Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:21 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Aplikasi

Menkominfo sebut tiga startup yang berpeluang jadi unicorn

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 12:33 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. Foto: http://bit.ly/2yVzkK4
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. Foto: http://bit.ly/2yVzkK4

Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan ada tiga jenis startup yang kemungkinan bisa menjadi unicorn di Indonesia, yakni edu tech, health tech dan fin tech.

Indonesia saat ini memiliki empat startup yang tergolong unicorn, atau yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar, yaitu GO-JEK, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia. Selain keempat itu, Rudiantara menyebut hadirnya anggota lain.

"Selalu orang bertanya ke saya, unicorn berikutnya siapa sih kira-kira? Saya selalu katakan, clue-nya, satu adalah pendidikan. Mengapa pendidikan? Karena APBN kita itu berdasarkan undang-undang dasar 20 persen itu harus digelontorkan untuk pendidikan," ungkap Rudiantara usai membuka "The Nexticorn International Convention - Digital Paradise" di Bali, Sabtu (13/10).

Rudiantara menambahkan, "Tahun ini saja Rp400 triliun lebih digelontorkan untuk pendidikan. Tahun depan pasti masih lebih lagi. Itu kan kalau dapat satu atau dua persen saja sudah 10 triliun kalau dua persen. Jadi akan besar,". 

Untuk jenis yang kedua, Rudiantara menyebut health tech juga memiliki peluang yang besar. Sebab, angka yang akan dihasilkan tidaklah kecil. "Karena berdasarkan undang-undang dasar kita, 5 persen kita harus dialokasikan ke kesehatan. Lagi-lagi, 5 persen itu sekira Rp100 triliun lebih dibelanjakan. Kalau satu persennya saja sudah angka yang luar biasa besar," paparnya, seperti dikutip Antara.

"Dan jangan lupa Fin tech. Fin tech itu traksinya lagi tinggi. Investor senang dengan perusahaan yang traksinya tinggi. Artinya tiba-tiba market-nya naik," tutup Rudiantara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara mengatakan ada tiga jenis startup yang kemungkinan bisa menjadi unicorn di Indonesia, yakni edu tech, health tech dan fin tech.

Indonesia saat ini memiliki empat startup yang tergolong unicorn, atau yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar, yaitu GO-JEK, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia. Selain keempat itu, Rudiantara menyebut hadirnya anggota lain.

"Selalu orang bertanya ke saya, unicorn berikutnya siapa sih kira-kira? Saya selalu katakan, clue-nya, satu adalah pendidikan. Mengapa pendidikan? Karena APBN kita itu berdasarkan undang-undang dasar 20 persen itu harus digelontorkan untuk pendidikan," ungkap Rudiantara usai membuka "The Nexticorn International Convention - Digital Paradise" di Bali, Sabtu (13/10).

Rudiantara menambahkan, "Tahun ini saja Rp400 triliun lebih digelontorkan untuk pendidikan. Tahun depan pasti masih lebih lagi. Itu kan kalau dapat satu atau dua persen saja sudah 10 triliun kalau dua persen. Jadi akan besar,". 

Untuk jenis yang kedua, Rudiantara menyebut health tech juga memiliki peluang yang besar. Sebab, angka yang akan dihasilkan tidaklah kecil. "Karena berdasarkan undang-undang dasar kita, 5 persen kita harus dialokasikan ke kesehatan. Lagi-lagi, 5 persen itu sekira Rp100 triliun lebih dibelanjakan. Kalau satu persennya saja sudah angka yang luar biasa besar," paparnya, seperti dikutip Antara.

"Dan jangan lupa Fin tech. Fin tech itu traksinya lagi tinggi. Investor senang dengan perusahaan yang traksinya tinggi. Artinya tiba-tiba market-nya naik," tutup Rudiantara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com