Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/ Manajemen

Sebelum investasi reksa dana, cari tahu istilah-istilahnya berikut ini

Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:45 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Dewi Rusiana
Sumber foto: https://bit.ly/2A5GN9k
Sumber foto: https://bit.ly/2A5GN9k

Elshinta.com - Ketertarikan masyarakat mengenai reksa dana semakin hari semakin meningkat. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2018 jumlah investor reksa dana di tanah air telah mencapai 822.000 orang, meningkat posisi di awal tahun sebanyak 632.000 investor. Hal tersebut dipengaruhi oleh semakin terbukanya akses informasi terhadap produk-produk investasi dan dukungan teknologi oleh marketplace-marketplace investasi.

Untuk berinvestasi di reksa dana, ada baiknya bila Anda mengenal istilah-istilah yang ada di produk investasi tersebut. Hal ini penting agar Anda tidak kebingunangan dan dapat memilih serta menilai produk reksa dana apa yang tepat. Berikut istilah-istilah di reksa dana yang sebaiknya Anda ketahui. 

Reksa dana

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan. Investasi dilakukan oleh profesional atau badan yang telah memiliki pengalaman dan pengetahuan mendalam agar bisa menginvestasikan dana tersebut ke portofolio-portofolio investasi seperti deposito, saham, obligasi dan lain-lain. 

Manajer Investasi

Manajer investasi adalah pihak yang bertugas untuk mengelola dana dari investor ke dalam berbagai portofolio investasi. Atas jasanya menginvestasikan dana dari investor, Manajer Investasi akan mendapatkan management fee dari penjualan unit reksa dana. Orang-orang yang menjadi Manajer Investasi bukanlah orang sembarangan karena mereka harus mendapatkan sertifikasi profesi wakil manajer investasi (WMI). 

Portofolio Efek

Efek merupakan istilah yang merujuk kepada surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan seperti surat utang, saham, obligasi dan lain-lainya. Portofolio efek dapat diartikan sebagai kumpulan efek atau surat-surat berharga yang dimiliki oleh seseorang atau badan. Dalam kaitannya dengan reksa dana, portofolio efek dipegang oleh Manajer Investasi milik para investor yang dinominalkan dalam unit-unit penyertaan. 

Unit Penyertaan

Unit penyertaan adalah satuan transaksi yang dipakai dalam reksa dana dan menunjukkan keikutsertaan seorang investor. Sama seperti gram pada emas yang menunjukkan berapa banyak emas yang kita miliki. Jadi, ketika seorang investor membeli reksa dana dengan nominal tertentu, ia akan mendapatkan unit penyertaan dari manajer investasi. Harga per unit penyertaan ditentukan oleh harga Nilai Aktiva Bersih per unit penyertaan (NAB/UP) pada saat itu. 

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan besarnya jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksa dana, mencakup kas, deposito, saham dan obligasi. Sementra NAB/UP adalah harga satuan unit penyertaan reksa dana yang dihitung dari membagi NAB dengan total unit penyetaraan yang dimiliki seluruh investor dalam reksa dana tersebut.  

Prospektus

Prospektus merupakan informasi mengenai perusahaan manajer investasi yang dapat menjadi pedoman bagi investor untuk menilai kualitas manajer investasi. Dalam prospektus memuat informasi seperti profil dan trade record manajer investasi, tujuan, kebijakan dan pembatasan investasi, alokasi investasi dan imbalan jasa, hak-hak pemegang unit penyertaan dan lain-lain. Prospektus lazimnya diperbarui dalam periode tertentu oleh manajer investasi.  

Bank Kustodian

Selain Manajer Investasi, ada satu salah satu pihak lagi yang terlibat dalam aktivitas investasi di reksa dana yakni Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang bertanggung jawab memang dana dari investor. Bank Kustodian memiliki tiga fungsi yakni sebagai lembaga penitipan dana milik investor, melakukan pencatatan pembelian dan pencarian oleh investor serta menerbitkan surat konfirmasi sebagai tanda bukti, dan menghitung NAB/UP untuk setiap jenis reksa dana yang akan diumumkan kepada masyarakat.

