Rabu, 12 Desember 2018 | 15:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Peluang

Jangan ragu investasi di fintech, Inilah daftar 67 P2P Lending yang terdaftar di OJK

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:58 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2CbsnGk
Sumber foto: https://bit.ly/2CbsnGk

Elshinta.com - Kehadiran financial technology turut membantu masyarakat dalam mengakses pendanaan atau modal yang selama ini terbatas hanya pada lembaga keuangan seperti perbankan. Prosesnya yang cukup memakan waktu, ditambah aturan yang seringkali menyulitkan bagi pelaku usaha kecil membuat masyarakat masih kesulitan dalam mendapatkan permodalan. 

Salah satu pilihan akses permodalan yang baru beberapa tahun ini muncul adalah peer to peer lending (P2P Lending). Peer to peer lending merupakan praktik pemberian pendanaan yang diberikan kepada individu maupun pelaku bisnis dari dana yang dikumpulkan dari orang-orang yang mau meminjamkan uangnya. Secara sederhana, platfrom Peer to Peer Lending ini menghubungkan peminjam uang dengan orang yang mau meminjamkan uangnya. 

Berbeda dengan pendanaan dari bank yang seringkali membutuhkan proses dan waktu panjang, peer to peer lending mengklaim dapat memotong rantai birokrasi sehingga prosesnya lebih cepat. Sementara itu, bagi masyarakat yang memiliki dana lebih, kehadiran fintech P2P Lending juga dapat dijadikan sebagai wadah investasi pilihan. 

Selain mudah, imbal hasilnya pun tak kalah dengan berinvestasi di instrument lain seperti deposito. Rata-rata imbal hasil yang ditawarkan oleh fintech P2P Lending berkisar antara 10%-18% per tahun. Sementara deposito berkisar antara 4,25% – 6%.

Namun, berinvestasi di fintech harus sangat waspada mengingat masih cukup banyak yang belum terdaftar. Salah satu langkah wajib sebelum berinvestasi adalah mengecek legalitas dari penyelenggara investasinya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk anda yang berniat berinvestasi di P2P Lending, berikut daftar layanan P2P Lending terdaftar yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai dengan September 2018. 

1. PT Pasar Dana Pinajaman (Danamas)
2. PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)
3. PT Amartha Mikro Fintek (Amartha)
4. PT Investree Radhika Jaya (Investree)
5. PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)
6. PT Pendanaan Teknologi Nusa (Pendanaan.com)
7. PT Simplefi Teknologi Indonesia (AwanTunai)
8. PT Aman Cermat Cepat (KlikACC)
9. PT mediator Komunitas Indonesia (CROWDO)
10. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran)
11. PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman)
12. PT Indo Fin Tek (Dompet Kilat)
13. PT Indonusa Bara Sejahtera (Taralite)
14. PT Fintegra Homido Indonesia (FINTAG)
15. PT Sol Mitra Fintech (Invoila)
16. PT Creative Mobile Adventure (KIMO)
17. PT Digital Tunai Kita (TunaiKita)
18. PT iGrow Resources Indonesia (Igrow)
19. PT Qredit Indonesia Satu (Qreditt)
20. PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil)
21. PT Intekno Raya (Dana Merdeka)
22. PT Kas Wagon Indonesia (Cas Wagon)
23. PT Esta Kapital Fintek Syariah (Ammana)
24. PT Ammana Fintek Syariah (Ammana)
25. PT Gradana Teknoruci Indonesia (Gradana)
26. PT Mapan Global Reksa (Dana Mapan)
27. PT Aktivaku Investatama Teknologi (Aktivaku)
28. PT Dana Kini Indonesia (Danakini)
29. PT Oriente Mas Sejahtera (Finmas)
30. PT Digital Synergy Technology (RupiahPlus)
31. PT Toko Modal Mitra Usaha (Toko Modal)
32. PT Finaccel Digital Indonesia (Kredivo)
33. PT Artha Dana Teknologi (Indodana)
34. PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar)
35. PT Dana Pinjaman Inklusif (Pinjamango)
36. PT Perlu Fintech Indonesia (iternak)
37. PT Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar)
38. PT Fintek Digital Indonesia (Kredito)
39. PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde)
40. PT Kredit Plus Teknologi (PinjamGampang)
41. PT Tani Fund Madani Indonesia (TaniFund)
42. PT Bursa Ekselerasi Indonesia (IndoFund)
43. PT Mulia Inovasi Digital (Danain)
44. PT Semesta Gerakan Persada (SGP Indonesia)
45. PT Tri Digi Fin (KreditPro)
46. PT Grha Dana Bersama (Avantee)
47. PT Glotech Prima Vista (Do-it)
48. PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat)
49. PT Layanan Keuangan Berbagi (Danarupiah)
50. PT Digital Micro Indonesia (Dana Bijak)
51. PT Artha Permata Makmur (Cash Cepat)
52. PT Seva Kreasi Digital (Dana Laut)
53. PT Dana Syariah Indonesia (Dana Syariah)
54. PT Solusi Financial Inklusif Indonesia (Telefin)
55. PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat)
56. PT Kawan Cicil Teknologi Utama (Kawan Cicil)
57. PT Satustop Finansial Solusi (Sanders)
58. PT Alfa Finance Indonesia (Kredit Cepat)
59. PT Uangme Fintek Indonesia (Uangme)
60. PT Finansial Integrasi Teknologi (Pinjam Modal)
61. PT Standford Teknologi Indonesia (Pinjam Duit)
62. PT Kuaikuai Tech Indonesia (Pinjam Yuk)
63. PT Indonesia Fintopia Technology (Easy CashP)
64. PT Julo Teknologi Finansial (Julo)
65. PT Astra Welab Digital Artha (Mau Cash)
66. PT Finlink Technology Indonesia (Rupiah One)
67. PT Pohon Dana Indonesia (Pohon Dana)

