Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Hasto tidak terima Prabowo sebut ekonomi kebodohan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 11:36 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP tidak terima ketika Prabowo Subianto menyebut ekonomi kebodohan terhadap situasi di Indonesia saat ini.

"Tidak rela sistem ekonomi saat ini disebut ekonomi kebodohan dan pada saat yang sama beretorika tentang 'Make Indonesia Great Again'," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ia menyinggung Prabowo yang percaya hoax penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

"Serangan ekonomi kebodohan, Pak Prabowo semakin menunjukkan bahwa beliau pura-pura lupa dengan sejarah, lalu menimpakan hal tersebut sebagai kesalahan Presiden Jokowi. Padahal dari aspek elementer saja, Pak Prabowo tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi atau markup wajah. Inilah contoh dari kebodohan itu sendiri," kata dia.

Menurut Hasto, pendapat Prabowo dinilai klaim sepihak. PDIP membanggakan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pro rakyat seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), pembagian sertifikat tanah terhadap warga, hingga divestasi saham PT Freeport Indonesia.

"Evaluasi kritis bahkan cenderung otopis yang dituduhkan oleh Pak Prabowo bahwa sistem ekonomi Indonesia saat ini melebihi neo-liberal dan dikatakan ekonomi kebodohan hanyalah klaim sepihak tanpa dasar," tandasnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Hukum | 18 Oktober 2018 - 18:36 WIB

Roro Fitria divonis empat tahun penjara

Elshinta.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP tidak terima ketika Prabowo Subianto menyebut ekonomi kebodohan terhadap situasi di Indonesia saat ini.

"Tidak rela sistem ekonomi saat ini disebut ekonomi kebodohan dan pada saat yang sama beretorika tentang 'Make Indonesia Great Again'," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/10), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ia menyinggung Prabowo yang percaya hoax penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

"Serangan ekonomi kebodohan, Pak Prabowo semakin menunjukkan bahwa beliau pura-pura lupa dengan sejarah, lalu menimpakan hal tersebut sebagai kesalahan Presiden Jokowi. Padahal dari aspek elementer saja, Pak Prabowo tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi atau markup wajah. Inilah contoh dari kebodohan itu sendiri," kata dia.

Menurut Hasto, pendapat Prabowo dinilai klaim sepihak. PDIP membanggakan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pro rakyat seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), pembagian sertifikat tanah terhadap warga, hingga divestasi saham PT Freeport Indonesia.

"Evaluasi kritis bahkan cenderung otopis yang dituduhkan oleh Pak Prabowo bahwa sistem ekonomi Indonesia saat ini melebihi neo-liberal dan dikatakan ekonomi kebodohan hanyalah klaim sepihak tanpa dasar," tandasnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com