Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Gempa dan tsunami Sulteng

Perpanjangan masa tanggap darurat harus dioptimalkan

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 10:07 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Posko kesehatan yang didirikan Pertamina di Sulawesi Tengah. Foto: Istimewa/Elshinta.
Posko kesehatan yang didirikan Pertamina di Sulawesi Tengah. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Deding Ishak Ibnu Sudja berharap, Pemerintah memanfaatkan secara optimal perpanjangan masa tanggap darurat di Sulwesi Tengah. Dengan demikian, ketika memasuki masa rekonstruksi, maka semua sektor sudah benar-benar pulih. Termasuk recovery pasokan BBM dan LPG, yang saat ini pun sudah mencapai sekitar 80 persen. 

“Kita berharap semua lancar. Apalagi sekarang juga harus melakukan evaluasi untuk persiapan tahap rekonstruksi. Termasuk juga, menyikapi bantuan dari pemerintah negara-negara sahabat,” kata Deding di Jakarta dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (13/10). 

Masa tanggap darurat akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, sebenarnya berakhir pada 11 Oktober. Namun Pemerintah melalui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan untuk memperpanjang hingga 26 Oktober 2018. Perpanjangan dilakukan, karena Pemerintah menilai bahwa masih banyak pekerjaan kedaruratan yang perlu ditangani.

Meski tanggap darurat diperpanjang, Deding tetap mengapresiasi Pemerintah dan beberapa BUMN termasuk Pertamina, yang dinilai sudah menjalankan upaya pemulihan pada dua pekan pertama secara baik. Pertamina contohnya, dengan upaya kerasnya, BUMN tersebut berhasil memulihkan pasokan BBM di daerah terkena gempa, seperti Palu, Donggala, dan Sigi. Dalam waktu relatif singkat, lanjut Deding, BBM sudah pulih yang antara lain ditandai dengan semakin banyaknya SPBU yang beroperasi. Dari 17 SPBU di Palu misalnya, 15 di antaranya sudah melayani masyarakat. Bahkan, 10 di antaranya sudah buka 24 jam. 

“Pemulihan sudah sangat baik. Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian dan Pertamina sudah bagus karena ada akselerasinya. Untuk itu, perpanjangan masa tanggap darurat bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, agar semua benar-benar 100 persen pulih. Misalnya saja segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat gempa dan tsunami, seperti Terminal BBM (TBBM) di Donggala dan juga beberapa SPBU yang masih rusak,” lanjut dia. 

Tidak hanya pemulihan pasokan BBM. Deding juga mengapresiasi BUMN termasuk Pertamina yang sudah menunjukkan kepedulian melalui program corporate social responsibility (CSR). Menurut Deding, kepedulian tersebut sangat dirasakan bagi korban terdampak gempa, karena bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar. Karena seperti diketahui, selain obat-obatan dan makanan, Pertamina juga memberikan bantuan berupa BBM bagi rumah sakit, mendirikan posko kesehatan, membagikan masker kepada warga, serta memberikan trauma healing kepada anak-anak di pengungsian.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Deding Ishak Ibnu Sudja berharap, Pemerintah memanfaatkan secara optimal perpanjangan masa tanggap darurat di Sulwesi Tengah. Dengan demikian, ketika memasuki masa rekonstruksi, maka semua sektor sudah benar-benar pulih. Termasuk recovery pasokan BBM dan LPG, yang saat ini pun sudah mencapai sekitar 80 persen. 

“Kita berharap semua lancar. Apalagi sekarang juga harus melakukan evaluasi untuk persiapan tahap rekonstruksi. Termasuk juga, menyikapi bantuan dari pemerintah negara-negara sahabat,” kata Deding di Jakarta dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (13/10). 

Masa tanggap darurat akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, sebenarnya berakhir pada 11 Oktober. Namun Pemerintah melalui Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memutuskan untuk memperpanjang hingga 26 Oktober 2018. Perpanjangan dilakukan, karena Pemerintah menilai bahwa masih banyak pekerjaan kedaruratan yang perlu ditangani.

Meski tanggap darurat diperpanjang, Deding tetap mengapresiasi Pemerintah dan beberapa BUMN termasuk Pertamina, yang dinilai sudah menjalankan upaya pemulihan pada dua pekan pertama secara baik. Pertamina contohnya, dengan upaya kerasnya, BUMN tersebut berhasil memulihkan pasokan BBM di daerah terkena gempa, seperti Palu, Donggala, dan Sigi. Dalam waktu relatif singkat, lanjut Deding, BBM sudah pulih yang antara lain ditandai dengan semakin banyaknya SPBU yang beroperasi. Dari 17 SPBU di Palu misalnya, 15 di antaranya sudah melayani masyarakat. Bahkan, 10 di antaranya sudah buka 24 jam. 

“Pemulihan sudah sangat baik. Langkah-langkah yang dilakukan Kementerian dan Pertamina sudah bagus karena ada akselerasinya. Untuk itu, perpanjangan masa tanggap darurat bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, agar semua benar-benar 100 persen pulih. Misalnya saja segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat gempa dan tsunami, seperti Terminal BBM (TBBM) di Donggala dan juga beberapa SPBU yang masih rusak,” lanjut dia. 

Tidak hanya pemulihan pasokan BBM. Deding juga mengapresiasi BUMN termasuk Pertamina yang sudah menunjukkan kepedulian melalui program corporate social responsibility (CSR). Menurut Deding, kepedulian tersebut sangat dirasakan bagi korban terdampak gempa, karena bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar. Karena seperti diketahui, selain obat-obatan dan makanan, Pertamina juga memberikan bantuan berupa BBM bagi rumah sakit, mendirikan posko kesehatan, membagikan masker kepada warga, serta memberikan trauma healing kepada anak-anak di pengungsian.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com