Minggu, 21 Oktober 2018 | 01:19 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden jelaskan alasan pembatalan kenaikan harga BBM premium

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 17:40 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2RMDLhe
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2RMDLhe

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menjelaskan kepentingan rakyat menjadi penyebab pembatalan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak jenis premium.

"Oleh sebab itu kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari Pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina, tidak signifikan. Sudah saya putuskan premium batal," jelas Presiden usai acara silaturahim bersama atlet Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu (13/10).

Presiden menjelaskan sebelumnya ada keinginan untuk menaikkan harga BBM jenis premium. Namun keputusan itu dibatalkan setelah terdapat kalkulasi mengenai inflasi, daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

Penyesuaian harga BBM seperti premium, DEX maupun Pertamax sebelumnya diputuskan naik mengingat harga minyak mentah Indonesia (ICP) maupun Brent yang naik. Namun menurut Presiden, kenaikan harga BBM jenis premium berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang saat ini ditopang oleh konsumsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 56,2 persen. Presiden menilai jika harga BBM premium dinaikkan, maka dapat menjadikan tingkat konsumsi lebih rendah. "Sudah saya batalkan, dengan hitung-hitungan, dengan angka-angka yang sangat realistis," jelas Jokowi.

Sebelumnya Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan penggunaan harga baru BBM jenis Premium pada Rabu (10/10) di Bali. Hampir satu jam kemudian, keputusan itu dibatalkan karena masih membutuhkan kajian dan evaluasi Pertamina, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menjelaskan kepentingan rakyat menjadi penyebab pembatalan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak jenis premium.

"Oleh sebab itu kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari Pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina, tidak signifikan. Sudah saya putuskan premium batal," jelas Presiden usai acara silaturahim bersama atlet Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu (13/10).

Presiden menjelaskan sebelumnya ada keinginan untuk menaikkan harga BBM jenis premium. Namun keputusan itu dibatalkan setelah terdapat kalkulasi mengenai inflasi, daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

Penyesuaian harga BBM seperti premium, DEX maupun Pertamax sebelumnya diputuskan naik mengingat harga minyak mentah Indonesia (ICP) maupun Brent yang naik. Namun menurut Presiden, kenaikan harga BBM jenis premium berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang saat ini ditopang oleh konsumsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 56,2 persen. Presiden menilai jika harga BBM premium dinaikkan, maka dapat menjadikan tingkat konsumsi lebih rendah. "Sudah saya batalkan, dengan hitung-hitungan, dengan angka-angka yang sangat realistis," jelas Jokowi.

Sebelumnya Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan penggunaan harga baru BBM jenis Premium pada Rabu (10/10) di Bali. Hampir satu jam kemudian, keputusan itu dibatalkan karena masih membutuhkan kajian dan evaluasi Pertamina, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Ya iya lah mau pil pres berani coba-coba ya gak jadi 2 X
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com