Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

Asian Para Games 2018

Tangis Jaenal Aripin pecah usai dapat perak

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Atlet para-atletik Indonesia Jaenal Aripin pecah usai dirinya memastikan medali perak di nomor kursi roda 200 meter T54 putra Asian Para Games 2018, Jumat (12/10). Sumber foto: https://bit.ly/2Pyb7it
Atlet para-atletik Indonesia Jaenal Aripin pecah usai dirinya memastikan medali perak di nomor kursi roda 200 meter T54 putra Asian Para Games 2018, Jumat (12/10). Sumber foto: https://bit.ly/2Pyb7it

Elshinta.com - Tangis atlet para-atletik Indonesia Jaenal Aripin pecah usai dirinya memastikan medali perak di nomor kursi roda 200 meter T54 putra Asian Para Games 2018, Jumat (12/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Air matanya tampak berlinang saat dia melakukan telepon video (video call) dengan keluarganya yang berada di Bandung, Jawa Barat. "Ini untuk kalian. Ini untuk kalian," kata Jaenal usai bertanding. 

Dukungan keluarga memang sangat penting bagi Jaenal. Apalagi, dia sempat gagal meraih medali di nomor 100 meter T54 dan 400 meter T54 ketika keluarganya menonton langsung di stadion. "Mungkin waktu itu belum ada rezeki," tutur dia, dikutip Antara.

Sementara mengenai pencapaian medali peraknya, Jaenal mengaku tidak menargetkan itu sebelumnya. 

Pasalnya, lawan-lawan Jaenal di nomor 200 meter T54 putra merupakan atlet-atlet dunia dari China. Saat dia merebut perak dengan catatan waktu 26,21 detik, dia diapit oleh dua atlet China yakni Zhang Yong yang mendapatkan perunggu dengan waktu 26,32 detik serta peraih medali emas Liu Yang dengan waktu 25,66 detik. "Catatan waktu saya itu bukan yang terbaik. Torehan tercepat saya buat di turnamen Grand Prix Para-atletik Dunia di Beijing, China pada Mei 2018," kata Jaenal, yang dalam turnamen di Beijing tersebut sukses meraup medali emas.

Berikutnya, Jaenal Aripin menargetkan bertanding di Paralimpiade tahun 2020 di Tokyo. Namun sebelum ke sana, dia harus mengikuti beberapa turnamen tingkat dunia agar lolos kualifikasi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Tangis atlet para-atletik Indonesia Jaenal Aripin pecah usai dirinya memastikan medali perak di nomor kursi roda 200 meter T54 putra Asian Para Games 2018, Jumat (12/10), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Air matanya tampak berlinang saat dia melakukan telepon video (video call) dengan keluarganya yang berada di Bandung, Jawa Barat. "Ini untuk kalian. Ini untuk kalian," kata Jaenal usai bertanding. 

Dukungan keluarga memang sangat penting bagi Jaenal. Apalagi, dia sempat gagal meraih medali di nomor 100 meter T54 dan 400 meter T54 ketika keluarganya menonton langsung di stadion. "Mungkin waktu itu belum ada rezeki," tutur dia, dikutip Antara.

Sementara mengenai pencapaian medali peraknya, Jaenal mengaku tidak menargetkan itu sebelumnya. 

Pasalnya, lawan-lawan Jaenal di nomor 200 meter T54 putra merupakan atlet-atlet dunia dari China. Saat dia merebut perak dengan catatan waktu 26,21 detik, dia diapit oleh dua atlet China yakni Zhang Yong yang mendapatkan perunggu dengan waktu 26,32 detik serta peraih medali emas Liu Yang dengan waktu 25,66 detik. "Catatan waktu saya itu bukan yang terbaik. Torehan tercepat saya buat di turnamen Grand Prix Para-atletik Dunia di Beijing, China pada Mei 2018," kata Jaenal, yang dalam turnamen di Beijing tersebut sukses meraup medali emas.

Berikutnya, Jaenal Aripin menargetkan bertanding di Paralimpiade tahun 2020 di Tokyo. Namun sebelum ke sana, dia harus mengikuti beberapa turnamen tingkat dunia agar lolos kualifikasi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com