Selasa, 18 Desember 2018 | 01:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Kekeringan bertambah di enam desa Lumajang

Jumat, 12 Oktober 2018 - 19:31 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Efendi Murdiono/Radio Elshinta

Elshinta.com - Musim kemarau menambah data kekeringan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di mana enam desa turut terserang bencana ini yang membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, data kekeringan di Lumajang dari jumlah enam belas desa bertambah karena kemarau panjang bertambah, yaitu di Desa Blukon, Desa Boreng, Desa Meraan, Desa Dadapan, Desa Bantaran dan Desa Kalisemut.

Dengan bertambahnya jumlah desa mengalami kekeringan, secara otomatis BPBD menganalisa dan asesmen setelah adanya laporan resmi dari kepala desa dikuatkan data lapangan dari tim BPBD. "Hasil laporan terlampir di teruskan kepada bupati untuk syarat penyuplaian air bersih dalam pemenuhan minum dan masak", kata Wawan Hadi.

Dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Wawan memaparkan, sumber mata air di wilayah kekeringan debitnya terus mengecil sehingga tidak mencukupi pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat. Pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi dengan para ahli terkait sumber mata air yang ada, jika kondisinya besar dan mencakup kebutuhan masyarakat akan dilanjutkan pengajuan proposal anggaran. Sumber mata air yang ada itu nantinya akan dibuat tandon yang seterusnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Wawan berharap hujan dapat segera datang agar kebutuhan dasar tersebut dapat teratasi. Meski demikian, BPBD kedepan akan terus melakukan rapat lintas sektoral menjaga lingkungan demi keselamatan alam dalam jangka panjang.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Musim kemarau menambah data kekeringan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di mana enam desa turut terserang bencana ini yang membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Mohammad Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, data kekeringan di Lumajang dari jumlah enam belas desa bertambah karena kemarau panjang bertambah, yaitu di Desa Blukon, Desa Boreng, Desa Meraan, Desa Dadapan, Desa Bantaran dan Desa Kalisemut.

Dengan bertambahnya jumlah desa mengalami kekeringan, secara otomatis BPBD menganalisa dan asesmen setelah adanya laporan resmi dari kepala desa dikuatkan data lapangan dari tim BPBD. "Hasil laporan terlampir di teruskan kepada bupati untuk syarat penyuplaian air bersih dalam pemenuhan minum dan masak", kata Wawan Hadi.

Dilaporkan Kontributor Elshinta Efendi Murdiono, Wawan memaparkan, sumber mata air di wilayah kekeringan debitnya terus mengecil sehingga tidak mencukupi pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat. Pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi dengan para ahli terkait sumber mata air yang ada, jika kondisinya besar dan mencakup kebutuhan masyarakat akan dilanjutkan pengajuan proposal anggaran. Sumber mata air yang ada itu nantinya akan dibuat tandon yang seterusnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Wawan berharap hujan dapat segera datang agar kebutuhan dasar tersebut dapat teratasi. Meski demikian, BPBD kedepan akan terus melakukan rapat lintas sektoral menjaga lingkungan demi keselamatan alam dalam jangka panjang.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com