***

Anda bisa membaca artikel-artikel menarik lainnya seputar investasi pada eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjung elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi-edisi lainnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Ketertarikan masyarakat mengenai reksa dana semakin hari semakin meningkat. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2018 jumlah investor reksa dana di tanah air telah mencapai 822.000 orang, meningkat posisi di awal tahun sebanyak 632.000 investor. Hal tersebut dipengaruhi oleh semakin terbukanya akses informasi terhadap produk-produk investasi dan dukungan teknologi oleh marketplace-marketplace investasi.

Untuk berinvestasi di reksa dana, ada baiknya bila Anda mengenal istilah-istilah yang ada di produk investasi tersebut. Hal ini penting agar Anda tidak kebingunangan dan dapat memilih serta menilai produk reksa dana apa yang tepat. Berikut istilah-istilah di reksa dana yang sebaiknya Anda ketahui. 

Reksa dana

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan. Investasi dilakukan oleh profesional atau badan yang telah memiliki pengalaman dan pengetahuan mendalam agar bisa menginvestasikan dana tersebut ke portofolio-portofolio investasi seperti deposito, saham, obligasi dan lain-lain. 

Manajer Investasi

Manajer investasi adalah pihak yang bertugas untuk mengelola dana dari investor ke dalam berbagai portofolio investasi. Atas jasanya menginvestasikan dana dari investor, Manajer Investasi akan mendapatkan management fee dari penjualan unit reksa dana. Orang-orang yang menjadi Manajer Investasi bukanlah orang sembarangan karena mereka harus mendapatkan sertifikasi profesi wakil manajer investasi (WMI). 

Portofolio Efek

Efek merupakan istilah yang merujuk kepada surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan seperti surat utang, saham, obligasi dan lain-lainya. Portofolio efek dapat diartikan sebagai kumpulan efek atau surat-surat berharga yang dimiliki oleh seseorang atau badan. Dalam kaitannya dengan reksa dana, portofolio efek dipegang oleh Manajer Investasi milik para investor yang dinominalkan dalam unit-unit penyertaan. 

Unit Penyertaan

Unit penyertaan adalah satuan transaksi yang dipakai dalam reksa dana dan menunjukkan keikutsertaan seorang investor. Sama seperti gram pada emas yang menunjukkan berapa banyak emas yang kita miliki. Jadi, ketika seorang investor membeli reksa dana dengan nominal tertentu, ia akan mendapatkan unit penyertaan dari manajer investasi. Harga per unit penyertaan ditentukan oleh harga Nilai Aktiva Bersih per unit penyertaan (NAB/UP) pada saat itu. 

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan besarnya jumlah dana yang dikelola oleh suatu reksa dana, mencakup kas, deposito, saham dan obligasi. Sementra NAB/UP adalah harga satuan unit penyertaan reksa dana yang dihitung dari membagi NAB dengan total unit penyetaraan yang dimiliki seluruh investor dalam reksa dana tersebut.  

Prospektus

Prospektus merupakan informasi mengenai perusahaan manajer investasi yang dapat menjadi pedoman bagi investor untuk menilai kualitas manajer investasi. Dalam prospektus memuat informasi seperti profil dan trade record manajer investasi, tujuan, kebijakan dan pembatasan investasi, alokasi investasi dan imbalan jasa, hak-hak pemegang unit penyertaan dan lain-lain. Prospektus lazimnya diperbarui dalam periode tertentu oleh manajer investasi.  

Bank Kustodian

Selain Manajer Investasi, ada satu salah satu pihak lagi yang terlibat dalam aktivitas investasi di reksa dana yakni Bank Kustodian. Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang bertanggung jawab memang dana dari investor. Bank Kustodian memiliki tiga fungsi yakni sebagai lembaga penitipan dana milik investor, melakukan pencatatan pembelian dan pencarian oleh investor serta menerbitkan surat konfirmasi sebagai tanda bukti, dan menghitung NAB/UP untuk setiap jenis reksa dana yang akan diumumkan kepada masyarakat.

***

Anda bisa membaca artikel-artikel menarik lainnya seputar investasi pada eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjung elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi-edisi lainnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com