Senin, 22 Oktober 2018 | 22:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Tanggap darurat bencana diperpanjang, ini langkah Kemensos

Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:18 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Istimewa. Foto: https://bit.ly/2pN049E
Istimewa. Foto: https://bit.ly/2pN049E

Elshinta.com - Kementerian Sosial RI melakukan tiga langkah penanganan korban bencana seiring diperpanjangnya masa tanggap darurat gempa bumi dan tsunami oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhitung mulai 13-26 Oktober 2018. 

"Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar hingga menjangkau seluruh korban. Kedua, perlindungan kelompok rentan yakni anak-anak, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas. Ketiga, layanan dukungan psikososial,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Jumat (12/10).

Harry mengungkapkan kebutuhan dasar mencakup kebutuhan makanan dan tenda untuk perlindungan sementara. Saat ini kebutuhan makan para pengungsi dipenuhi  14 titik dapur umum lapangan. Terdiri dari sembilan dapur umum di Kota Palu, tiga dapur umum ada di Kabupaten Sigi, dan dua dapur umum di Kabupaten Donggala. “Sejak tanggal 29 September atau hari kedua setelah bencana terjadi, Kemensos telah mendirikan 18 titik dapur umum lapangan. Kini seiring dengan kondisi Kota Palu yang semakin pulih, secara bertahap dapur umum di Kota Palu dialihkan menjadi dapur umum mandiri yang dikelola oleh masyarakat,” katanya.

Sebanyak sembilan dapur umum di Palu tersebar di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulteng jalan Muh. Yamin, Rumah Jabatan Gubernur Sulteng, Lapangan Wali Kota Palu, Kawatuna dan Petobo di Jl Bulu Masomba, Kompleks Perumnas Bala Roa, Dinas Kesehatan Kota Palu di Jl Kartini, Kelurahan Siranindi Palu Barat, Universitas Muhammadiyah Kota Palu, Dinas PUPR-Bina Marga.

Sedangkan tiga titik dapur umum di Kabupaten Sigi ada di Desa Loru, Desa Ngata Baru, dan Desa Panau. Di Kabupaten Donggala dua titik yakni kantor Dinas Sosial dan Desa Sindue. “Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat maka dalam sepekan kedepan kami akan memberikan pendampingan kepada warga untuk mendirikan dapur umum mandiri," terangnya.

Seluruh dapur umum lapangan dikelola oleh dinas sosial dan Tagana (Taruna Siaga Bencana). Total yang sudah bertugas adalah 593 orang berasal dari Sulteng 300 orang, Gorontalo 60 orang, Sulsel 30 orang, Sultra 29 orang, Kalsel 29 orang, Sulbar 20 orang, Sulut 24 orang, Jatim 2 orang, DKI Jakarta 40 orang, Maluku 5 orang,  Babel 7 orang, Banten 10 orang, Kaltim 19 orang dan Maluku Utara 17 orang.

Sementara itu untuk memastikan seluruh pengungsi mendapatkan bantuan logistik, Kemensos bekerja sama dengan World Food Programme (WFP) untuk mendistribusikan bantuan ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Dinas Sosial Kabupaten Donggala, dan Dinas Sosial Kota Palu.

Selain ke tiga titik tersebut WFP juga akan mengerahkan tujuh truk untuk membawa bantuan logistik warga Sulawesi Selatan yang dikoordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke Palu dan sekitarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Kementerian Sosial RI melakukan tiga langkah penanganan korban bencana seiring diperpanjangnya masa tanggap darurat gempa bumi dan tsunami oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhitung mulai 13-26 Oktober 2018. 

"Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar hingga menjangkau seluruh korban. Kedua, perlindungan kelompok rentan yakni anak-anak, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas. Ketiga, layanan dukungan psikososial,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat, dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Jumat (12/10).

Harry mengungkapkan kebutuhan dasar mencakup kebutuhan makanan dan tenda untuk perlindungan sementara. Saat ini kebutuhan makan para pengungsi dipenuhi  14 titik dapur umum lapangan. Terdiri dari sembilan dapur umum di Kota Palu, tiga dapur umum ada di Kabupaten Sigi, dan dua dapur umum di Kabupaten Donggala. “Sejak tanggal 29 September atau hari kedua setelah bencana terjadi, Kemensos telah mendirikan 18 titik dapur umum lapangan. Kini seiring dengan kondisi Kota Palu yang semakin pulih, secara bertahap dapur umum di Kota Palu dialihkan menjadi dapur umum mandiri yang dikelola oleh masyarakat,” katanya.

Sebanyak sembilan dapur umum di Palu tersebar di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulteng jalan Muh. Yamin, Rumah Jabatan Gubernur Sulteng, Lapangan Wali Kota Palu, Kawatuna dan Petobo di Jl Bulu Masomba, Kompleks Perumnas Bala Roa, Dinas Kesehatan Kota Palu di Jl Kartini, Kelurahan Siranindi Palu Barat, Universitas Muhammadiyah Kota Palu, Dinas PUPR-Bina Marga.

Sedangkan tiga titik dapur umum di Kabupaten Sigi ada di Desa Loru, Desa Ngata Baru, dan Desa Panau. Di Kabupaten Donggala dua titik yakni kantor Dinas Sosial dan Desa Sindue. “Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat maka dalam sepekan kedepan kami akan memberikan pendampingan kepada warga untuk mendirikan dapur umum mandiri," terangnya.

Seluruh dapur umum lapangan dikelola oleh dinas sosial dan Tagana (Taruna Siaga Bencana). Total yang sudah bertugas adalah 593 orang berasal dari Sulteng 300 orang, Gorontalo 60 orang, Sulsel 30 orang, Sultra 29 orang, Kalsel 29 orang, Sulbar 20 orang, Sulut 24 orang, Jatim 2 orang, DKI Jakarta 40 orang, Maluku 5 orang,  Babel 7 orang, Banten 10 orang, Kaltim 19 orang dan Maluku Utara 17 orang.

Sementara itu untuk memastikan seluruh pengungsi mendapatkan bantuan logistik, Kemensos bekerja sama dengan World Food Programme (WFP) untuk mendistribusikan bantuan ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Dinas Sosial Kabupaten Donggala, dan Dinas Sosial Kota Palu.

Selain ke tiga titik tersebut WFP juga akan mengerahkan tujuh truk untuk membawa bantuan logistik warga Sulawesi Selatan yang dikoordinir oleh Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Bantuan tersebut akan didistribusikan ke Palu dan sekitarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com