Rabu, 12 Desember 2018 | 04:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

KPU Sulteng minta penundaan pengiriman logistik pemilu

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:27 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Cfj34n
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2Cfj34n

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming meminta penundaan pengiriman logistik untuk pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019.

"Alasan penundaan karena kondisi gudang logistik sedang rusak," kata Tanwir di Palu, Sabtu (13/10).

Tanwir menjelaskan saat ini pihaknya sedang mencari alternatif gudang sementara yang dapat disewa. Namun kemungkinan agak rumit, karena hampir semua wilayah Palu terdampak gempa. "Logistik yang ditunda yakni kotak suara," ujarnya.

Kata dia, kemungkinan penundaan untuk Pemilu 2019 di Sulteng tidak ada, khususnya daerah terdampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala serta sebagian Kabupaten Parigi Moutong.

"Kami akan berusaha bekerja semaksimal mungkin, untuk kesuksesan Pemilu tahun 2019," tegas Tanwir, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Inspektur KPU RI, Adiwijaya mengatakan secara nasional, logistik Pemilu dijadwalkan sudah sampai di kabupaten/kota paling lambat tanggal 26 November 2018. "Di sebagian tempat sudah terkirim, seperti Provinsi Banten," ujarnya.

Namun kata dia, kejadian bencana di Sulteng, pihaknya telah meminta kepada produsen untuk menunda penyaluran logistik untuk daerah terdampak bencana. Logistik itu akan disalurkan setelah gudang penyimpanan logistik dinyatakan siap. "Kalau logistiknya siap, namun gudangnya tidak siap, nantinya rusak," jelas Adiwijaya.

Terkait dengan data daftar pemilih tetap (DPT), secara nasional telah masuk dalam tahapan DPT hasil perbaikan (DPTHP), paling lambat ditetapkan pada 16 November 2018. "Kita harapkan dalam tengat waktu itu, KPU Sulteng telah memasukkan perbaikan," harap Adiwijaya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming meminta penundaan pengiriman logistik untuk pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019.

"Alasan penundaan karena kondisi gudang logistik sedang rusak," kata Tanwir di Palu, Sabtu (13/10).

Tanwir menjelaskan saat ini pihaknya sedang mencari alternatif gudang sementara yang dapat disewa. Namun kemungkinan agak rumit, karena hampir semua wilayah Palu terdampak gempa. "Logistik yang ditunda yakni kotak suara," ujarnya.

Kata dia, kemungkinan penundaan untuk Pemilu 2019 di Sulteng tidak ada, khususnya daerah terdampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala serta sebagian Kabupaten Parigi Moutong.

"Kami akan berusaha bekerja semaksimal mungkin, untuk kesuksesan Pemilu tahun 2019," tegas Tanwir, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Inspektur KPU RI, Adiwijaya mengatakan secara nasional, logistik Pemilu dijadwalkan sudah sampai di kabupaten/kota paling lambat tanggal 26 November 2018. "Di sebagian tempat sudah terkirim, seperti Provinsi Banten," ujarnya.

Namun kata dia, kejadian bencana di Sulteng, pihaknya telah meminta kepada produsen untuk menunda penyaluran logistik untuk daerah terdampak bencana. Logistik itu akan disalurkan setelah gudang penyimpanan logistik dinyatakan siap. "Kalau logistiknya siap, namun gudangnya tidak siap, nantinya rusak," jelas Adiwijaya.

Terkait dengan data daftar pemilih tetap (DPT), secara nasional telah masuk dalam tahapan DPT hasil perbaikan (DPTHP), paling lambat ditetapkan pada 16 November 2018. "Kita harapkan dalam tengat waktu itu, KPU Sulteng telah memasukkan perbaikan," harap Adiwijaya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:14 WIB

125 desa di Sukoharjo gelar Pilkades Serentak

Selasa, 11 Desember 2018 - 13:37 WIB

Pengamat: Politik identitas hanya kepentingan Pemilu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com