Rabu, 12 Desember 2018 | 04:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Ratusan peserta upacara hadiri peringatan wafatnya Pangeran Antasari

Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:19 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Suasana Upacara Peringatan 156 tahun wafatnya Pangeran Antasari di Banjarmasin, Kamis (11/10). Foto: Syahri Ruslan/Elshinta
Suasana Upacara Peringatan 156 tahun wafatnya Pangeran Antasari di Banjarmasin, Kamis (11/10). Foto: Syahri Ruslan/Elshinta

Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memimpin langsung acara ziarah dan peringatan 156 tahun wafatnay Pangeran Antasari di Pusara Makam Pangeran Antasari, Banjarmasin Utara, Kamis (11/10).

Ratusan peserta upacara yang hadir, di antaranya siswa sekolah SD hingga SMA, Sekda Prov Abdul Haris Makkie, Forkopimda Kalsel dan Ketua DPRD kalsel, mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu, mengaku terenyuh dan meneteskan air mata, karena berharap sikap nasionalisme yang diwariskan Pangeran Antasari terus dikenang masyarakat Kalsel.

“Kita harus terus mengingat sejarah. Nasionalisme Pangeran Antasari memang sangat cukup tangguh di masa perjuangan. Beliau tidak goyah walau dengan bujukan apapun oleh penjajah Belanda,” jelas Paman Birin sebagaimana dilaporkan Kontributor Elshinta Syahri Ruslan.

Karena itu, lanjut Gubernur Kalsel, sikap nasionalisme yang sudah ditunjukan Pangeran Antasari harus terus terpupuk di jiwa warga Kalsel. Ditambah lagi, kata dia, generasi muda penerus bangsa, harus mengingat dan menggunakan semboyan “haram manyarah, waja sampai kaputing” yang mempunyai pengertian, haram hukumnya menyerah kepada musuh, tak tergoyahkan, ulet, tabah sampai akhir.

“Semboyan tersebut mempunyai makna juga, kita harus terus berjuang. Apalagi membangun banua kita supaya terus sejahtera dan maju,” imbuh dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memimpin langsung acara ziarah dan peringatan 156 tahun wafatnay Pangeran Antasari di Pusara Makam Pangeran Antasari, Banjarmasin Utara, Kamis (11/10).

Ratusan peserta upacara yang hadir, di antaranya siswa sekolah SD hingga SMA, Sekda Prov Abdul Haris Makkie, Forkopimda Kalsel dan Ketua DPRD kalsel, mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu, mengaku terenyuh dan meneteskan air mata, karena berharap sikap nasionalisme yang diwariskan Pangeran Antasari terus dikenang masyarakat Kalsel.

“Kita harus terus mengingat sejarah. Nasionalisme Pangeran Antasari memang sangat cukup tangguh di masa perjuangan. Beliau tidak goyah walau dengan bujukan apapun oleh penjajah Belanda,” jelas Paman Birin sebagaimana dilaporkan Kontributor Elshinta Syahri Ruslan.

Karena itu, lanjut Gubernur Kalsel, sikap nasionalisme yang sudah ditunjukan Pangeran Antasari harus terus terpupuk di jiwa warga Kalsel. Ditambah lagi, kata dia, generasi muda penerus bangsa, harus mengingat dan menggunakan semboyan “haram manyarah, waja sampai kaputing” yang mempunyai pengertian, haram hukumnya menyerah kepada musuh, tak tergoyahkan, ulet, tabah sampai akhir.

“Semboyan tersebut mempunyai makna juga, kita harus terus berjuang. Apalagi membangun banua kita supaya terus sejahtera dan maju,” imbuh dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com