Selasa, 18 Desember 2018 | 01:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kondisi dan kegiatan tanggap darurat gempa dan tsunami di Sulteng hingga 11 Oktober

Jumat, 12 Oktober 2018 - 21:23 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
Selama fase tanggap darurat, pasokan listrik di wilayah terdampak gempa semakin membaik/ist
Selama fase tanggap darurat, pasokan listrik di wilayah terdampak gempa semakin membaik/ist

Elshinta.com  - Gempa Bumi Sulteng yang terjadi pada Jumat 28 September 2018 berkekuatan 7,4 M telah menelan ribuan korban jiwa.

1.    Personel
Kegiatan tanggap darurat gempa bumi dan tsunami Palu-Donggala telah melibatkan 6.685 personel TNI, 2.028 personel POLRI serta lebih dari 6.123 relawan dari berbagai kelompok maupun perorangan.
2.    Korban
Kegiatan pencarian dan penyelamatan oleh tim gabungan sampai dengan sore hari tanggal 11 Oktober 2018 masih ditemukan 6 jenazah dari beberapa lokasi bencana, sehingga diperoleh data sementara;

  • 2.071 orang meninggal dunia, telah dimakamkan seluruhnya dengan rincian 930 jenazah di kuburan massal Poboya, 35 jenazah di Pantoloan, 35 jenazah di Donggala   dan 1.071 jenazah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.
  • 4.612 korban luka yang dirawat di beberapa rumah sakit yang ada di Palu, dan sudah dievakuasi ke rumah sakit yang ada di Makassar.
  • 680 korban dilaporkan hilang, dan masih dilakukan pencarian hingga saat ini 
  • 152 korban diperkirakan masih tertimbun.

3.    Transportasi
Transportasi udara dan laut yang digunakan meliputi 10 pesawat Hercules, 4 pesawat CN-295, 1 pesawat Cassa, 6 KRI dan 2 KAL. Tugasnya mengangkut bantuan dari luar Palu dan membawa pasien serta pengungsi ke luar Palu via udara sejumlah 19.053 orang (12.292 orang ke Makassar, 5.620 ke Balikpapan, 625 orang ke Manado, 626 orang ke Jakarta, 180 orang ke Surabaya, dan 70 orang ke Kendari) dan via laut sejumlah 1.908 orang (1.853 orang ke Makassar dan 55 orang ke Nunukan).

Apapun untuk menjangkau daerah terpencil khususnya Kab. Sigi dan Kab. Donggala yang belum bisa dijangkau sarana transportasi darat, telah disiagakan 4 unit heli TNI AD, 2 unit heli TNI AU, 1 unit Hali Basarnas, 1 unit heli BNPB serta 2 unit heli POLRI yang menyalurkan logistik maupun tim kesehatan serta evakuasi masing-masing 2 SORTIE per hari.

4.    Alat Berat
Alat berat yang dikerahkan berjumlah total 67 unit yang terdiri dari:
-    47 unit excavator
-    2 unit excavator penjepit

  • 1 unit excavator breaker
  • 1 unit loader
  • 1 unit dozer
  • 4 unit backhoe loader
  • 6 unit dump truck
  • 1 unit crane
  • 2 unit waterwell driller (sumur bor)
  • 2 unit alat penjernih air (reverse osmosis)

5.    Pemerintahan
Pemerintahan Provinsi Sulteng, pemkab Palu, pemkab Sigi dan pemkab Donggala sudah mulai berjalan.

6.    Perekonomian
Sampai dengan tanggal 11 Oktober 2018 kegiatan perekonomian sudah mulai berjalan dengan beroperasinya 3 pasar tradisional di Palu.

Data swayalan yang beroperasi di wilayah terdampak gempak bumi dan tsunami Palu - Donggala:

  • 3 swalayan di Palu antara lain, Transmart, Carrefour, Matahari Dept Store PGM, dan swalayan Palu Mitra
  • 20 SPBU sudah beroperasi lancar tanpa ada antrian panjang antara lain:
    • 15 SPBU Palu, 2 masih rusak berat
    • 4 SPBU di Donggala
    • 1 SPBU di Sigi, 1 masih rusak berat
  • Begitu juga dengan bank, 17 bank sudah melayani masyarakat yang tersebar:
    • 12 dari 23 bank di Palu sudah beroperasi
    • 2 bank di Donggala sudah beroperasi
  • 3 dari 6 bank di Sigi sudah beroperasi

7.    Pendidikan
Sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami hingga sekarang masih banyak bangunan sekolah yang belum berfungsi. 2 SMA dan 1 SMP sudah mulai operasional, namun belum ada aktivitas belajar-mengajar.

