Selasa, 18 Desember 2018 | 01:16 WIB

Daftar | Login

MacroAd

UKM / Manajemen

Pelajaran hidup yang bisa diambil dari orang Tionghoa

Jumat, 12 Oktober 2018 - 20:15 WIB    |    Penulis : Syahid    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2yh9miW
Sumber foto: https://bit.ly/2yh9miW

Elshinta.com - Orang Tionghoa atau keturunannya terkenal sejak dulu sangat piawai dalam berbisnis terutama dalam hal perdagangan. Dari mulai membuka toko-toko kecil, grosir, sampai pebisnis besar banyak sekali orang Tionghoa yang berperan di sana. Di Indonesia, orang-orang Tionghoa ini sudah berdagang di nusantara sebelum Belanda datang ke Indonesia. Bahkan, Kota Jakarta yang menjadi ibukota negara kita saat ini, yang dulu bernama Batavia, perekonomiannya digerakkan oleh orang-orang Tionghoa.

Mereka memiliki etos kerja yang baik, tekun dan ulet dalam mengerjakan segala sesuatu. Tak ada salahnya bila kita pun turut mengikuti sikap-sikap positif yang membuatnya sukses. Berikut beberapa sikap dan karakter orang Tionghoa yang patut kita tiru.

Pekerja Keras

Sejak dulu, orang-orang Tionghoa terkenal dengan etos kerjanya yang sangat baik. Bila mereka adalah karyawan, mereka melakukan kerja apa saja dengan ulet dan teliti. Dalam hal berdagangpun demikian. Mereka fokus dengan bidang usaha yang mereka jalani. Etos kerja keras ini sebenarnya telah ditanamkan oleh orang tua mereka sejak kecil.

Biasanya, orang tua mereka mengajak anak-anaknya ikut membantu orang tua, entah untuk membantu melayani tamu atau hanya ikut saja di toko. Dengan cara seperti ini, secara tidak langsung mengajari bagaimana melayani pelanggan, berapa harga jual barang, dan mengetahui kualitas barang dan sebagainya sehingga ketika sudah dewasa mereka sudah terbiasa.

Penampilan sederhana

Orang Tionghoa tidak terlalu menampakkan kekayaan mereka sekalipun kekayaannya juga sangat banyak. Kebanyakan mereka tampil dengan dandanan yang biasa, jauh dari kata mewah. Perilaku seperti layak dicontoh oleh semua orang. Karena pada dasarnya, yang membuat kita menjadi dihargai itu karena kita mampu memberikan manfaat kepada orang banyak, bukan dengan pamer kekayaan.

Perilaku seperti ini sebenarnya bukan saja ditujukan oleh pengusaha-pengusaha Tionghoa. Hampir semua pengusaha besar yang kita kenal, memiliki penampilan yang sederhana saja. Sebut saja tokoh pengusaha nasional seperti Almarhum Bob Sadino. Beliau selalu tampil dengan kemeja putih dan celana pendeknya yang eksentrik. Ada juga para pendiri perusahaan teknologi seperti Mark Zuckerbeg yang selalu tampil dengan kaos oblong warna abu-abu.

Gemar menabung dan berinvestasi

Orang Tionghoa itu gemar menabung dan berinvestasi. Mereka juga meminimalisir hutang. Lebih baik menabung dalam jangka waktu tertentu untuk membeli sesuatu secara cash daripada harus menanggung hutang. Prinsip ini sangat baik bila kita terapkan. Meskipun hutang bukan perbuatan yang tercela, namun alangkah baiknya bila diminimalisasi.

Mereka mendayari bahwa masa depan harus diraih dan hari tua harus dipersiapkan. Karena itulah mereka tak menggunakan semua penghasilan yang mereka terima untuk konsumsi, namun ditabung dan diputar lagi dalam bentuk instrument investasi.

Membeli karena butuh

Orang Tionghoa terkenal cukup ketat dalam mengatur pengeluaran mereka sehari-hari. Mereka selalu menimbang-nimbang pengeluaran, apakah itu memang kebutuhan atau hanya keinginan sesaat. Mereka juga tidak malu bila membeli barang-barang yang murah, asalkan nilai fungsinya masih bisa didapatkan.

