Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:51 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Bekas lokasi bencana likuifaksi akan jadi ruang terbuka hijau

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:16 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OO1cbp
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OO1cbp

Elshinta.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menjadikan dua lokasi bekas bencana likuifaksi, yaitu wilayah Petobo dan Balaroa sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

"Pemprov Sulawesi Tengah berencana akan membangun Monumen Bencana Likuifaksi di Wilayah Kelurahan Petobo dan Balaroa, Palu," sebagaimana dihimpun dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (12/10).

Sesuai dengan rekomendasi Badan Geologi Kementeriaan ESDM, di lokasi terjadinya bencana likuifaksi tidak lagi dijadikan sebagai lokasi hunian agar tidak terulang hal yang sama seperti yang saat ini terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana geologi.

"Menurut laporan yang saya terima dari Badan Geologi , daerah ini dulunya adalah swamp (rawa-rawa) sehingga memungkinkan atau rawan terhadap terjadinya likuifaksi," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar saat meninjau lokasi terjadi bencana likuifaksi.

Tiga wilayah yang alami kejadian likuifaksi yaitu pertama Kelurahan Petobo, kedua Balaroa, dan ketiga Kelurahan Jono Oge di Kabupaten Sigi.

Dari ketiga wilayah itu, dua lokasi direkomendasikan untuk tidak didiami yakni Kelurahan Petobo dan Balaroa, karena kedua lokasi ini mengalami bencana likuifaksi yang masif sedangkan Jono Oge tidak.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:46 WIB

Menko Polhukam gelar rakorsus terkait pembakaran Bendera Tauhid

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 17:27 WIB

Wapres: Dana Kelurahan tidak untuk mencakup semua kelurahan

Inspirasi | 23 Oktober 2018 - 17:01 WIB

Gadjian, aplikasi bantu UKM mengelola administrasi

Elshinta.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menjadikan dua lokasi bekas bencana likuifaksi, yaitu wilayah Petobo dan Balaroa sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

"Pemprov Sulawesi Tengah berencana akan membangun Monumen Bencana Likuifaksi di Wilayah Kelurahan Petobo dan Balaroa, Palu," sebagaimana dihimpun dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (12/10).

Sesuai dengan rekomendasi Badan Geologi Kementeriaan ESDM, di lokasi terjadinya bencana likuifaksi tidak lagi dijadikan sebagai lokasi hunian agar tidak terulang hal yang sama seperti yang saat ini terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana geologi.

"Menurut laporan yang saya terima dari Badan Geologi , daerah ini dulunya adalah swamp (rawa-rawa) sehingga memungkinkan atau rawan terhadap terjadinya likuifaksi," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar saat meninjau lokasi terjadi bencana likuifaksi.

Tiga wilayah yang alami kejadian likuifaksi yaitu pertama Kelurahan Petobo, kedua Balaroa, dan ketiga Kelurahan Jono Oge di Kabupaten Sigi.

Dari ketiga wilayah itu, dua lokasi direkomendasikan untuk tidak didiami yakni Kelurahan Petobo dan Balaroa, karena kedua lokasi ini mengalami bencana likuifaksi yang masif sedangkan Jono Oge tidak.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com