Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Polda Jateng obati anggota pemakai Narkotika

Jumat, 12 Oktober 2018 - 15:09 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2pOrgoo
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2pOrgoo

Elshinta.com - Polda Jawa Tengah mengobati anggotanya yang positif menggunakan narkotika melalui instalasi rehabilitasi media Kupeduli Narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

"Ini baru pertama kali di Indonesia, terobosan kreatif dari Kabis Propam," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono, saat meresmikan instalasi Rehabilitasi Medis Hukuman Pembinaan Perawatan Terpadu Anggota Polri Terlibat Narkoba (Kupeduli Narkoba), di Semarang, Jumat (12/10).

Menurutnya, peredaran narkotika saat ini sudah menyebar ke semua lini, termasuk kepolisian.

Ia menuturkan, program rehabilitasi polisi yan terpapar narkotika itu mensinergikan seluruh pemangku kepentingan yang ada di kepolisian.

Anggota Polri dari berbagai kesatuan yang diketahui memakai narkotika selanjutnya akan menjalani proses rehabilitasi di instalasi ini selama dua pekan.

Ia menambahkan, setelah menjalani rehabilitasi mereka akan dikirim ke Satuan Brimob untuk memperolah pelatihan fisik dan bela negara.

Menurutnya, rehabilitasi melalui layanan medis ini sudah melaksanakan tiga gelombang pengobatan yang diikuti oleh 80 anggota Polri.

Ia menegaskan, proses rehabilitasi dijalani setelah anggota Polri yang bersangkutan menjalani sidang kode etik dan menjalani hukuman, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Polda Jawa Tengah mengobati anggotanya yang positif menggunakan narkotika melalui instalasi rehabilitasi media Kupeduli Narkoba di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

"Ini baru pertama kali di Indonesia, terobosan kreatif dari Kabis Propam," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono, saat meresmikan instalasi Rehabilitasi Medis Hukuman Pembinaan Perawatan Terpadu Anggota Polri Terlibat Narkoba (Kupeduli Narkoba), di Semarang, Jumat (12/10).

Menurutnya, peredaran narkotika saat ini sudah menyebar ke semua lini, termasuk kepolisian.

Ia menuturkan, program rehabilitasi polisi yan terpapar narkotika itu mensinergikan seluruh pemangku kepentingan yang ada di kepolisian.

Anggota Polri dari berbagai kesatuan yang diketahui memakai narkotika selanjutnya akan menjalani proses rehabilitasi di instalasi ini selama dua pekan.

Ia menambahkan, setelah menjalani rehabilitasi mereka akan dikirim ke Satuan Brimob untuk memperolah pelatihan fisik dan bela negara.

Menurutnya, rehabilitasi melalui layanan medis ini sudah melaksanakan tiga gelombang pengobatan yang diikuti oleh 80 anggota Polri.

Ia menegaskan, proses rehabilitasi dijalani setelah anggota Polri yang bersangkutan menjalani sidang kode etik dan menjalani hukuman, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 07:46 WIB

BMKG pasang 20 sensor gempa di Sulteng

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:46 WIB

Polresta Malang gerebek toko pembuat miras oplosan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com