Rabu, 12 Desember 2018 | 20:20 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Presiden jelaskan alasan pembatalan kenaikan harga BBM premium

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 17:40 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2RMDLhe
Presiden Joko Widodo. Sumber foto: https://bit.ly/2RMDLhe

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menjelaskan kepentingan rakyat menjadi penyebab pembatalan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak jenis premium.

"Oleh sebab itu kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari Pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina, tidak signifikan. Sudah saya putuskan premium batal," jelas Presiden usai acara silaturahim bersama atlet Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu (13/10).

Presiden menjelaskan sebelumnya ada keinginan untuk menaikkan harga BBM jenis premium. Namun keputusan itu dibatalkan setelah terdapat kalkulasi mengenai inflasi, daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

Penyesuaian harga BBM seperti premium, DEX maupun Pertamax sebelumnya diputuskan naik mengingat harga minyak mentah Indonesia (ICP) maupun Brent yang naik. Namun menurut Presiden, kenaikan harga BBM jenis premium berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang saat ini ditopang oleh konsumsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 56,2 persen. Presiden menilai jika harga BBM premium dinaikkan, maka dapat menjadikan tingkat konsumsi lebih rendah. "Sudah saya batalkan, dengan hitung-hitungan, dengan angka-angka yang sangat realistis," jelas Jokowi.

Sebelumnya Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan penggunaan harga baru BBM jenis Premium pada Rabu (10/10) di Bali. Hampir satu jam kemudian, keputusan itu dibatalkan karena masih membutuhkan kajian dan evaluasi Pertamina, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo menjelaskan kepentingan rakyat menjadi penyebab pembatalan keputusan penaikan harga bahan bakar minyak jenis premium.

"Oleh sebab itu kemarin setelah saya dapat laporan terakhir dari Pertamina, berapa sih kalau kita naikkan segini, dihitung lagi keuntungan tambahan di Pertamina, tidak signifikan. Sudah saya putuskan premium batal," jelas Presiden usai acara silaturahim bersama atlet Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu (13/10).

Presiden menjelaskan sebelumnya ada keinginan untuk menaikkan harga BBM jenis premium. Namun keputusan itu dibatalkan setelah terdapat kalkulasi mengenai inflasi, daya beli masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

Penyesuaian harga BBM seperti premium, DEX maupun Pertamax sebelumnya diputuskan naik mengingat harga minyak mentah Indonesia (ICP) maupun Brent yang naik. Namun menurut Presiden, kenaikan harga BBM jenis premium berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat yang saat ini ditopang oleh konsumsi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Indonesia masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 56,2 persen. Presiden menilai jika harga BBM premium dinaikkan, maka dapat menjadikan tingkat konsumsi lebih rendah. "Sudah saya batalkan, dengan hitung-hitungan, dengan angka-angka yang sangat realistis," jelas Jokowi.

Sebelumnya Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan penggunaan harga baru BBM jenis Premium pada Rabu (10/10) di Bali. Hampir satu jam kemudian, keputusan itu dibatalkan karena masih membutuhkan kajian dan evaluasi Pertamina, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Ya iya lah mau pil pres berani coba-coba ya gak jadi 2 X
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com