Senin, 10 Desember 2018 | 17:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Polres Karawang dalami prostitusi daring melalui medsos

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 09:35 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Polres Kabupaten Karawang akan mendalami maraknya prostitusi daring (online) melalui jejaring media sosial facebook dan twitter di wilayah Karawang.

"Kami akan mendalami terlebih dahulu kebenaran prostitusi daring melalui media sosial itu," kata Kapolres setempat AKBP Slamet Waloya di Karawang, Sabtu (13/10), seperti dikutip Antara.

Jika sudah diketahui kebenarannya, selanjutnya pihak kepolisian setempat akan mengungkap kasus tindak pidana prostituso daring tersebut.

Sesuai dengan informasi dan penelusuran Antara, prostitusi daring melalui jejaring media sosial facebook terlihat dalam sebuah grup facebook "Cewe karawang".

Grup facebook yang isinya terdapat beberapa transaksi seks itu beranggotakan lebih dari 2.500 orang. Di dalam grup ada sejumlah promosi perempuan panggilan dengan istilah "BO alias open booking".

Setiap perempuan panggilan yang promosi, menyertakan foto seksi, tarif pesanan. Bahkan, perempuan panggilan itu menyertakan nomor WhatsApp.

Sedangkan di twitter, setiap perempuan panggilan menyertakan foto seksi disertai nomor WhatsApp dan tarif pesanan. Transaksi prostitusi daring di twitter ini cenderung lebih terbuka, karena perempuan itu langsung mempromosikan melalui akun twitternya.

Tak hanya prostitusi daring, pihak kepolisian setempat juga akan mendalami maraknya perkumpulan gay Karawang yang tergabung dalam grup facebook.

Di antara perkumpulan gay Karawang dalam media sosial itu, mereka tergabung dalam grup publik "Gay karawang - Cikarang Under 25 age". Grup kelompok gay ini beranggotakan lebih dari 3.000 orang.

Selain itu, ada pula grup publik "Gay Kosambi klari" yang anggota grup-nya tercatat lebih dari 700 orang serta ada juga fanspage "Gay Karawang Johar".

"Kami sudah mendapatkan informasi terkait maraknya perkumpulan gay melalui jejaring media sosial. Saat ini masih didalami," kata kapolres.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Ekonomi | 10 Desember 2018 - 16:06 WIB

3 menteri ground breaking rusunami Stasiun Rawabuntu

Elshinta.com - Polres Kabupaten Karawang akan mendalami maraknya prostitusi daring (online) melalui jejaring media sosial facebook dan twitter di wilayah Karawang.

"Kami akan mendalami terlebih dahulu kebenaran prostitusi daring melalui media sosial itu," kata Kapolres setempat AKBP Slamet Waloya di Karawang, Sabtu (13/10), seperti dikutip Antara.

Jika sudah diketahui kebenarannya, selanjutnya pihak kepolisian setempat akan mengungkap kasus tindak pidana prostituso daring tersebut.

Sesuai dengan informasi dan penelusuran Antara, prostitusi daring melalui jejaring media sosial facebook terlihat dalam sebuah grup facebook "Cewe karawang".

Grup facebook yang isinya terdapat beberapa transaksi seks itu beranggotakan lebih dari 2.500 orang. Di dalam grup ada sejumlah promosi perempuan panggilan dengan istilah "BO alias open booking".

Setiap perempuan panggilan yang promosi, menyertakan foto seksi, tarif pesanan. Bahkan, perempuan panggilan itu menyertakan nomor WhatsApp.

Sedangkan di twitter, setiap perempuan panggilan menyertakan foto seksi disertai nomor WhatsApp dan tarif pesanan. Transaksi prostitusi daring di twitter ini cenderung lebih terbuka, karena perempuan itu langsung mempromosikan melalui akun twitternya.

Tak hanya prostitusi daring, pihak kepolisian setempat juga akan mendalami maraknya perkumpulan gay Karawang yang tergabung dalam grup facebook.

Di antara perkumpulan gay Karawang dalam media sosial itu, mereka tergabung dalam grup publik "Gay karawang - Cikarang Under 25 age". Grup kelompok gay ini beranggotakan lebih dari 3.000 orang.

Selain itu, ada pula grup publik "Gay Kosambi klari" yang anggota grup-nya tercatat lebih dari 700 orang serta ada juga fanspage "Gay Karawang Johar".

"Kami sudah mendapatkan informasi terkait maraknya perkumpulan gay melalui jejaring media sosial. Saat ini masih didalami," kata kapolres.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com