Rabu, 12 Desember 2018 | 20:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Viral video Alquran diduga isinya sudah diubah dan sesat, ini penjelasan Kemenag

Jumat, 12 Oktober 2018 - 10:59 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Alquran bersampul warna merah yang diduga isinya telah diubah. Ternyata hanya berbeda dialek tulisan. (Facebook/Ingusan Channel)
Alquran bersampul warna merah yang diduga isinya telah diubah. Ternyata hanya berbeda dialek tulisan. (Facebook/Ingusan Channel)

Elshinta.com - Beberapa hari terakhir, viral di media sosial, video terkait mushaf Alquran yang dianggap salah dan menyesatkan umat. Video itu menyebutkan adanya bentuk penulisan yang berbeda dengan mushaf Alquran yang biasa digunakan di Indonesia. 

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama (Kemenag), RI, Muchlis M Hanafi memastikan bahwa Alquran yang ada dalam video tersebut tidak salah, hanya ditulis dengan penulisan yang berbeda.

"Mushaf Alquran dalam video tersebut adalah mushaf Alquran yang ditulis berdasarkan riwayat Warsy dari Imam Nafi’ (salah satu riwayat dalam qira’ah sab’ah yang mutawatir) yang diterbitkan oleh penerbit Darul Ma’rifah Beirut," terang Muchlis melalui siaran pers, Kamis (11/10), seperti diinformasikan melalui laman resmi Kemeng. 

Muchlis menjelaskan, penulisan mushaf tersebut menggunakan khat (tulisan) Maghribi yang berbeda dengan mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI). Perbedaan tersebut antara lain pada penulisan huruf 'fa' dan 'qaf'. Huruf 'fa' dalam sistem penulisan Maghribi menggunakan satu titik di bawah huruf, sementara huruf 'qaf', menggunakan satu titik di atas.

"Contoh, kata yuqiimuuna dalam sistem penulisan MSI tertulis (seperti) yufiimuna dalam sistem penulisan mushaf Maghribi," tuturnya.

Kedua sistem penulisan tersebut, kata doktor tafsir Quran lulusan Al Azhar ini,  benar. Bahkan, keduanya masih digunakan dalam penerbitan dan pencetakan mushaf Alquran di dunia Islam sampai saat ini. 

"Sesuai tugas dan fungsi, LPMQ akan terus mengawasi peredaran mushaf Alquran di Indonesia," tegas Muchlis. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Beberapa hari terakhir, viral di media sosial, video terkait mushaf Alquran yang dianggap salah dan menyesatkan umat. Video itu menyebutkan adanya bentuk penulisan yang berbeda dengan mushaf Alquran yang biasa digunakan di Indonesia. 

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama (Kemenag), RI, Muchlis M Hanafi memastikan bahwa Alquran yang ada dalam video tersebut tidak salah, hanya ditulis dengan penulisan yang berbeda.

"Mushaf Alquran dalam video tersebut adalah mushaf Alquran yang ditulis berdasarkan riwayat Warsy dari Imam Nafi’ (salah satu riwayat dalam qira’ah sab’ah yang mutawatir) yang diterbitkan oleh penerbit Darul Ma’rifah Beirut," terang Muchlis melalui siaran pers, Kamis (11/10), seperti diinformasikan melalui laman resmi Kemeng. 

Muchlis menjelaskan, penulisan mushaf tersebut menggunakan khat (tulisan) Maghribi yang berbeda dengan mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI). Perbedaan tersebut antara lain pada penulisan huruf 'fa' dan 'qaf'. Huruf 'fa' dalam sistem penulisan Maghribi menggunakan satu titik di bawah huruf, sementara huruf 'qaf', menggunakan satu titik di atas.

"Contoh, kata yuqiimuuna dalam sistem penulisan MSI tertulis (seperti) yufiimuna dalam sistem penulisan mushaf Maghribi," tuturnya.

Kedua sistem penulisan tersebut, kata doktor tafsir Quran lulusan Al Azhar ini,  benar. Bahkan, keduanya masih digunakan dalam penerbitan dan pencetakan mushaf Alquran di dunia Islam sampai saat ini. 

"Sesuai tugas dan fungsi, LPMQ akan terus mengawasi peredaran mushaf Alquran di Indonesia," tegas Muchlis. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com