Rabu, 12 Desember 2018 | 04:36 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Banjir kiriman di Kecamatan Natal, warga Desa Setia Karya mengungsi

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 09:55 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Diurnawan/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Diurnawan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Akibat cuaca ekstrim hujan deras Kamis (11/10) kemarin dan banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Batang Natal, dampaknya air limpahan sungai tersebut menggenangi sebagian wilayah Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Warga Desa Seria Karya dan Kampung Sawah mengungsi ketempat lebih tinggi. 

Berdasarkan pantauan awak media ini, air mulai naik kembali Jumat (12/10) sore sekira pukul 17.00 WIB dan terus bertambah tinggi hingga malam dan melihat kondisi tersebut warga mulai mengkemasi barang untuk mengungsi ketempat lebih tinggi di sebuah mesjid, sekolah dan perbukitan sekitar kampung. 

Beberapa pemuda Kecamatan Natal ini langsung mendirikan posko darurat,  mendirikan dapur umum dan bekerja membantu warga Desa Setia Karya. Sementara hampir seluruh warga desa telah dinyatakan mengungsi hingga malam hari dan sebagian berjaga untuk mengantisipasi terus bertambah naiknya air bah. 

Husni,  salah seorang pemuda yang membantu warga mengungsi menyatakan mereka membutuhkan banyak bantuan untuk membantu warga di tempat pengungsian disebuah sekolah dan Mesjid. "Warga tentunya butuh pangan dan obat-obatan dan Alhamdulillah semua bekerja sama untuk meringankan kondisi ini," kata Husni kepada Kontributor Elshinta, Diurnawan, Sabtu (13/10).

Ismal, salah seorang warga di desa tersebut mengatakan bahwa setidaknya ada tiga rumah di Desa Setia Karya ini yang lokasinya agak tinggi dari badan jalan. "Kami hanya menunggu, jika air naik lagi kami akan mengungsi juga namun saat ini kami masih bertahan dulu," katanya. 

Sementara untuk warga dari wilayah kampung sawah diketahui mengungsi di salah satu pondok ladang di Bukit Bendera yang dihuni lebih dari 50 orang.

Pagi ini Saptu (13/10) terpantau air mulai surut sedikit namun warga masih bertahan di pengungsian. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan tim dari BPBD Provinsi, Sibolga dan Mandailing Natal terus bergerak membantu mengevakuasi warga dan membuka akses jalan lurus dan tebing longsor.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Akibat cuaca ekstrim hujan deras Kamis (11/10) kemarin dan banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Batang Natal, dampaknya air limpahan sungai tersebut menggenangi sebagian wilayah Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Warga Desa Seria Karya dan Kampung Sawah mengungsi ketempat lebih tinggi. 

Berdasarkan pantauan awak media ini, air mulai naik kembali Jumat (12/10) sore sekira pukul 17.00 WIB dan terus bertambah tinggi hingga malam dan melihat kondisi tersebut warga mulai mengkemasi barang untuk mengungsi ketempat lebih tinggi di sebuah mesjid, sekolah dan perbukitan sekitar kampung. 

Beberapa pemuda Kecamatan Natal ini langsung mendirikan posko darurat,  mendirikan dapur umum dan bekerja membantu warga Desa Setia Karya. Sementara hampir seluruh warga desa telah dinyatakan mengungsi hingga malam hari dan sebagian berjaga untuk mengantisipasi terus bertambah naiknya air bah. 

Husni,  salah seorang pemuda yang membantu warga mengungsi menyatakan mereka membutuhkan banyak bantuan untuk membantu warga di tempat pengungsian disebuah sekolah dan Mesjid. "Warga tentunya butuh pangan dan obat-obatan dan Alhamdulillah semua bekerja sama untuk meringankan kondisi ini," kata Husni kepada Kontributor Elshinta, Diurnawan, Sabtu (13/10).

Ismal, salah seorang warga di desa tersebut mengatakan bahwa setidaknya ada tiga rumah di Desa Setia Karya ini yang lokasinya agak tinggi dari badan jalan. "Kami hanya menunggu, jika air naik lagi kami akan mengungsi juga namun saat ini kami masih bertahan dulu," katanya. 

Sementara untuk warga dari wilayah kampung sawah diketahui mengungsi di salah satu pondok ladang di Bukit Bendera yang dihuni lebih dari 50 orang.

Pagi ini Saptu (13/10) terpantau air mulai surut sedikit namun warga masih bertahan di pengungsian. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan tim dari BPBD Provinsi, Sibolga dan Mandailing Natal terus bergerak membantu mengevakuasi warga dan membuka akses jalan lurus dan tebing longsor.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com