Kamis, 18 Oktober 2018 | 02:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

16 rumah di Situbondo rusak ringan akibat gempa

Jumat, 12 Oktober 2018 - 10:12 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Gubernur Jatim bersama Kapolda Jatim meninjau rumah warga yang rusak. Sumber foto: https://bit.ly/2pPQfYv
Gubernur Jatim bersama Kapolda Jatim meninjau rumah warga yang rusak. Sumber foto: https://bit.ly/2pPQfYv

Elshinta.com - BPBD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 16 rumah rusak ringan termasuk musala dan bangunan layanan kesehatan akibat guncangan gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) pada Kamis (11/10) dini hari kemarin.

"Setelah kami bersama petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal Ops) lainnya menyebar dan menyurvei dampak gempa bumi, dari 16 bangunan itu rata-rata mengalami rusak ringan," ujar Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal Ops BPBD Situbondo, Puriyono di Situbondo, Jumat (12/10).

Selain itu, ia mengatakan dampak gempa bumi yang terjadi dini hari saat warga sedang terlelap tidur menyebabkan seorang warga di Desa/Kecamatan Arjasa mengalami patah tulang pada kaki kirinya saat korban berusaha menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

Sementara belasan rumah lainnya termasuk bangunan layanan kesehatan (polindes) dan musala serta bangunan sekolah yang mengalami rusak ringan atau retak-retak pada dinding bangunan itu tersebar di 10 Kecamatan.

10 Kecamatan tersebut diantaranya Desa Gelung dan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Desa Lamongan dan Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Kota Situbondo bangunan sekolah.

Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Desa Blitok, Kecamatan Bungatan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Melandingan, Desa Panji Lor, Desa Tenggir dan Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, dan di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan.

BPBD Situbondo mengimbau kepada masyarakat Situbondo khususnya, agar tidak mudah percaya dengan banyaknya pesan berantai melalui whatsapp (WA) dan tertulis mengenai akan adanya gempa susulan, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 17 Oktober 2018 - 21:34 WIB

Indra Sjafri: Saya tidak perlu `striker` asal...

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 21:23 WIB

Menhub segera kaji penerapan `panic button` taksi online

Peluang | 17 Oktober 2018 - 21:15 WIB

Langkah-langkah membuka TK atau PAUD

Hukum | 17 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Menhub tegaskan akan atur taksi online

Arestasi | 17 Oktober 2018 - 20:47 WIB

Satreskrim Polres Langkat ringkus penjual togel

Elshinta.com - BPBD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 16 rumah rusak ringan termasuk musala dan bangunan layanan kesehatan akibat guncangan gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) pada Kamis (11/10) dini hari kemarin.

"Setelah kami bersama petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal Ops) lainnya menyebar dan menyurvei dampak gempa bumi, dari 16 bangunan itu rata-rata mengalami rusak ringan," ujar Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal Ops BPBD Situbondo, Puriyono di Situbondo, Jumat (12/10).

Selain itu, ia mengatakan dampak gempa bumi yang terjadi dini hari saat warga sedang terlelap tidur menyebabkan seorang warga di Desa/Kecamatan Arjasa mengalami patah tulang pada kaki kirinya saat korban berusaha menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

Sementara belasan rumah lainnya termasuk bangunan layanan kesehatan (polindes) dan musala serta bangunan sekolah yang mengalami rusak ringan atau retak-retak pada dinding bangunan itu tersebar di 10 Kecamatan.

10 Kecamatan tersebut diantaranya Desa Gelung dan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Desa Lamongan dan Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kecamatan Kota Situbondo bangunan sekolah.

Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Desa Blitok, Kecamatan Bungatan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Melandingan, Desa Panji Lor, Desa Tenggir dan Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, dan di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan.

BPBD Situbondo mengimbau kepada masyarakat Situbondo khususnya, agar tidak mudah percaya dengan banyaknya pesan berantai melalui whatsapp (WA) dan tertulis mengenai akan adanya gempa susulan, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com