Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Ratusan peserta upacara hadiri peringatan wafatnya Pangeran Antasari

Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:19 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Suasana Upacara Peringatan 156 tahun wafatnya Pangeran Antasari di Banjarmasin, Kamis (11/10). Foto: Syahri Ruslan/Elshinta
Suasana Upacara Peringatan 156 tahun wafatnya Pangeran Antasari di Banjarmasin, Kamis (11/10). Foto: Syahri Ruslan/Elshinta

Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memimpin langsung acara ziarah dan peringatan 156 tahun wafatnay Pangeran Antasari di Pusara Makam Pangeran Antasari, Banjarmasin Utara, Kamis (11/10).

Ratusan peserta upacara yang hadir, di antaranya siswa sekolah SD hingga SMA, Sekda Prov Abdul Haris Makkie, Forkopimda Kalsel dan Ketua DPRD kalsel, mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu, mengaku terenyuh dan meneteskan air mata, karena berharap sikap nasionalisme yang diwariskan Pangeran Antasari terus dikenang masyarakat Kalsel.

“Kita harus terus mengingat sejarah. Nasionalisme Pangeran Antasari memang sangat cukup tangguh di masa perjuangan. Beliau tidak goyah walau dengan bujukan apapun oleh penjajah Belanda,” jelas Paman Birin sebagaimana dilaporkan Kontributor Elshinta Syahri Ruslan.

Karena itu, lanjut Gubernur Kalsel, sikap nasionalisme yang sudah ditunjukan Pangeran Antasari harus terus terpupuk di jiwa warga Kalsel. Ditambah lagi, kata dia, generasi muda penerus bangsa, harus mengingat dan menggunakan semboyan “haram manyarah, waja sampai kaputing” yang mempunyai pengertian, haram hukumnya menyerah kepada musuh, tak tergoyahkan, ulet, tabah sampai akhir.

“Semboyan tersebut mempunyai makna juga, kita harus terus berjuang. Apalagi membangun banua kita supaya terus sejahtera dan maju,” imbuh dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Hukum | 18 Oktober 2018 - 18:36 WIB

Roro Fitria divonis empat tahun penjara

Elshinta.com - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memimpin langsung acara ziarah dan peringatan 156 tahun wafatnay Pangeran Antasari di Pusara Makam Pangeran Antasari, Banjarmasin Utara, Kamis (11/10).

Ratusan peserta upacara yang hadir, di antaranya siswa sekolah SD hingga SMA, Sekda Prov Abdul Haris Makkie, Forkopimda Kalsel dan Ketua DPRD kalsel, mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Paman Birin, sapaan familiar Gubernur Kalsel itu, mengaku terenyuh dan meneteskan air mata, karena berharap sikap nasionalisme yang diwariskan Pangeran Antasari terus dikenang masyarakat Kalsel.

“Kita harus terus mengingat sejarah. Nasionalisme Pangeran Antasari memang sangat cukup tangguh di masa perjuangan. Beliau tidak goyah walau dengan bujukan apapun oleh penjajah Belanda,” jelas Paman Birin sebagaimana dilaporkan Kontributor Elshinta Syahri Ruslan.

Karena itu, lanjut Gubernur Kalsel, sikap nasionalisme yang sudah ditunjukan Pangeran Antasari harus terus terpupuk di jiwa warga Kalsel. Ditambah lagi, kata dia, generasi muda penerus bangsa, harus mengingat dan menggunakan semboyan “haram manyarah, waja sampai kaputing” yang mempunyai pengertian, haram hukumnya menyerah kepada musuh, tak tergoyahkan, ulet, tabah sampai akhir.

“Semboyan tersebut mempunyai makna juga, kita harus terus berjuang. Apalagi membangun banua kita supaya terus sejahtera dan maju,” imbuh dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com