Rabu, 12 Desember 2018 | 04:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kapolri jangan terpengaruh rumor dugaan suap

Jumat, 12 Oktober 2018 - 07:24 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sumber foto: https://bit.ly/2ONuLd9
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sumber foto: https://bit.ly/2ONuLd9

Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar jangan terpengaruh rumor soal dugaan menerima suap dari pengusaha Basuki Hariman. 

"Pak Tito agar tetap fokus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai Kapolri,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (11/10).

Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet berharap Kapolri tetap fokus bekerja karena kinerja Korps Bhayangkara makin positif. Bamsoet menjelaskan, Polri sudah menelusuri rumor soal Tito Karnavian menerima dana dengan memeriksa Basuki Hariman.

Hasil pemeriksaan tersebut sudah dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada pers bahwa Basuki Hariman tidak pernah memberikan dana kepada Tito Karnavian ketika Tito mendududki jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya. 

Mantan ketua Komisi III DPR RI itu menambahkan, pimpinan KPK juga sudah memberikan penjelasan secara gamblang bahwa tidak ada bukti Tito Karnavian menerima dana dari Basuki Hariman.  Ketua KPK Agus Rahardjo, kata dia, bahkan sudah menjelaskan tentang kesulitan lembaganya dalam membuktikan dugaan itu. "Kita tentu percaya integritas KPK dalam menangani kasus hukum. Jika tidak ada bukti yang kuat, tidak mungkin KPK bisa melanjutkan proses hukum,” kata Bamsoet. 

Politisi Partai Golkar ini juga merujuk pada persidangan terhadap Basuki maupun stafnya, Ng Fenny. Dalam proses persidangan terhadap keduanya juga tidak ada fakta hukum yang menguatkan dugaan Tito menerima uang dari Basuki sehingga Kapolri  dan jajarannya tidak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar jangan terpengaruh rumor soal dugaan menerima suap dari pengusaha Basuki Hariman. 

"Pak Tito agar tetap fokus bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai Kapolri,” kata Bambang Soesatyo di Jakarta, Kamis (11/10).

Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet berharap Kapolri tetap fokus bekerja karena kinerja Korps Bhayangkara makin positif. Bamsoet menjelaskan, Polri sudah menelusuri rumor soal Tito Karnavian menerima dana dengan memeriksa Basuki Hariman.

Hasil pemeriksaan tersebut sudah dijelaskan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto kepada pers bahwa Basuki Hariman tidak pernah memberikan dana kepada Tito Karnavian ketika Tito mendududki jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya. 

Mantan ketua Komisi III DPR RI itu menambahkan, pimpinan KPK juga sudah memberikan penjelasan secara gamblang bahwa tidak ada bukti Tito Karnavian menerima dana dari Basuki Hariman.  Ketua KPK Agus Rahardjo, kata dia, bahkan sudah menjelaskan tentang kesulitan lembaganya dalam membuktikan dugaan itu. "Kita tentu percaya integritas KPK dalam menangani kasus hukum. Jika tidak ada bukti yang kuat, tidak mungkin KPK bisa melanjutkan proses hukum,” kata Bamsoet. 

Politisi Partai Golkar ini juga merujuk pada persidangan terhadap Basuki maupun stafnya, Ng Fenny. Dalam proses persidangan terhadap keduanya juga tidak ada fakta hukum yang menguatkan dugaan Tito menerima uang dari Basuki sehingga Kapolri  dan jajarannya tidak perlu menghabiskan banyak energi menanggapi isu ini, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com