Rabu, 12 Desember 2018 | 06:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah menguat 33 poin dipicu penurunan obligasi AS

Jumat, 12 Oktober 2018 - 18:02 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ygMKPx
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2ygMKPx

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat (12/10) sore bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp15.196 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.229 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dihimpun Antara, Kepala riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (12/10), mengatakan bahwa penurunan imbal hasil obligasi AS menekan mata uang dolar terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.

"Dolar AS diperdagangkan di level rendah di pasar global karena imbal hasil obligasi AS menurun," katanya.

Ia menambahkan, data harga konsumen AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan juga telah memicu pelemahan dolar, situasi itu memicu pelaku pasar mengurangi keyakinannya bahwa the Fed akan agresif dalam rencana kenaikan suku bunga. 

Selain itu, lanjut dia, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor teknikal. Sebagian pelaku pasar mengambil momentum untuk kembali melakukan akumulasi aset denominasi rupiah mengingat dalam beberapa hari terakhir pasar keuangan di dalam negeri cenderung negatif.

"Sentimen domestik relatif kondusif, namun saat ini pasar cenderung mencermati situasi eksternal," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:36 WIB

Menang besar di markas Red Star, PSG lolos sebagai juara grup

Event | 12 Desember 2018 - 06:17 WIB

Malaysia-Vietnam 2-2 di final pertama Piala AFF

Liga Champions | 12 Desember 2018 - 06:06 WIB

Salah dan Alisson antar Liverpool kalahkan Napoli dan lolos ke 16 besar

Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat (12/10) sore bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp15.196 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.229 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dihimpun Antara, Kepala riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (12/10), mengatakan bahwa penurunan imbal hasil obligasi AS menekan mata uang dolar terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah.

"Dolar AS diperdagangkan di level rendah di pasar global karena imbal hasil obligasi AS menurun," katanya.

Ia menambahkan, data harga konsumen AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan juga telah memicu pelemahan dolar, situasi itu memicu pelaku pasar mengurangi keyakinannya bahwa the Fed akan agresif dalam rencana kenaikan suku bunga. 

Selain itu, lanjut dia, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor teknikal. Sebagian pelaku pasar mengambil momentum untuk kembali melakukan akumulasi aset denominasi rupiah mengingat dalam beberapa hari terakhir pasar keuangan di dalam negeri cenderung negatif.

"Sentimen domestik relatif kondusif, namun saat ini pasar cenderung mencermati situasi eksternal," katanya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:02 WIB

TNI AU Suryadarma Kalijati bangun pos pangkalan udara

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:01 WIB

Ketum PSI: Hoax dan kebencian ancam persatuan RI

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com