Jumat, 14 Desember 2018 | 06:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

PCNU Surabaya sesalkan pemblokiran ratusan rekening BOS

Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:28 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2PtiqI3
Sumber foto: https://bit.ly/2PtiqI3

Elshinta.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, Jatim, menyesalkan adanya pemblokiran ratusan rekening bank untuk pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dasar oleh dinas pendidikan setempat.

"Saya juga mendapat banyak pengaduan dari sekolah-sekolah mengenai kesulitan yang mereka hadapi," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri kepada Antara di Surabaya, Jumat (12/10).

Ia mengatakan, pihaknya menghargai upaya Pemerintah Kota Surabaya mendorong kemajuan pendidikan melalui penertiban administrasi sekolah dan kaitannya dengan kewajiban-kewajiban administratif kepada negara seperti pembayaran pajak dan kejelasan status aset pendidikan. Namun, lanjut dia, pihaknya juga berharap pemerintah kota mengafirmasi sekolah-sekolah swasta dengan sumberdaya dan masalah lokal yang tidak simpel. "Sejauh ini mereka sangat berjasa membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya menekankan agar pemkot tidak secara kaku mengaitkan Bantuan Operasional Siswa (BOS) dengan tambahan-tambahan aturan yang dapat menghambat pencairannya. "Karena justru dapat mengganggu operasional penyelenggaraan pendidikan yang akhirnya berdampak pada peserta didik. Selaku pimpinan ormas, saya akan membantu pemerintah untuk tujuan yang baik itu," ujarnya, dikutip Antara.

Ia juga membenarkan kebanyakan di antara sekolah dasar yang rekening BOS-nya diblokir oleh Dinas Pendidikan Surabaya adalah Lembaga Pendidikan Ma`arif Nahdatul Ulama. "Itu benar karena faktanya memang banyak problem yang tidak sederhana. Kami juga sedang terus mengusahakan penyelesaiannya," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 14 Desember 2018 - 06:26 WIB

TNI berencana ambil alih pembangunan Trans Papua

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 06:14 WIB

TNI evakuasi enam pekerja terjebak di hutan hindari KKB

Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Elshinta.com - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, Jatim, menyesalkan adanya pemblokiran ratusan rekening bank untuk pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dasar oleh dinas pendidikan setempat.

"Saya juga mendapat banyak pengaduan dari sekolah-sekolah mengenai kesulitan yang mereka hadapi," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri kepada Antara di Surabaya, Jumat (12/10).

Ia mengatakan, pihaknya menghargai upaya Pemerintah Kota Surabaya mendorong kemajuan pendidikan melalui penertiban administrasi sekolah dan kaitannya dengan kewajiban-kewajiban administratif kepada negara seperti pembayaran pajak dan kejelasan status aset pendidikan. Namun, lanjut dia, pihaknya juga berharap pemerintah kota mengafirmasi sekolah-sekolah swasta dengan sumberdaya dan masalah lokal yang tidak simpel. "Sejauh ini mereka sangat berjasa membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya menekankan agar pemkot tidak secara kaku mengaitkan Bantuan Operasional Siswa (BOS) dengan tambahan-tambahan aturan yang dapat menghambat pencairannya. "Karena justru dapat mengganggu operasional penyelenggaraan pendidikan yang akhirnya berdampak pada peserta didik. Selaku pimpinan ormas, saya akan membantu pemerintah untuk tujuan yang baik itu," ujarnya, dikutip Antara.

Ia juga membenarkan kebanyakan di antara sekolah dasar yang rekening BOS-nya diblokir oleh Dinas Pendidikan Surabaya adalah Lembaga Pendidikan Ma`arif Nahdatul Ulama. "Itu benar karena faktanya memang banyak problem yang tidak sederhana. Kami juga sedang terus mengusahakan penyelesaiannya," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com