Rabu, 12 Desember 2018 | 06:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Presiden Jokowi-PM Vietnam sepakat atasi hambatan ekspor otomotif

Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:51 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc bertemu bilateral di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali. Sumber foto: https://bit.ly/2CG0Yx9
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc bertemu bilateral di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali. Sumber foto: https://bit.ly/2CG0Yx9

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Vietnam Nguyn Xuan Phuc dalam pertemuan bilateral menyepakati untuk mengatasi hambatan ekspor produk otomotif Indonesia ke Vietnam.

Kedua pemimpin tersebut menggelar pertemuan bilateral untuk mempererat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). "Persis satu bulan yang lalu, saya dan Perdana Menteri Nguyn Xuân Phúc bertemu di Hanoi. Ini mencerminkan tingginya intensitas hubungan bilateral yang didasarkan kemitraan strategis Indonesia dan Vietnam," kata Presiden Jokowi.

Selepas pertemuan, keduanya memberikan pernyataan bersama kepada pers. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam semakin mengintensifkan hubungan kerja sama dan bilateral selama beberapa waktu belakangan. Menindaklanjuti sejumlah kerja sama yang telah tercapai, Presiden berterima kasih kepada Pemerintah Vietnam atas perhatian yang diberikan kepada investor-investor Indonesia yang berinvestasi di Vietnam. 

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi bantuan Pemerintah Vietnam atas hambatan ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam beberapa waktu lalu. "Saya juga mengapresiasi kerja sama (dengan Pemerintah Vietnam) dalam mengatasi hambatan ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan keinginan sejumlah pengusaha Indonesia untuk menjajaki pasar baru di Vietnam. Pasar-pasar tersebut antara lain berkaitan dengan produk-produk farmasi dan alat kesehatan.

Selain itu, kedua negara juga mempererat kerja sama di sejumlah bidang lain seperti perundingan zona ekonomi eksklusif masing-masing negara, pemberantasan pencurian ikan, dan kerja sama memajukan ASEAN. "Dua hari setelah pertemuan di Hanoi, tim teknis perundingan zona ekonomi eksklusif (ZEE) sudah melakukan pertemuan guna mencari solusi yang saling menguntungkan. Kita sepakat terus mendorong tim perunding untuk mengintensifkan dan segera menyelesaikan perundingan," tuturnya.

Sementara, Perdana Menteri Vietnam mengatakan bahwa kedua negara sama-sama menyetujui untuk saling meningkatkan perdagangan. "Kami membuat terobosan baru dan membawa kerja sama ekonomi menjadi pilar utama kemitraan strategis dan berkeinginan untuk membawa neraca perdagangan lebih berkembang. Saya dan Yang Mulia (Presiden Jokowi) juga bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim," ucapnya.

Perdana Menteri Vietnam juga meyakini bahwa hubungan bilateral kedua negara yang semakin meningkat ini akan menguntungkan kedua belah pihak di masa mendatang. "Saya percaya bahwa hubungan kemitraan strategis antara Vietnam dan Indonesia akan berkembang lebih cepat dan kuat demi kepentingan kedua negara, serta menjaga perdamaian, kestabilan, dan kesejahteraan di kawasan," katanya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Vietnam Nguyn Xuan Phuc dalam pertemuan bilateral menyepakati untuk mengatasi hambatan ekspor produk otomotif Indonesia ke Vietnam.

Kedua pemimpin tersebut menggelar pertemuan bilateral untuk mempererat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi di sela rangkaian acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). "Persis satu bulan yang lalu, saya dan Perdana Menteri Nguyn Xuân Phúc bertemu di Hanoi. Ini mencerminkan tingginya intensitas hubungan bilateral yang didasarkan kemitraan strategis Indonesia dan Vietnam," kata Presiden Jokowi.

Selepas pertemuan, keduanya memberikan pernyataan bersama kepada pers. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam semakin mengintensifkan hubungan kerja sama dan bilateral selama beberapa waktu belakangan. Menindaklanjuti sejumlah kerja sama yang telah tercapai, Presiden berterima kasih kepada Pemerintah Vietnam atas perhatian yang diberikan kepada investor-investor Indonesia yang berinvestasi di Vietnam. 

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi bantuan Pemerintah Vietnam atas hambatan ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam beberapa waktu lalu. "Saya juga mengapresiasi kerja sama (dengan Pemerintah Vietnam) dalam mengatasi hambatan ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan keinginan sejumlah pengusaha Indonesia untuk menjajaki pasar baru di Vietnam. Pasar-pasar tersebut antara lain berkaitan dengan produk-produk farmasi dan alat kesehatan.

Selain itu, kedua negara juga mempererat kerja sama di sejumlah bidang lain seperti perundingan zona ekonomi eksklusif masing-masing negara, pemberantasan pencurian ikan, dan kerja sama memajukan ASEAN. "Dua hari setelah pertemuan di Hanoi, tim teknis perundingan zona ekonomi eksklusif (ZEE) sudah melakukan pertemuan guna mencari solusi yang saling menguntungkan. Kita sepakat terus mendorong tim perunding untuk mengintensifkan dan segera menyelesaikan perundingan," tuturnya.

Sementara, Perdana Menteri Vietnam mengatakan bahwa kedua negara sama-sama menyetujui untuk saling meningkatkan perdagangan. "Kami membuat terobosan baru dan membawa kerja sama ekonomi menjadi pilar utama kemitraan strategis dan berkeinginan untuk membawa neraca perdagangan lebih berkembang. Saya dan Yang Mulia (Presiden Jokowi) juga bersepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim," ucapnya.

Perdana Menteri Vietnam juga meyakini bahwa hubungan bilateral kedua negara yang semakin meningkat ini akan menguntungkan kedua belah pihak di masa mendatang. "Saya percaya bahwa hubungan kemitraan strategis antara Vietnam dan Indonesia akan berkembang lebih cepat dan kuat demi kepentingan kedua negara, serta menjaga perdamaian, kestabilan, dan kesejahteraan di kawasan," katanya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com