Senin, 22 Oktober 2018 | 22:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Wapres JK yakinkan investor pemerintah kombinasikan viabelitas komersial-sosial

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 12:13 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato kunci dalam Forum Infrastruktur Global 2018, Sabtu (13/10). Sumber Foto: https://bit.ly/2CHrGp0
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato kunci dalam Forum Infrastruktur Global 2018, Sabtu (13/10). Sumber Foto: https://bit.ly/2CHrGp0

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakinkan para investor swasta bahwa pemerintah akan mengombinasikan viabelitas komersial dan sosial proyek  infrastruktur.

"Untuk biaya proyek yang 'non-commercially viable' seperti membangun irigasi, jalan desa, infrastruktur di daerah terpencil tentu itu tugas pemerintah, tapi sektor swasta punya pekerjaan lebih besar untuk infrastruktur penting seperti komunikasi atau listrik," kata JK dalam Forum Infrastruktur Global 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Oleh karena itu, Wapres meyakinkan para investor swasta yang hadir dalam forum tersebut bahwa pemerintah Indonesia mengerti kepentingan bisnis bagi investasi mereka, sekaligus meminta mereka mendukung upaya kombinasi yang dilakukan pemerintah.

JK menekankan bahwa pada dasarnya infrastruktur dibutuhkan semua negara, tidak hanya negara pasar berkembang, seperti Indonesia, tetapi juga negara maju, yang berbeda adalah tantangan yang dihadapi masing-masing negara.

"Di negara kepulauan, termasuk sueperti Indonesia, konektivitas laut dan udara sangat penting sehingga  transportasi harus bagus kalau tidak ekonomi akan masalah karena kami butuh 'logistic cost' yang lebih mahal dari negara kontinental," kata dia, seperti dikutip Antara.

Karena itu,  Wapres menyerukan kerja sama multilateral untuk menjawab tantangan infrastruktur global saat ini yang meliputi bagaimana mempercepat pembangunan dengan melibatkan investor swasta, pembiayaan proyek jangka panjang, efektivitas strategi pemerintah, dan teknologi.

Forum Infrastruktur Global 2018 yang dihadiri berbagai bank pembangunan dunia, institusi investasi, dan perbankan dunia tersebut  merupakan salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakinkan para investor swasta bahwa pemerintah akan mengombinasikan viabelitas komersial dan sosial proyek  infrastruktur.

"Untuk biaya proyek yang 'non-commercially viable' seperti membangun irigasi, jalan desa, infrastruktur di daerah terpencil tentu itu tugas pemerintah, tapi sektor swasta punya pekerjaan lebih besar untuk infrastruktur penting seperti komunikasi atau listrik," kata JK dalam Forum Infrastruktur Global 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10).

Oleh karena itu, Wapres meyakinkan para investor swasta yang hadir dalam forum tersebut bahwa pemerintah Indonesia mengerti kepentingan bisnis bagi investasi mereka, sekaligus meminta mereka mendukung upaya kombinasi yang dilakukan pemerintah.

JK menekankan bahwa pada dasarnya infrastruktur dibutuhkan semua negara, tidak hanya negara pasar berkembang, seperti Indonesia, tetapi juga negara maju, yang berbeda adalah tantangan yang dihadapi masing-masing negara.

"Di negara kepulauan, termasuk sueperti Indonesia, konektivitas laut dan udara sangat penting sehingga  transportasi harus bagus kalau tidak ekonomi akan masalah karena kami butuh 'logistic cost' yang lebih mahal dari negara kontinental," kata dia, seperti dikutip Antara.

Karena itu,  Wapres menyerukan kerja sama multilateral untuk menjawab tantangan infrastruktur global saat ini yang meliputi bagaimana mempercepat pembangunan dengan melibatkan investor swasta, pembiayaan proyek jangka panjang, efektivitas strategi pemerintah, dan teknologi.

Forum Infrastruktur Global 2018 yang dihadiri berbagai bank pembangunan dunia, institusi investasi, dan perbankan dunia tersebut  merupakan salah satu sesi Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Senin, 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com