8.    Fasilitas Keagamaan
Sampai dengan tanggal 11 Oktober 2018 kegiatan keagamaan masyarakat tetap berjalan karena fasilitas keagamaan sudah banyak yang operasional:

  • 265 masjid, 65 gereja, 1 pura dan 1 klenteng di Palu
  • 75 masjid dan 20 gereja di Donggala
  • 115 masjid dan 9 gereja di Sigi

9.    Infrastruktur
Sampai dengan tanggal 11 Oktober 2018 Bandara Mutiara Sis Al Jufri telah beroperasi maskapai penerbangan sipil antara lain maskapai Garuda Indonesia (Jakarta PP), Batik Air (Makassar, Jakarta PP), Nam Air, Lion Air (Makassar, Balikpapan, Jakarta, Surabaya PP), Sriwijaya Air (Balikpapan PP), Wings Air (Makassar, Luwuk, Ampana, Toli-toli, Manado, Gorontalo  PP). Sementara untuk pelabuhan Pantoloan, baru beroperasi terbatas untuk kapal pengangkut bantuan.

10.    Kesehatan
15 rumah sakit operasional (10 di Palu, 3 RS di Donggala dan 2 RS di Sigi) sampai dengan 10 Oktober 2018.

Puskesmas yang sudah beroperasi:

  • 14 puskesmas di wilayah Palu
    • 6 puskesmas di wilayah Donggala
    • 12 puskesmas di wilayah Sigi
  • Apotik yang sudah buka antara lain:
  • 8 apotik di wilayah Palu
  • 3 apotik di wilayah Sigi

TNI tanpa kenal lelah terus-menerus mencari dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
11.    Fasilitas Umum
Selama fase tanggap darurat, pasokan listrik di wilayah terdampak gempa semakin membaik antara lain:

  • 7 unit gardu induk seluruhnya beroperasi
  • 45 penyulang sudah beroperasi
  • 1.619 dari 2.353 gardu distribusi sudah beroperasi

Adapun provider sudah mulai ada walaupun belum seluruh titik:

  • Palu (Telkomsel, Indosat, XL dan Axis)
  • Donggala (Telkomsel, XL dan Axis)
  • Sigi (Telkomsel, XL dan Axis)

12.    Pengungsi
Hingga tanggal 11 Oktober 2018 masih terdapat 78.994 orang pengungsi. Pemasangan tenda, MCK dan dapur lapangan, serta pos kesehatan di tempat relokasi pengungsi.

Pemasangan SOLAR CELL 2.200 watt di titik pengungsian Petobo.

 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 17 Desember 2018 - 23:05 WIB

Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Elshinta.com  - Gempa Bumi Sulteng yang terjadi pada Jumat 28 September 2018 berkekuatan 7,4 M telah menelan ribuan korban jiwa.

1.    Personel
Kegiatan tanggap darurat gempa bumi dan tsunami Palu-Donggala telah melibatkan 6.685 personel TNI, 2.028 personel POLRI serta lebih dari 6.123 relawan dari berbagai kelompok maupun perorangan.
2.    Korban
Kegiatan pencarian dan penyelamatan oleh tim gabungan sampai dengan sore hari tanggal 11 Oktober 2018 masih ditemukan 6 jenazah dari beberapa lokasi bencana, sehingga diperoleh data sementara;

  • 2.071 orang meninggal dunia, telah dimakamkan seluruhnya dengan rincian 930 jenazah di kuburan massal Poboya, 35 jenazah di Pantoloan, 35 jenazah di Donggala   dan 1.071 jenazah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.
  • 4.612 korban luka yang dirawat di beberapa rumah sakit yang ada di Palu, dan sudah dievakuasi ke rumah sakit yang ada di Makassar.
  • 680 korban dilaporkan hilang, dan masih dilakukan pencarian hingga saat ini 
  • 152 korban diperkirakan masih tertimbun.

3.    Transportasi
Transportasi udara dan laut yang digunakan meliputi 10 pesawat Hercules, 4 pesawat CN-295, 1 pesawat Cassa, 6 KRI dan 2 KAL. Tugasnya mengangkut bantuan dari luar Palu dan membawa pasien serta pengungsi ke luar Palu via udara sejumlah 19.053 orang (12.292 orang ke Makassar, 5.620 ke Balikpapan, 625 orang ke Manado, 626 orang ke Jakarta, 180 orang ke Surabaya, dan 70 orang ke Kendari) dan via laut sejumlah 1.908 orang (1.853 orang ke Makassar dan 55 orang ke Nunukan).

