Senin, 22 Oktober 2018 | 22:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Para pemimpin ASEAN sepakat kurangi disparitas pembangunan antar negara anggota

Jumat, 12 Oktober 2018 - 07:50 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi didampingi PM Singapura  Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan setelah ASEAN Leaders' gathering (Alg), Kamis (11/10) malam. Foto via Twitter @setkabgoid
Presiden Jokowi didampingi PM Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan setelah ASEAN Leaders' gathering (Alg), Kamis (11/10) malam. Foto via Twitter @setkabgoid

Elshinta.com - Meskipun pertumbuhan ekonomi masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia, para Kepala Negara/Pemerintahan negara-negara ASEAN sepakat pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di masing-masing negara anggota dan antara negara-negara ASEAN.

“Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan setelah ASEAN Leaders gathering (Alg), di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Untuk itu, Presiden Jokowi merasa perlu menggaris bawahi pentingnya sinergi antara organisasi kawasan dan PBB, serta pentingnya pencapaian SDGs (Suistainable Development Goals) juga prioritas Indonesia selama menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia. Capaian SDGs di ASEAN juga cukup maju. “Angka kemiskinan ekstrem di ASEAN telah turun sekitar 68% dalam 15 tahun,” ungkapnya.

Presiden Jokowi menekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. “Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan shared responsibilities,” tegas Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Meskipun pertumbuhan ekonomi masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia, para Kepala Negara/Pemerintahan negara-negara ASEAN sepakat pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di masing-masing negara anggota dan antara negara-negara ASEAN.

“Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan setelah ASEAN Leaders gathering (Alg), di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Untuk itu, Presiden Jokowi merasa perlu menggaris bawahi pentingnya sinergi antara organisasi kawasan dan PBB, serta pentingnya pencapaian SDGs (Suistainable Development Goals) juga prioritas Indonesia selama menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia. Capaian SDGs di ASEAN juga cukup maju. “Angka kemiskinan ekstrem di ASEAN telah turun sekitar 68% dalam 15 tahun,” ungkapnya.

Presiden Jokowi menekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. “Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan shared responsibilities,” tegas Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com