Senin, 22 Oktober 2018 | 22:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Korban likuifaksi Petobo tunggu informasi kepastian relokasi

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Peneliti Pusat Studi Gempa Bumi Nasional meneliti struktur lapisan tanah dan batuan di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. Sumber foto: https://bit.ly/2OlEXKv
Peneliti Pusat Studi Gempa Bumi Nasional meneliti struktur lapisan tanah dan batuan di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. Sumber foto: https://bit.ly/2OlEXKv

Elshinta.com - Korban gempa disertai lumpur dari Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, yang mengungsi di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi butuh informasi lengkap dari pemerintah mengenai rencana relokasi permukiman.

"Warga masih bertanya-tanya di mana rencana tempat relokasi," ucap Ketua RT01/RW 05 Kelurahan Petobo Abdul Naim, di Sigi Sabtu (13/10).

Menurut Naim, warga sangat membutuhkan informasi mengenai relokasi permukiman dari pemerintah. Hal itu karena warganya yang kurang lebih berjumlah sekitar 68 jiwa atau sekitar 18 kepala keluarga tidak lagi memiliki tempat tinggal.

Ia mengaku bahwa sebagian warga masih memiliki lahan di wilayah Petobo yang tidak terdampak lumpur dan dapat digunakan untuk pembangunan tempat tinggal. Namun, sebut dia, warga enggan menggunakan lahan mereka dikarenakan lokasi dekat dengan jalur patahan gempa serta terdampak lumpur. "Warga trauma berat dan takut. Tidak mau karena lokasinya dekat dengan jalur gempa dan terdampak lumpur," ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa warga membutuhkan penjelasan dari pemerintah mengenai gempa dan lahan-lahan relokasi apakah rawan dari gempa atau tidak. "Sebaiknya ada penjelasan dari pemerintah kepada warga mengenai gempa," katanya seperti dikutip Antara.

Sebagian besar warga Kelurahan Petobo tidak lagi memiliki tempat tinggal pascagempa disertai likuifaksi pada Jumat 28 September 2018. Warga membutuhkan bantuan pemerintah agar dibangunkan kembali tempat tinggal.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

Elshinta.com - Korban gempa disertai lumpur dari Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, yang mengungsi di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi butuh informasi lengkap dari pemerintah mengenai rencana relokasi permukiman.

"Warga masih bertanya-tanya di mana rencana tempat relokasi," ucap Ketua RT01/RW 05 Kelurahan Petobo Abdul Naim, di Sigi Sabtu (13/10).

Menurut Naim, warga sangat membutuhkan informasi mengenai relokasi permukiman dari pemerintah. Hal itu karena warganya yang kurang lebih berjumlah sekitar 68 jiwa atau sekitar 18 kepala keluarga tidak lagi memiliki tempat tinggal.

Ia mengaku bahwa sebagian warga masih memiliki lahan di wilayah Petobo yang tidak terdampak lumpur dan dapat digunakan untuk pembangunan tempat tinggal. Namun, sebut dia, warga enggan menggunakan lahan mereka dikarenakan lokasi dekat dengan jalur patahan gempa serta terdampak lumpur. "Warga trauma berat dan takut. Tidak mau karena lokasinya dekat dengan jalur gempa dan terdampak lumpur," ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa warga membutuhkan penjelasan dari pemerintah mengenai gempa dan lahan-lahan relokasi apakah rawan dari gempa atau tidak. "Sebaiknya ada penjelasan dari pemerintah kepada warga mengenai gempa," katanya seperti dikutip Antara.

Sebagian besar warga Kelurahan Petobo tidak lagi memiliki tempat tinggal pascagempa disertai likuifaksi pada Jumat 28 September 2018. Warga membutuhkan bantuan pemerintah agar dibangunkan kembali tempat tinggal.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com