Apapun untuk menjangkau daerah terpencil khususnya Kab. Sigi dan Kab. Donggala yang belum bisa dijangkau sarana transportasi darat, telah disiagakan 4 unit heli TNI AD, 2 unit heli TNI AU, 1 unit Hali Basarnas, 1 unit heli BNPB serta 2 unit heli POLRI yang menyalurkan logistik maupun tim kesehatan serta evakuasi masing-masing 2 SORTIE per hari.

4.    Alat Berat
Alat berat yang dikerahkan berjumlah total 67 unit yang terdiri dari:
-    47 unit excavator
-    2 unit excavator penjepit

  • 1 unit excavator breaker
  • 1 unit loader
  • 1 unit dozer
  • 4 unit backhoe loader
  • 6 unit dump truck
  • 1 unit crane
  • 2 unit waterwell driller (sumur bor)
  • 2 unit alat penjernih air (reverse osmosis)

5.    Pemerintahan
Pemerintahan Provinsi Sulteng, pemkab Palu, pemkab Sigi dan pemkab Donggala sudah mulai berjalan.

6.    Perekonomian
Sampai dengan tanggal 11 Oktober 2018 kegiatan perekonomian sudah mulai berjalan dengan beroperasinya 3 pasar tradisional di Palu.

Data swayalan yang beroperasi di wilayah terdampak gempak bumi dan tsunami Palu - Donggala:

  • 3 swalayan di Palu antara lain, Transmart, Carrefour, Matahari Dept Store PGM, dan swalayan Palu Mitra
  • 20 SPBU sudah beroperasi lancar tanpa ada antrian panjang antara lain:
    • 15 SPBU Palu, 2 masih rusak berat
    • 4 SPBU di Donggala
    • 1 SPBU di Sigi, 1 masih rusak berat
  • Begitu juga dengan bank, 17 bank sudah melayani masyarakat yang tersebar:
    • 12 dari 23 bank di Palu sudah beroperasi
    • 2 bank di Donggala sudah beroperasi
  • 3 dari 6 bank di Sigi sudah beroperasi

7.    Pendidikan
Sejak terjadinya gempa bumi dan tsunami hingga sekarang masih banyak bangunan sekolah yang belum berfungsi. 2 SMA dan 1 SMP sudah mulai operasional, namun belum ada aktivitas belajar-mengajar.

8.    Fasilitas Keagamaan
Sampai dengan tanggal 11 Oktober 2018 kegiatan keagamaan masyarakat tetap berjalan karena fasilitas keagamaan sudah banyak yang operasional:

  • 265 masjid, 65 gereja, 1 pura dan 1 klenteng di Palu
  • 75 masjid dan 20 gereja di Donggala
  • 115 masjid dan 9 gereja di Sigi

9.    Infrastruktur
Sampai dengan tanggal 11 Oktober 2018 Bandara Mutiara Sis Al Jufri telah beroperasi maskapai penerbangan sipil antara lain maskapai Garuda Indonesia (Jakarta PP), Batik Air (Makassar, Jakarta PP), Nam Air, Lion Air (Makassar, Balikpapan, Jakarta, Surabaya PP), Sriwijaya Air (Balikpapan PP), Wings Air (Makassar, Luwuk, Ampana, Toli-toli, Manado, Gorontalo  PP). Sementara untuk pelabuhan Pantoloan, baru beroperasi terbatas untuk kapal pengangkut bantuan.

10.    Kesehatan
15 rumah sakit operasional (10 di Palu, 3 RS di Donggala dan 2 RS di Sigi) sampai dengan 10 Oktober 2018.

Puskesmas yang sudah beroperasi:

  • 14 puskesmas di wilayah Palu
    • 6 puskesmas di wilayah Donggala
    • 12 puskesmas di wilayah Sigi
  • Apotik yang sudah buka antara lain:
  • 8 apotik di wilayah Palu
  • 3 apotik di wilayah Sigi

TNI tanpa kenal lelah terus-menerus mencari dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
11.    Fasilitas Umum
Selama fase tanggap darurat, pasokan listrik di wilayah terdampak gempa semakin membaik antara lain:

  • 7 unit gardu induk seluruhnya beroperasi
  • 45 penyulang sudah beroperasi
  • 1.619 dari 2.353 gardu distribusi sudah beroperasi

Adapun provider sudah mulai ada walaupun belum seluruh titik:

  • Palu (Telkomsel, Indosat, XL dan Axis)
  • Donggala (Telkomsel, XL dan Axis)
  • Sigi (Telkomsel, XL dan Axis)

12.    Pengungsi
Hingga tanggal 11 Oktober 2018 masih terdapat 78.994 orang pengungsi. Pemasangan tenda, MCK dan dapur lapangan, serta pos kesehatan di tempat relokasi pengungsi.

Pemasangan SOLAR CELL 2.200 watt di titik pengungsian Petobo.

 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com