Anda bisa membaca artikel-artikel menarik lainnya seputar investasi pada eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjung elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi-edisi lainnya. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:34 WIB

Langkat raih penghargaan kabupaten peduli HAM

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 15:26 WIB

Jokowi resmikan pembukaan Rakernas Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia 2018

Kriminalitas | 12 Desember 2018 - 15:09 WIB

Polisi jadi korban aksi penyerangan di Polsek Ciracas

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 14:57 WIB

Polri bentuk tim cari perusak Mapolsek Ciracas Jaktim

Hukum | 12 Desember 2018 - 14:45 WIB

KPK panggil Ketua Pengadilan Negeri Semarang

Elshinta.com - Kehadiran financial technology turut membantu masyarakat dalam mengakses pendanaan atau modal yang selama ini terbatas hanya pada lembaga keuangan seperti perbankan. Prosesnya yang cukup memakan waktu, ditambah aturan yang seringkali menyulitkan bagi pelaku usaha kecil membuat masyarakat masih kesulitan dalam mendapatkan permodalan. 

Salah satu pilihan akses permodalan yang baru beberapa tahun ini muncul adalah peer to peer lending (P2P Lending). Peer to peer lending merupakan praktik pemberian pendanaan yang diberikan kepada individu maupun pelaku bisnis dari dana yang dikumpulkan dari orang-orang yang mau meminjamkan uangnya. Secara sederhana, platfrom Peer to Peer Lending ini menghubungkan peminjam uang dengan orang yang mau meminjamkan uangnya. 

Berbeda dengan pendanaan dari bank yang seringkali membutuhkan proses dan waktu panjang, peer to peer lending mengklaim dapat memotong rantai birokrasi sehingga prosesnya lebih cepat. Sementara itu, bagi masyarakat yang memiliki dana lebih, kehadiran fintech P2P Lending juga dapat dijadikan sebagai wadah investasi pilihan. 

Selain mudah, imbal hasilnya pun tak kalah dengan berinvestasi di instrument lain seperti deposito. Rata-rata imbal hasil yang ditawarkan oleh fintech P2P Lending berkisar antara 10%-18% per tahun. Sementara deposito berkisar antara 4,25% – 6%.

Namun, berinvestasi di fintech harus sangat waspada mengingat masih cukup banyak yang belum terdaftar. Salah satu langkah wajib sebelum berinvestasi adalah mengecek legalitas dari penyelenggara investasinya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk anda yang berniat berinvestasi di P2P Lending, berikut daftar layanan P2P Lending terdaftar yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai dengan September 2018. 