Dalam membeli barang pun mereka tidak sungkan untuk menawar sampai mendapatkan harga yang murah. Pelajaran pentingnya yaitu kita harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan.
 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com - Orang Tionghoa atau keturunannya terkenal sejak dulu sangat piawai dalam berbisnis terutama dalam hal perdagangan. Dari mulai membuka toko-toko kecil, grosir, sampai pebisnis besar banyak sekali orang Tionghoa yang berperan di sana. Di Indonesia, orang-orang Tionghoa ini sudah berdagang di nusantara sebelum Belanda datang ke Indonesia. Bahkan, Kota Jakarta yang menjadi ibukota negara kita saat ini, yang dulu bernama Batavia, perekonomiannya digerakkan oleh orang-orang Tionghoa.

Mereka memiliki etos kerja yang baik, tekun dan ulet dalam mengerjakan segala sesuatu. Tak ada salahnya bila kita pun turut mengikuti sikap-sikap positif yang membuatnya sukses. Berikut beberapa sikap dan karakter orang Tionghoa yang patut kita tiru.

Pekerja Keras

Sejak dulu, orang-orang Tionghoa terkenal dengan etos kerjanya yang sangat baik. Bila mereka adalah karyawan, mereka melakukan kerja apa saja dengan ulet dan teliti. Dalam hal berdagangpun demikian. Mereka fokus dengan bidang usaha yang mereka jalani. Etos kerja keras ini sebenarnya telah ditanamkan oleh orang tua mereka sejak kecil.

Biasanya, orang tua mereka mengajak anak-anaknya ikut membantu orang tua, entah untuk membantu melayani tamu atau hanya ikut saja di toko. Dengan cara seperti ini, secara tidak langsung mengajari bagaimana melayani pelanggan, berapa harga jual barang, dan mengetahui kualitas barang dan sebagainya sehingga ketika sudah dewasa mereka sudah terbiasa.

Penampilan sederhana

Orang Tionghoa tidak terlalu menampakkan kekayaan mereka sekalipun kekayaannya juga sangat banyak. Kebanyakan mereka tampil dengan dandanan yang biasa, jauh dari kata mewah. Perilaku seperti layak dicontoh oleh semua orang. Karena pada dasarnya, yang membuat kita menjadi dihargai itu karena kita mampu memberikan manfaat kepada orang banyak, bukan dengan pamer kekayaan.

Perilaku seperti ini sebenarnya bukan saja ditujukan oleh pengusaha-pengusaha Tionghoa. Hampir semua pengusaha besar yang kita kenal, memiliki penampilan yang sederhana saja. Sebut saja tokoh pengusaha nasional seperti Almarhum Bob Sadino. Beliau selalu tampil dengan kemeja putih dan celana pendeknya yang eksentrik. Ada juga para pendiri perusahaan teknologi seperti Mark Zuckerbeg yang selalu tampil dengan kaos oblong warna abu-abu.

Gemar menabung dan berinvestasi

Orang Tionghoa itu gemar menabung dan berinvestasi. Mereka juga meminimalisir hutang. Lebih baik menabung dalam jangka waktu tertentu untuk membeli sesuatu secara cash daripada harus menanggung hutang. Prinsip ini sangat baik bila kita terapkan. Meskipun hutang bukan perbuatan yang tercela, namun alangkah baiknya bila diminimalisasi.

Mereka mendayari bahwa masa depan harus diraih dan hari tua harus dipersiapkan. Karena itulah mereka tak menggunakan semua penghasilan yang mereka terima untuk konsumsi, namun ditabung dan diputar lagi dalam bentuk instrument investasi.

Membeli karena butuh

Orang Tionghoa terkenal cukup ketat dalam mengatur pengeluaran mereka sehari-hari. Mereka selalu menimbang-nimbang pengeluaran, apakah itu memang kebutuhan atau hanya keinginan sesaat. Mereka juga tidak malu bila membeli barang-barang yang murah, asalkan nilai fungsinya masih bisa didapatkan.

Dalam membeli barang pun mereka tidak sungkan untuk menawar sampai mendapatkan harga yang murah. Pelajaran pentingnya yaitu kita harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan.
 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com