Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pembayaran digital kripto masih minim dari jumlah penduduk Indonesia

Jumat, 12 Oktober 2018 - 21:35 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
Platform Biido diluncurkan  untuk jual beli kripto oleh PT Aset Digital Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018)/dody
Platform Biido diluncurkan untuk jual beli kripto oleh PT Aset Digital Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018)/dody

Elshinta.com - Bursa jual beli kripto atau yang biasa juga  disebut exchanger  mulai marak di Indonesia. Hingga  kini penetrasi kripto di Indonesia baru menyasar 0,4% dari total jumlah penduduk Indonesia. 

Angka ini masih terbilang kecil bila dibandingkan negara-negara seperti Korea dimana satu dari tiga penduduknya sudah memiliki kripto atau Amerika Serikat dan Kanada di mana 60% penduduknya pernah membeli kripto.

Platform Biido diluncurkan  untuk jual beli kripto oleh PT Aset Digital Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018). CEO Biido, Aditia Kinarang Mokoginta mengatakan pada tahap awal, Biido akan memperjualbelikan dua aset kripto yaitu Bitocin dan Ethereum. "Tetapi target  kita sampai akhir tahun minimal akan ada 20 koin yang dilisting," katanya dalam keterangannya, Jumat (11/10/2018).

Seperti diketahui, mata uang kripto (cryptocurrency) adalah alat pembayaran digital yang aman dari tindakan pemalsuan, penyalinan maupun pengubahan. Setiap koin virtual ini memiliki nomor spesial, dengan transaksi mata uang kripto dilakukan secara anonim dengan menggunakan kunci khusus. Transaksi yang telah dibuat tidak dapat dibatalkan.

Informasi tentang transaksinya biasanya tersedia secara terbuka. Contohnya bitcoin—mata uang kripto yang terpopuler—, informasinya disajikan dalam bentuk rantai blok transaksi yang berkesinambungan, di situ setiap blok terakhir menyimpan data-data dari blok yang berlaku sebelumnya, hal ini bertujuan untuk menjamin kelangsungan jaringannya.

Ada pun beberapa kripto yang akan segera di-listing atau diperdagangkan adalah Ripple, Dogecoin, Holo, Bitcoin Cash, Dash, Litecoin, Cardono, EOS, Stellar dan Bitcoin Gold.

Kelebihan  yang ditawarkan oleh Biido dibanding dengan Platform lain diantaranya adalah tampilan yang lebih simpel dan mudah diakses sehingga mudah digunakan baik oleh orang yang sudah ahli di dunia kripto maupun orang yang baru belajar.

“Biido akan mengenakan fee atau biaya transaksi yang  lebih murah dibandingkan biaya transaksi di exchanger lain yaitu sebesar 0,2%. Fee yang  kami kenakan dijamin lebih rendah dibandingkan fee yang dikenakan oleh platform yang sudah lebih dulu ada," paparnya.

Aditia menambahkan dibandingkan exchanger kripto yang sudah beroperasi, Biido akan memperjualbelikan lebih banyak kripto untuk memberikan pilihan yang bervariasi kepada pengguna kripto di Indonesia. Bahkan Biido juga akan merilis token kripto sendiri yaitu Biido Coin yang direncanakan pada akhir tahun nanti.(dody)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 23 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LIPI sebut ilmu sosial berperan signifikan sukseskan pembangunan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Elshinta.com - Bursa jual beli kripto atau yang biasa juga  disebut exchanger  mulai marak di Indonesia. Hingga  kini penetrasi kripto di Indonesia baru menyasar 0,4% dari total jumlah penduduk Indonesia. 

Angka ini masih terbilang kecil bila dibandingkan negara-negara seperti Korea dimana satu dari tiga penduduknya sudah memiliki kripto atau Amerika Serikat dan Kanada di mana 60% penduduknya pernah membeli kripto.

Platform Biido diluncurkan  untuk jual beli kripto oleh PT Aset Digital Indonesia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018). CEO Biido, Aditia Kinarang Mokoginta mengatakan pada tahap awal, Biido akan memperjualbelikan dua aset kripto yaitu Bitocin dan Ethereum. "Tetapi target  kita sampai akhir tahun minimal akan ada 20 koin yang dilisting," katanya dalam keterangannya, Jumat (11/10/2018).

Seperti diketahui, mata uang kripto (cryptocurrency) adalah alat pembayaran digital yang aman dari tindakan pemalsuan, penyalinan maupun pengubahan. Setiap koin virtual ini memiliki nomor spesial, dengan transaksi mata uang kripto dilakukan secara anonim dengan menggunakan kunci khusus. Transaksi yang telah dibuat tidak dapat dibatalkan.

Informasi tentang transaksinya biasanya tersedia secara terbuka. Contohnya bitcoin—mata uang kripto yang terpopuler—, informasinya disajikan dalam bentuk rantai blok transaksi yang berkesinambungan, di situ setiap blok terakhir menyimpan data-data dari blok yang berlaku sebelumnya, hal ini bertujuan untuk menjamin kelangsungan jaringannya.

Ada pun beberapa kripto yang akan segera di-listing atau diperdagangkan adalah Ripple, Dogecoin, Holo, Bitcoin Cash, Dash, Litecoin, Cardono, EOS, Stellar dan Bitcoin Gold.

Kelebihan  yang ditawarkan oleh Biido dibanding dengan Platform lain diantaranya adalah tampilan yang lebih simpel dan mudah diakses sehingga mudah digunakan baik oleh orang yang sudah ahli di dunia kripto maupun orang yang baru belajar.

“Biido akan mengenakan fee atau biaya transaksi yang  lebih murah dibandingkan biaya transaksi di exchanger lain yaitu sebesar 0,2%. Fee yang  kami kenakan dijamin lebih rendah dibandingkan fee yang dikenakan oleh platform yang sudah lebih dulu ada," paparnya.

Aditia menambahkan dibandingkan exchanger kripto yang sudah beroperasi, Biido akan memperjualbelikan lebih banyak kripto untuk memberikan pilihan yang bervariasi kepada pengguna kripto di Indonesia. Bahkan Biido juga akan merilis token kripto sendiri yaitu Biido Coin yang direncanakan pada akhir tahun nanti.(dody)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com