Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Menteri ESDM minta tinjau kembali wilayah tempat tinggal

Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:36 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan agar korban jiwa dapat diminimalisir saat bencana terjadi. Untuk menghindari korban jiwa, perlunya peninjauan kembali wilayah tempat tinggal berdasarkan kajian keilmuan.

"Saya melihat dengan adanya otonomi daerah dan penyusunan RTRW, rencana tata ruang dan wilayah yang diserahkan pada pemerintah kota kabupaten ini perlu adanya peruntukan kembali secara keilmuan, scientific. Daerah mana yang sebenarnya digunakan untuk hunian manusia atau dalam berbagai kegiatan atau tidak mudah digunakan hunian manusia dan berbagai kegiatan," paparnya di Kementerian ESDM Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (12/10), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ia memahami bencana tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, maka perlu adanya sebuah zona wilayah yang aman untuk jadi jadi tempat tinggal. "Kalau nggak pernah tahu (kapan) dibikin zoning yang kira-kira aman," ucapnya.

Jonan meminta adanya peringatan sedini mungkin manakala terjadi bencana, serta adanya pelatihan kepada masyarakat untuk melarikan diri dari bencana. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 16:58 WIB

Kecurangan SPBU, Kemendag: Pengawasan daerah masih minim

Elshinta.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan agar korban jiwa dapat diminimalisir saat bencana terjadi. Untuk menghindari korban jiwa, perlunya peninjauan kembali wilayah tempat tinggal berdasarkan kajian keilmuan.

"Saya melihat dengan adanya otonomi daerah dan penyusunan RTRW, rencana tata ruang dan wilayah yang diserahkan pada pemerintah kota kabupaten ini perlu adanya peruntukan kembali secara keilmuan, scientific. Daerah mana yang sebenarnya digunakan untuk hunian manusia atau dalam berbagai kegiatan atau tidak mudah digunakan hunian manusia dan berbagai kegiatan," paparnya di Kementerian ESDM Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (12/10), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Ia memahami bencana tidak bisa diprediksi kapan terjadinya, maka perlu adanya sebuah zona wilayah yang aman untuk jadi jadi tempat tinggal. "Kalau nggak pernah tahu (kapan) dibikin zoning yang kira-kira aman," ucapnya.

Jonan meminta adanya peringatan sedini mungkin manakala terjadi bencana, serta adanya pelatihan kepada masyarakat untuk melarikan diri dari bencana. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com