Senin, 22 Oktober 2018 | 22:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

KPU Mukomuko menangi gugatan di Bawaslu

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 14:41 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2Eip2HY
Sumber foto: https://bit.ly/2Eip2HY

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu Irsyad Kamarudin mengatakan bahwa lembaganya menang dalam sidang gugatan terkait partai politik yang terlambat menyampaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) sehingga terancam dicoret sebagai peserta Pemilu 2019 di Badan Pengawas Pemilu setempat.

"Kami menang karena yang digugat oleh partai politik administrasi berita acara keterlambatan partai itu menyampaikan LADK," kata Ketua KPU Kabupaten Mukomuko Irsyad Kamarudin di Mukomuko, Sabtu (13/10).

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggugat KPU yang menetapkan partai tersebut secara administrasi melanggar PKPU karena terlambat menyampaikan LADK kepada lembaga itu. Irsyad mengatakan, bahwa lembaga menang dalam sidang di Bawaslu karena yang digugat oleh partai tersebut adalah administrasi berita acara keterlambatan partai tersebut menyampaikan LADK.

Dikutip Antara, ia menyatakan, pengurus partai tersebut mengakui bahwa mereka memang terlambat dalam menyampaikan LADK ke KPU setempat. Selanjutnya, hasil keputusan sidang di Bawaslu itu disampaikan ke KPU provinsi dan pusat. "KPU RI yang berwenang untuk mencoret PSI sebagai salah satu peserta Pemilu 2019 di daerah ini," ujarnya.

Semua partai politik dari sebanyak 14 partai politik peserta Pemilu 2019 di daerah itu pada tanggal 23 September 2018 telah menyampaikan laporan dana kampanye kepada KPU setempat. Dari sebanyak 14 partai politik peserta Pemilu 2019 tersebut, hanya PSI yang terlambat selama lima menit menyampaikan laporan dana kampanye kepada KPU setempat.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu Irsyad Kamarudin mengatakan bahwa lembaganya menang dalam sidang gugatan terkait partai politik yang terlambat menyampaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) sehingga terancam dicoret sebagai peserta Pemilu 2019 di Badan Pengawas Pemilu setempat.

"Kami menang karena yang digugat oleh partai politik administrasi berita acara keterlambatan partai itu menyampaikan LADK," kata Ketua KPU Kabupaten Mukomuko Irsyad Kamarudin di Mukomuko, Sabtu (13/10).

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggugat KPU yang menetapkan partai tersebut secara administrasi melanggar PKPU karena terlambat menyampaikan LADK kepada lembaga itu. Irsyad mengatakan, bahwa lembaga menang dalam sidang di Bawaslu karena yang digugat oleh partai tersebut adalah administrasi berita acara keterlambatan partai tersebut menyampaikan LADK.

Dikutip Antara, ia menyatakan, pengurus partai tersebut mengakui bahwa mereka memang terlambat dalam menyampaikan LADK ke KPU setempat. Selanjutnya, hasil keputusan sidang di Bawaslu itu disampaikan ke KPU provinsi dan pusat. "KPU RI yang berwenang untuk mencoret PSI sebagai salah satu peserta Pemilu 2019 di daerah ini," ujarnya.

Semua partai politik dari sebanyak 14 partai politik peserta Pemilu 2019 di daerah itu pada tanggal 23 September 2018 telah menyampaikan laporan dana kampanye kepada KPU setempat. Dari sebanyak 14 partai politik peserta Pemilu 2019 tersebut, hanya PSI yang terlambat selama lima menit menyampaikan laporan dana kampanye kepada KPU setempat.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com