Kamis, 13 Desember 2018 | 14:32 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

880 hektare padi terendam banjir di Langkat

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 07:49 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2pRBgNJ
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2pRBgNJ

Elshinta.com - Sedikitnya 880 hektare tanaman padi di enam kecamatan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir akibat meluapnya beberapa sungai karena curah hujan yang cukup tinggi.

Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Hama Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Miswandi di Stabat, Sabtu (13/10) mengatakan enam kecamatan itu adalah Stabat, Tanjungpura, Hinai, Wampu, Secanggang, dan Binjai.

Ia merinci untuk Kecamatan Stabat, tanaman padi, yang terendam banjir meliputi Desa Pantai Gemi, Desa Sidomulyo, Desa Ara Condong, dan Desa Kwala Bingei, dengan umur tanam 1-30 hari, seperti dikutip Antara.

Varietasnya adalah jenis Ciherang, Mekongga, dan Inpari dengan luas tanam 271 hektare. Di Kecamatan Binjai, padi terendam di Desa Suka Makmur, Desa Sendang Rejo, dan Desa Sambirejo dengan usia pertanaman antara 1-25 hari, dari varietas Ciherang, dan Inpari 32 dan luasan 105 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Secanggang, pertanaman padi terkena banjir berada di Desa Kepala Sungai, Desa Perkotaan, dan Desa Karang Gading, dengan usia pertanaman antara 60-90 hari, dari avrietas Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga, serta luas mencapai 382 hektare.

Miswandi juga menyampaikan di Kecamatan Hinai, tanaman padi terkena banjir berada di Desa Sukajadi, Desa Paya Rengas, Desa Pasar Baru 8, Desa Kebun Lada, Desa Tanjung Mulia, Desa Muka Paya, dan Desa Sukadamai timur, dengan usia antara 14-30 hari, varietas Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga, serta luasan 43 hektare.

Selain itu, di Kecamatan Tanjungpura ada di Desa Pekubuan dengan pertanaman padi usia 85-95 hari seluas 72 hektare dan Kecamatan Wampu di Desa Stabat Lama, Jentera, dengan usia pertanaman 15-40 hari, verietas Mikongga dan Inpari 32 serta seluas tujuh hektare.

Ia menambahkan berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, terdapat jagung, kedelai, kacang tanah, kacang panjang, cabai, sawi, kangkung, dan genjer yang terendam banjir seluas 45 hektare. "Berbagai upaya untuk penyelamatan tanaman padi maupun hortikultura di lapangan masih terus dilakukan oleh petugas, agar petani bisa memetik hasil panennya, dan tidak sampai mengganggu produksi padi maupun hortikultura," ungkap Miswandi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Liga lainnya | 13 Desember 2018 - 14:24 WIB

Pawai kemenangan Persija juara Liga 1 hari Sabtu

Pemilihan Presiden 2019 | 13 Desember 2018 - 14:07 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:57 WIB

Anies peroleh Moeslim Choice Government Award 2018

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 13:42 WIB

11 persen warga Aceh belum punya KTP elektronik

Elshinta.com - Sedikitnya 880 hektare tanaman padi di enam kecamatan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir akibat meluapnya beberapa sungai karena curah hujan yang cukup tinggi.

Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Hama Tanaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Miswandi di Stabat, Sabtu (13/10) mengatakan enam kecamatan itu adalah Stabat, Tanjungpura, Hinai, Wampu, Secanggang, dan Binjai.

Ia merinci untuk Kecamatan Stabat, tanaman padi, yang terendam banjir meliputi Desa Pantai Gemi, Desa Sidomulyo, Desa Ara Condong, dan Desa Kwala Bingei, dengan umur tanam 1-30 hari, seperti dikutip Antara.

Varietasnya adalah jenis Ciherang, Mekongga, dan Inpari dengan luas tanam 271 hektare. Di Kecamatan Binjai, padi terendam di Desa Suka Makmur, Desa Sendang Rejo, dan Desa Sambirejo dengan usia pertanaman antara 1-25 hari, dari varietas Ciherang, dan Inpari 32 dan luasan 105 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Secanggang, pertanaman padi terkena banjir berada di Desa Kepala Sungai, Desa Perkotaan, dan Desa Karang Gading, dengan usia pertanaman antara 60-90 hari, dari avrietas Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga, serta luas mencapai 382 hektare.

Miswandi juga menyampaikan di Kecamatan Hinai, tanaman padi terkena banjir berada di Desa Sukajadi, Desa Paya Rengas, Desa Pasar Baru 8, Desa Kebun Lada, Desa Tanjung Mulia, Desa Muka Paya, dan Desa Sukadamai timur, dengan usia antara 14-30 hari, varietas Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga, serta luasan 43 hektare.

Selain itu, di Kecamatan Tanjungpura ada di Desa Pekubuan dengan pertanaman padi usia 85-95 hari seluas 72 hektare dan Kecamatan Wampu di Desa Stabat Lama, Jentera, dengan usia pertanaman 15-40 hari, verietas Mikongga dan Inpari 32 serta seluas tujuh hektare.

Ia menambahkan berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, terdapat jagung, kedelai, kacang tanah, kacang panjang, cabai, sawi, kangkung, dan genjer yang terendam banjir seluas 45 hektare. "Berbagai upaya untuk penyelamatan tanaman padi maupun hortikultura di lapangan masih terus dilakukan oleh petugas, agar petani bisa memetik hasil panennya, dan tidak sampai mengganggu produksi padi maupun hortikultura," ungkap Miswandi.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com