Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

SDGs / Aktual SDGs

World Bank upayakan triliunan dolar untuk SDGs

Jumat, 12 Oktober 2018 - 19:42 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
CEO IFC Phillippe Le Houerou. Sumber foto: https://bit.ly/2pNuvfU
CEO IFC Phillippe Le Houerou. Sumber foto: https://bit.ly/2pNuvfU

Elshinta.com - International Finance Corporation (IFC) yang merupakan anggota World Bank Group mencari cara untuk mengarahkan dana triliunan dolar yang dimiliki investor besar ke penanaman modal berdampak positif untuk mendukung pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan prinsip bersama untuk mengelola investasi yang berdampak, mumpung pasar modal berdampak masih di tahap awal tumbuh dengan pesat," kata CEO IFC Phillippe Le Houerou pada salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

IFC memperkenalkan rancangan panduan investasi berdampak tersebut dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, dan menargetkan dapat disepakati pada Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia pada April 2019.

"Ambisi kami adalah bagaimana aset bernilai hampir 100 triliun dolar yang dimiliki investor besar dapat ditanamkan pada sektor yang berdampak positif bagi masyarakat," lanjut dia.

Secara umum, panduan IFC itu akan berisi prinsip-prinsip yang akan menjadi standar bagi pasar untuk investasi berdampak, yakni bahwa investor tidak hanya mencari keuntungan ekonomis, namun juga memperhatikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.

"Namun, kesepakatan bersama tentang apa saja investasi berdampak itu belum terbentuk sehingga banyak investasi yang dikucurkan sebagai investasi berdampak jatuh pada euforia sementara yang akhirnya merusak kepercayaan publik pada pasar," ungkap Houerou. Demikian dilansir Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - International Finance Corporation (IFC) yang merupakan anggota World Bank Group mencari cara untuk mengarahkan dana triliunan dolar yang dimiliki investor besar ke penanaman modal berdampak positif untuk mendukung pencapaian Target Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan prinsip bersama untuk mengelola investasi yang berdampak, mumpung pasar modal berdampak masih di tahap awal tumbuh dengan pesat," kata CEO IFC Phillippe Le Houerou pada salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10).

IFC memperkenalkan rancangan panduan investasi berdampak tersebut dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, dan menargetkan dapat disepakati pada Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia pada April 2019.

"Ambisi kami adalah bagaimana aset bernilai hampir 100 triliun dolar yang dimiliki investor besar dapat ditanamkan pada sektor yang berdampak positif bagi masyarakat," lanjut dia.

Secara umum, panduan IFC itu akan berisi prinsip-prinsip yang akan menjadi standar bagi pasar untuk investasi berdampak, yakni bahwa investor tidak hanya mencari keuntungan ekonomis, namun juga memperhatikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.

"Namun, kesepakatan bersama tentang apa saja investasi berdampak itu belum terbentuk sehingga banyak investasi yang dikucurkan sebagai investasi berdampak jatuh pada euforia sementara yang akhirnya merusak kepercayaan publik pada pasar," ungkap Houerou. Demikian dilansir Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com