidap HIV baru pada rentang usia 20-24 tahun. Sementara itu di tahun 2016 berjumlah 5.200 orang, 2015 ada 4.600-an orang, 2014 sekitar 4.000-an orang. "Hubungan seksual menjadi transmisi terbesar HIV/AIDS, disusul jarum suntik atau narkoba," katanya.

Dikutip Antara, ia menyebutkan, angka HIV pada kelompok ibu rumah tangga muda juga tiga kali lebih banyak daripada angka HIV pada wanita pekerja seksual. Di hadapan para pelajar SMA sederajat se-Kota Bogor, Iman mengatakan, fenomena ini merupakan kenyataan yang harus dipahami.

Melalui kegiatan "road show" KPA Jawa Barat, mengajak generasi milenial mulai dari pelajar dan generasi muda lainnya untuk menjauhi perilaku negatif yang akan membawa kerugian bagi dirinya pribadi. "Yang perlu dijauhi adalah perilakunya, bukan orang pengidap HIV/AIDS nya. Rangkul mereka yang terjangkit, agar bisa bangkit dan tidak terjerumus lebih jauh," kata Iman.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com