Rabu, 12 Desember 2018 | 06:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Para pemimpin ASEAN sepakat kurangi disparitas pembangunan antar negara anggota

Jumat, 12 Oktober 2018 - 07:50 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Presiden Jokowi didampingi PM Singapura  Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan setelah ASEAN Leaders' gathering (Alg), Kamis (11/10) malam. Foto via Twitter @setkabgoid
Presiden Jokowi didampingi PM Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan setelah ASEAN Leaders' gathering (Alg), Kamis (11/10) malam. Foto via Twitter @setkabgoid

Elshinta.com - Meskipun pertumbuhan ekonomi masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia, para Kepala Negara/Pemerintahan negara-negara ASEAN sepakat pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di masing-masing negara anggota dan antara negara-negara ASEAN.

“Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan setelah ASEAN Leaders gathering (Alg), di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Untuk itu, Presiden Jokowi merasa perlu menggaris bawahi pentingnya sinergi antara organisasi kawasan dan PBB, serta pentingnya pencapaian SDGs (Suistainable Development Goals) juga prioritas Indonesia selama menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia. Capaian SDGs di ASEAN juga cukup maju. “Angka kemiskinan ekstrem di ASEAN telah turun sekitar 68% dalam 15 tahun,” ungkapnya.

Presiden Jokowi menekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. “Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan shared responsibilities,” tegas Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Elshinta.com - Meskipun pertumbuhan ekonomi masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia, para Kepala Negara/Pemerintahan negara-negara ASEAN sepakat pentingnya mengurangi disparitas dan jurang pembangunan di masing-masing negara anggota dan antara negara-negara ASEAN.

“Langkah ini penting untuk memastikan no one left behind,” kata Presiden Jokowi yang didampingi Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan setelah ASEAN Leaders gathering (Alg), di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Untuk itu, Presiden Jokowi merasa perlu menggaris bawahi pentingnya sinergi antara organisasi kawasan dan PBB, serta pentingnya pencapaian SDGs (Suistainable Development Goals) juga prioritas Indonesia selama menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan, di tengah berbagai tantangan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi ASEAN masih di atas rata-rata pertumbuhan dunia. Capaian SDGs di ASEAN juga cukup maju. “Angka kemiskinan ekstrem di ASEAN telah turun sekitar 68% dalam 15 tahun,” ungkapnya.

Presiden Jokowi menekankan, pencapaian SDGs tidak dapat dipenuhi secara isolatif oleh satu negara tanpa bekerja sama dengan negara lain. “Pencapaian SDGs memerlukan global leadership dan shared responsibilities,” tegas Presiden Jokowi, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com