Kamis, 13 Desember 2018 | 14:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Formasi dokter spesialis belum ada peminat dari 29 ribu pendaftar CPNS Pemprov Jabar

Jumat, 12 Oktober 2018 - 17:52 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa saat meninjau lokasi verifikasi pendaftar CPNS Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di UNPAD Training Center, Kamis (11/10). Foto: Nico Aquaresta/Elshinta
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa saat meninjau lokasi verifikasi pendaftar CPNS Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di UNPAD Training Center, Kamis (11/10). Foto: Nico Aquaresta/Elshinta

Elshinta.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menyayangkan animo masyarakat yang membludak saat pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayahnya, namun belum ada satupun peminat untuk formasi dokter spesialis.

“Animo masyarakat sampai hari Kamis (11/10) jam 14.00 WIB yang mendaftar 1.085 formasi mencapai 29.000 pendaftar. Namun demikian agak disesalkan ada beberapa yang sangat kami butuhkan justru formasinya belum ada yang mendaftar. Salah satunya adalah dokter spesialis,” ungkapnya saat meninjau lokasi verifikasi pendaftar CPNS Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di UNPAD Training Center, Kamis (11/10).

Dilaporkan Kontributor Elshinta Nico Aquaresta, Iwa mengatakan BKD Provinsi Jawa Barat, Ombudsman Jawa Barat dan BKN terus berkomitmen untuk melaksanakan seleksi CPNS semaksimal mungkin. Salah satunya dengan melakukan kerjasama antara BKN Provinsi Jawa Barat dan Bupati/Walikota Se-Jawa Barat melalui perjanjian sarana prasarana penggunaan Computer Assisted Test (CAT).

“Selanjutnya sekarang di tahapan implementasi seleksi menggunakan CAT. Alat ini sudah teruji secara transparan dan terbuka, sehingga peserta CPNS setelah tes saat itu juga bisa diketahui hasilnya,” ujar Iwa.

Melalui perpanjangan waktu hingga 15 Oktober 2018, Iwa berharap, akan ada peminat untuk mendaftar pada formasi yang masih kosong. (Nico Aquaresta)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

Elshinta.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa menyayangkan animo masyarakat yang membludak saat pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayahnya, namun belum ada satupun peminat untuk formasi dokter spesialis.

“Animo masyarakat sampai hari Kamis (11/10) jam 14.00 WIB yang mendaftar 1.085 formasi mencapai 29.000 pendaftar. Namun demikian agak disesalkan ada beberapa yang sangat kami butuhkan justru formasinya belum ada yang mendaftar. Salah satunya adalah dokter spesialis,” ungkapnya saat meninjau lokasi verifikasi pendaftar CPNS Provinsi Jawa Barat tahun 2018 di UNPAD Training Center, Kamis (11/10).

Dilaporkan Kontributor Elshinta Nico Aquaresta, Iwa mengatakan BKD Provinsi Jawa Barat, Ombudsman Jawa Barat dan BKN terus berkomitmen untuk melaksanakan seleksi CPNS semaksimal mungkin. Salah satunya dengan melakukan kerjasama antara BKN Provinsi Jawa Barat dan Bupati/Walikota Se-Jawa Barat melalui perjanjian sarana prasarana penggunaan Computer Assisted Test (CAT).

“Selanjutnya sekarang di tahapan implementasi seleksi menggunakan CAT. Alat ini sudah teruji secara transparan dan terbuka, sehingga peserta CPNS setelah tes saat itu juga bisa diketahui hasilnya,” ujar Iwa.

Melalui perpanjangan waktu hingga 15 Oktober 2018, Iwa berharap, akan ada peminat untuk mendaftar pada formasi yang masih kosong. (Nico Aquaresta)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com