Selasa, 18 Desember 2018 | 01:09 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Anak-anak korban gempa lumpur Petobo jalani pembinaan psikologi

Jumat, 12 Oktober 2018 - 19:55 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RJueaH
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RJueaH

Elshinta.com - Sejumlah anak-anak korban gempa di sertai lumpur di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulteng, mulai mengikuti sejumlah kegiatan sebagai pembinaan psikologi.

"Pak Kapolri menugaskan para psikolog dan konselor untuk melakukan program `trauma healing`," kata Ketua tim Trauma Healing yang bekerja sama dengan Polda Sulawesi Tengah dan Polda Kalimantan Selatan, AKBP Nuvian Susilo, di Petobo, Jumat (12/10).

Pembinaan psikologi terhadap anak-anak korban gempa dilakukan oleh Satuan Tugas Polwan dan Bhayangkari Indonesia yang diketuai oleh AKBP Nuvian.

Ada sekitar 75 anak-anak korban gempa disertai lumpur dari Kelurahan Petobo diajak bernyanyi, bermain, menggambar, serta penanaman kemandirian jiwa untuk penguatan mental oleh tim trauma healing Polri.

"Selama sepekan ke depan, kami akan tetap di tenda-tenda pengungsian, untuk wilayah Petobo, Kawatuna dan Biromaru," kata AKBP Nuvian, dikutip Antara.

40 personel yang terdiri dari Polwan dan Bhayangkari serta psikolog dan konselor yang tergabung dalam tim trauma healing akan terus lakukan pembinaan kepada warga.

Kegiatan trauma healing di Kelurahan Petobo saat ini sudah memasuki hari keempat.

Sebelumnya di Desa Lolu Biromau Kabupaten Sigi, Kelurahan Duyu, sebagian di wilayah Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi tepatnya di Kelurahan Watusampu telah dilakukan hal yang sama yaitu melakukan kegiatan trauma healing.

Selain itu, salah satu Ketua RT di Keluarahan Petobo, Soeharto merespon positif program trauma healing dari pihak Polri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Sejumlah anak-anak korban gempa di sertai lumpur di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulteng, mulai mengikuti sejumlah kegiatan sebagai pembinaan psikologi.

"Pak Kapolri menugaskan para psikolog dan konselor untuk melakukan program `trauma healing`," kata Ketua tim Trauma Healing yang bekerja sama dengan Polda Sulawesi Tengah dan Polda Kalimantan Selatan, AKBP Nuvian Susilo, di Petobo, Jumat (12/10).

Pembinaan psikologi terhadap anak-anak korban gempa dilakukan oleh Satuan Tugas Polwan dan Bhayangkari Indonesia yang diketuai oleh AKBP Nuvian.

Ada sekitar 75 anak-anak korban gempa disertai lumpur dari Kelurahan Petobo diajak bernyanyi, bermain, menggambar, serta penanaman kemandirian jiwa untuk penguatan mental oleh tim trauma healing Polri.

"Selama sepekan ke depan, kami akan tetap di tenda-tenda pengungsian, untuk wilayah Petobo, Kawatuna dan Biromaru," kata AKBP Nuvian, dikutip Antara.

40 personel yang terdiri dari Polwan dan Bhayangkari serta psikolog dan konselor yang tergabung dalam tim trauma healing akan terus lakukan pembinaan kepada warga.

Kegiatan trauma healing di Kelurahan Petobo saat ini sudah memasuki hari keempat.

Sebelumnya di Desa Lolu Biromau Kabupaten Sigi, Kelurahan Duyu, sebagian di wilayah Kecamatan Palu Barat dan Kecamatan Ulujadi tepatnya di Kelurahan Watusampu telah dilakukan hal yang sama yaitu melakukan kegiatan trauma healing.

Selain itu, salah satu Ketua RT di Keluarahan Petobo, Soeharto merespon positif program trauma healing dari pihak Polri.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com