Senin, 10 Desember 2018 | 17:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

Bulu tangkis pastikan enam emas usai Dwiyoko/Fredy taklukkan wakil Korea

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 15:55 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Pasangan ganda putra Indonesia Dwiyoko dan Fredy Setiawan saling berpelukan usai berhasil menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeon Sunwoo dan Joo Dongjae dalam partai final cabang olahraga bulu tangkis. Sumber foto: https://bit.ly/2pS05ZV
Pasangan ganda putra Indonesia Dwiyoko dan Fredy Setiawan saling berpelukan usai berhasil menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeon Sunwoo dan Joo Dongjae dalam partai final cabang olahraga bulu tangkis. Sumber foto: https://bit.ly/2pS05ZV

Elshinta.com - Cabang olahraga bulu tangkis Asian Para Games 2018 memastikan meraih enam medali emas setelah pada partai final terakhir nomor ganda putra SL3-SL4, pasangan Dwiyoko/Fredy Setiawan berhasil menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeon Sunwoo dan Joo Dongjae.

Dalam pertandingan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu, Dwiyoko dan Fredy berhasil menyudahi perlawanan wakil negeri ginseng lewat pertarungan ketat dua set dengan angka 22-20 dan 22-20. Pertandingan sudah berlangsung sengit sejak awal. Jarak poin antara masing-masing pasangan hampir tak pernah lebih dari tiga angka. Bahkan beberapa kali keduanya memperoleh raihan poin yang sama.

Penonton dibuat tegang di penghujung set pertama. Baik Dwiyoko dan Fredy maupun Sunwoo dan Dongjae sama-sama mempeorleh angka 20. Pertandingan pun dinyatakan deuce. Dengan kata lain masing-masing pasangan harus menambah dua angka lagi untuk memenangkan gim pertama.

Dikutip Antara, Dwiyoko dan Fredy mampu tampil lebih tenang dan berhasil menutup gim pertama dengan angka 22-20. Pada gim kedua pertandingan semakin menarik. Jual beli serangan terus menerus terjadi. Teriakan dukungan dari ribuan penonton yang hadir semakin menghidupkan suasana.

Tak berbeda jauh dengan gim pertama, pasangan Dwiyoko dan Fredy terus mendapatkan perlawanan sengit dari ganda Korea. Susul menyusul angka terus terjadi hingga menjelang akhir gim kedua. Penentuan pemenang juga harus ditentukan lewat tambahan angka setelah keduanya kembali mendapatkan poin 20-20. Dukungan penuh dari penonton memberi semangat tambahan untuk Dwiyoko dan Fredy. Keduanya memastikan medali emas setelah memenangkan pertandingan dengan perolehan angka 22-20.

Ditemui usai pertandingan, Fredy dan Dwiyoko mengaku mengalami kesulitan saat menghadapi Sunwoo dan Dongjae. Hal itu disebabkan karena keduanya baru kali pertama berhadapan dengan pasangan tersebut. "Ini baru pertama kali ketemu. Mereka kan juga pasangan baru," ucap Fredy.

Oleh karena itulah pertandingan menjadi alot karena masing-masing pasangan belum mengetahui kelemahan lawannya. Fredy menambahkan dukungan dari ribuan penonton yang hadir menjadi motivasi lebih bagi dia dan Dwiyoko untuk memenangkan pertandingan. "Dukungan suporter Indonesia bikin kita semakin bersemangat. Kita berusaha memberikan yang terbaik," tutupnya.

Kontingen bulu tangkis Indonesia secara keseluruhan meraih enam emas, lima perak dan empat perunggu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

Sosbud | 10 Desember 2018 - 16:45 WIB

Pertamina bagikan santunan ke 12 panti asuhan

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 16:36 WIB

Jalan Raya Legok rusak, Bupati akan tindak tegas sopir muatan berat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:25 WIB

KPU Tangerang temukan daftar pemilih tak sesuai syarat

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 16:14 WIB

Wapres: Kalau Pemilu gagal, Bawaslu kecewakan masyarakat

Elshinta.com - Cabang olahraga bulu tangkis Asian Para Games 2018 memastikan meraih enam medali emas setelah pada partai final terakhir nomor ganda putra SL3-SL4, pasangan Dwiyoko/Fredy Setiawan berhasil menaklukkan pasangan Korea Selatan Jeon Sunwoo dan Joo Dongjae.

Dalam pertandingan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu, Dwiyoko dan Fredy berhasil menyudahi perlawanan wakil negeri ginseng lewat pertarungan ketat dua set dengan angka 22-20 dan 22-20. Pertandingan sudah berlangsung sengit sejak awal. Jarak poin antara masing-masing pasangan hampir tak pernah lebih dari tiga angka. Bahkan beberapa kali keduanya memperoleh raihan poin yang sama.

Penonton dibuat tegang di penghujung set pertama. Baik Dwiyoko dan Fredy maupun Sunwoo dan Dongjae sama-sama mempeorleh angka 20. Pertandingan pun dinyatakan deuce. Dengan kata lain masing-masing pasangan harus menambah dua angka lagi untuk memenangkan gim pertama.

Dikutip Antara, Dwiyoko dan Fredy mampu tampil lebih tenang dan berhasil menutup gim pertama dengan angka 22-20. Pada gim kedua pertandingan semakin menarik. Jual beli serangan terus menerus terjadi. Teriakan dukungan dari ribuan penonton yang hadir semakin menghidupkan suasana.

Tak berbeda jauh dengan gim pertama, pasangan Dwiyoko dan Fredy terus mendapatkan perlawanan sengit dari ganda Korea. Susul menyusul angka terus terjadi hingga menjelang akhir gim kedua. Penentuan pemenang juga harus ditentukan lewat tambahan angka setelah keduanya kembali mendapatkan poin 20-20. Dukungan penuh dari penonton memberi semangat tambahan untuk Dwiyoko dan Fredy. Keduanya memastikan medali emas setelah memenangkan pertandingan dengan perolehan angka 22-20.

Ditemui usai pertandingan, Fredy dan Dwiyoko mengaku mengalami kesulitan saat menghadapi Sunwoo dan Dongjae. Hal itu disebabkan karena keduanya baru kali pertama berhadapan dengan pasangan tersebut. "Ini baru pertama kali ketemu. Mereka kan juga pasangan baru," ucap Fredy.

Oleh karena itulah pertandingan menjadi alot karena masing-masing pasangan belum mengetahui kelemahan lawannya. Fredy menambahkan dukungan dari ribuan penonton yang hadir menjadi motivasi lebih bagi dia dan Dwiyoko untuk memenangkan pertandingan. "Dukungan suporter Indonesia bikin kita semakin bersemangat. Kita berusaha memberikan yang terbaik," tutupnya.

Kontingen bulu tangkis Indonesia secara keseluruhan meraih enam emas, lima perak dan empat perunggu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

Minggu, 02 Desember 2018 - 20:46 WIB

Azzahra pecahkan rekor nasional di IOAC 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com