Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

354 KK di Aceh Singkil dilanda banjir

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 06:38 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, sedikitnya 354 kepala keluarga (KK) di lima gampong atau desa menjadi korban terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil.

"Ada 354 KK atau 1.483 jiwa di satu kecamatan, dari total lima wilayah kecamatan terdampak banjir di Aceh Singkil," kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Jumat (12/10).

Korban terdampak banjir di lima gampong tersebut, rinciannya, yakni Rimo sebanyak 117 KK atau 510 jiwa, Penjahitan 42 KK atau 195 jiwa, Cingkam 84 KK dengan 305 jiwa, Sianjo-Anjo Merah 81 atau 344 jiwa dan Tanah Merah 30 KK dengan 129 jiwa sertadi Kecamatan Gunung Meriah.

Empat kecamatan lainnya, yaitu Suro, Singkohor, Kota Baharu,?Simpang Kanan, dan? Singkil Utara dengan jumlah gampong dan korban terdampak banjir masih didata. "Hujan yang cukup lebat, telah mengakibatkan luapan air sungai, sehingga ratusan rumah terendam. Hingga kini beberapa titik, banjir mulai menggenangi perkebunan warga di Aceh Singkil," kata dia, seperti dikutip Antara.

Banjir juga telah merendam jalan penghubung di Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah ke wilayah transmigrasi, dan fasilitas umum milik masyarakat setempat. "Kami bersama instansi terkait, telah berada di lokasi banjir untuk mendata. BPBD setempat juga menurunkan perahu karet guna menyeberangkan masyarakat," kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh telah mengingatkan, agar semua wilayah di provinsi paling Barat di Indonesia tersebut untuk mewaspadai terjadinya hujan dan petir. "Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir, dan angin kencang di barat-selatan," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, sedikitnya 354 kepala keluarga (KK) di lima gampong atau desa menjadi korban terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil.

"Ada 354 KK atau 1.483 jiwa di satu kecamatan, dari total lima wilayah kecamatan terdampak banjir di Aceh Singkil," kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Jumat (12/10).

Korban terdampak banjir di lima gampong tersebut, rinciannya, yakni Rimo sebanyak 117 KK atau 510 jiwa, Penjahitan 42 KK atau 195 jiwa, Cingkam 84 KK dengan 305 jiwa, Sianjo-Anjo Merah 81 atau 344 jiwa dan Tanah Merah 30 KK dengan 129 jiwa sertadi Kecamatan Gunung Meriah.

Empat kecamatan lainnya, yaitu Suro, Singkohor, Kota Baharu,?Simpang Kanan, dan? Singkil Utara dengan jumlah gampong dan korban terdampak banjir masih didata. "Hujan yang cukup lebat, telah mengakibatkan luapan air sungai, sehingga ratusan rumah terendam. Hingga kini beberapa titik, banjir mulai menggenangi perkebunan warga di Aceh Singkil," kata dia, seperti dikutip Antara.

Banjir juga telah merendam jalan penghubung di Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah ke wilayah transmigrasi, dan fasilitas umum milik masyarakat setempat. "Kami bersama instansi terkait, telah berada di lokasi banjir untuk mendata. BPBD setempat juga menurunkan perahu karet guna menyeberangkan masyarakat," kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh telah mengingatkan, agar semua wilayah di provinsi paling Barat di Indonesia tersebut untuk mewaspadai terjadinya hujan dan petir. "Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir, dan angin kencang di barat-selatan," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:45 WIB

Mensos pastikan ada jaminan hidup korban bencana

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:00 WIB

Gempa M 5,3 kembali guncang Aceh Barat

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com