1. PT Pasar Dana Pinajaman (Danamas)
2. PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)
3. PT Amartha Mikro Fintek (Amartha)
4. PT Investree Radhika Jaya (Investree)
5. PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)
6. PT Pendanaan Teknologi Nusa (Pendanaan.com)
7. PT Simplefi Teknologi Indonesia (AwanTunai)
8. PT Aman Cermat Cepat (KlikACC)
9. PT mediator Komunitas Indonesia (CROWDO)
10. PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran)
11. PT Digital Alpha Indonesia (UangTeman)
12. PT Indo Fin Tek (Dompet Kilat)
13. PT Indonusa Bara Sejahtera (Taralite)
14. PT Fintegra Homido Indonesia (FINTAG)
15. PT Sol Mitra Fintech (Invoila)
16. PT Creative Mobile Adventure (KIMO)
17. PT Digital Tunai Kita (TunaiKita)
18. PT iGrow Resources Indonesia (Igrow)
19. PT Qredit Indonesia Satu (Qreditt)
20. PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil)
21. PT Intekno Raya (Dana Merdeka)
22. PT Kas Wagon Indonesia (Cas Wagon)
23. PT Esta Kapital Fintek Syariah (Ammana)
24. PT Ammana Fintek Syariah (Ammana)
25. PT Gradana Teknoruci Indonesia (Gradana)
26. PT Mapan Global Reksa (Dana Mapan)
27. PT Aktivaku Investatama Teknologi (Aktivaku)
28. PT Dana Kini Indonesia (Danakini)
29. PT Oriente Mas Sejahtera (Finmas)
30. PT Digital Synergy Technology (RupiahPlus)
31. PT Toko Modal Mitra Usaha (Toko Modal)
32. PT Finaccel Digital Indonesia (Kredivo)
33. PT Artha Dana Teknologi (Indodana)
34. PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar)
35. PT Dana Pinjaman Inklusif (Pinjamango)
36. PT Perlu Fintech Indonesia (iternak)
37. PT Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar)
38. PT Fintek Digital Indonesia (Kredito)
39. PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde)
40. PT Kredit Plus Teknologi (PinjamGampang)
41. PT Tani Fund Madani Indonesia (TaniFund)
42. PT Bursa Ekselerasi Indonesia (IndoFund)
43. PT Mulia Inovasi Digital (Danain)
44. PT Semesta Gerakan Persada (SGP Indonesia)
45. PT Tri Digi Fin (KreditPro)
46. PT Grha Dana Bersama (Avantee)
47. PT Glotech Prima Vista (Do-it)
48. PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat)
49. PT Layanan Keuangan Berbagi (Danarupiah)
50. PT Digital Micro Indonesia (Dana Bijak)
51. PT Artha Permata Makmur (Cash Cepat)
52. PT Seva Kreasi Digital (Dana Laut)
53. PT Dana Syariah Indonesia (Dana Syariah)
54. PT Solusi Financial Inklusif Indonesia (Telefin)
55. PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat)
56. PT Kawan Cicil Teknologi Utama (Kawan Cicil)
57. PT Satustop Finansial Solusi (Sanders)
58. PT Alfa Finance Indonesia (Kredit Cepat)
59. PT Uangme Fintek Indonesia (Uangme)
60. PT Finansial Integrasi Teknologi (Pinjam Modal)
61. PT Standford Teknologi Indonesia (Pinjam Duit)
62. PT Kuaikuai Tech Indonesia (Pinjam Yuk)
63. PT Indonesia Fintopia Technology (Easy CashP)
64. PT Julo Teknologi Finansial (Julo)
65. PT Astra Welab Digital Artha (Mau Cash)
66. PT Finlink Technology Indonesia (Rupiah One)
67. PT Pohon Dana Indonesia (Pohon Dana)

Anda bisa membaca artikel-artikel menarik lainnya seputar investasi pada eMajels edisi Oktober 2018. Klik di sini untuk membaca atau kunjung elshinta.com/majalah-elshinta untuk edisi-edisi lainnya. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com