KCI evakuasi penumpang KRL anjlok di Palmerah
Sabtu, 13 Oktober 2018 - 13:39 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Penumpang KRL lintas Tanah Abang - Parung Panjang yang anjlok saat dievakuasi petugas KCI pada Sabtu (13/10). Sumber foto: https://bit.ly/2CGMTj0

Elshinta.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan melakukan proses evakuasi  penumpang kereta rel listrik (KRL) perjalanan lintas Tanah Abang - Parung Panjang yang sempat anjlok di Palmerah, Sabtu (13/10).

Vice President Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa di Jakarta menyatakan, proses evakuasi penumpang KA 1962 lintas Tanah Abang - Parung Panjang masih dilakukan. "Evakuasi masih dilakukan oleh tim gabungan dari PT KAI Daop 1 Jakarta dan PT KCI sejak mengalami anjlok pada pukul 10.30 WIB," kata Eva.

"Selama proses evakuasi, perjalanan KRL lintas Tanah Abang sampai dengan Rangkasbitung masih tetap dapat dilakukan dengan berjalan bergantian pada jalur yang sama saat melintasi lokasi," lanjutnya.

Lokasi anjlok rangkaian KRL Tanah Abang-Parung Panjang tersebut yakni petak setelah stasiun Palmerah arah Kebayoran. Kondisi tersebut membuat lintas perjalanan KRL lainnya terhambat selama 30 menit. 

Eva mengimbau kepada penumpang KRL anjlok yang telah melakukan transaksi tiket dan akan memutuskan berganti moda transportasi untuk melakukan proses pengembalian tiket di Stasiun terdekat, dikutip Antara.

Sementara bagi calon penumpang KRL, Eva mengimbau untuk tidak memaksakan diri untuk naik apabila KRL dalam kondisi padat. "PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) memohon maaf atas adanya antrian perjalanan KRL pada lintas Tanah Abang - Serpong/ParungPanjang/Maja/ Rangkasbitung, dan sebaliknya akibat dampak gangguan operasional pada KA 1962 diantara jalur lintas Palmerah-Kebayoran," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - Bus Cahaya Bakti Utama Nomor Polisi Z 7594 AA menghantam bagian belakang truk ta...
Senin, 18 Maret 2019 - 18:12 WIB
Elshinta.com - Sebuah mini bus, dengan nopol N 1135 BO tertabrak kereta penataran, di perl...
Senin, 18 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Helikopter bertipe BO-105M, jatuh di daerah Bukit Situhiang Cinipah Cigalon...
Jumat, 15 Maret 2019 - 21:58 WIB
Elshinta.com - Satuan Lalu Lintas Polres Kudus, Jawa Tengah, mencatat 110 korban meninggal...
Selasa, 12 Maret 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Pascakecelakaan KRL di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/3), ...
Senin, 11 Maret 2019 - 21:07 WIB
Elshinta.com - Pengamat penerbangan, Arista Atmadjati menyoroti adanya kesamaan dugaan pen...
Senin, 11 Maret 2019 - 17:07 WIB
Elshinta.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan mendownload serta memp...
Senin, 11 Maret 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - 11 orang korban mengalami luka-luka dalam sebuah kecelakaan elf dengan nomo...
Senin, 11 Maret 2019 - 12:21 WIB
Elshinta.com - Komisioner Ombudsman bidang Transportasi, Alvin Lie menilai, ada beberapa k...
Senin, 11 Maret 2019 - 12:04 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan agar evaluasi menyeluruh dilakukan PT KAI t...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)