Selasa, 23 Oktober 2018 | 13:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Permukaan tanah Malang Raya alami penurunan tiga meter

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 18:15 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: El Aris/Radio Elshinta
Sumber foto: El Aris/Radio Elshinta

Elshinta.com - Gempa yang kerap terjadi di wilayah Malang Selatan menarik perhatian para peneliti yang tergabung dalam Grup Riset Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melakukan analisis terhadap pergerakan vertikal dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya berbasis data satelit radar (Sentinel-1) milik Uni Eropa.

"Berawal dari banyaknya kejadian gempa membuat kami lakukan riset, apalagi dengan memanfaatkan pengamatan satelit dan mengambil pengamatan selama 3 tahun mulai 2015 hingga tahun 2018 khususnya wilayah Malang Raya, Surabaya, dan Madura," ungkap Ketua Grup Riset Geoinformatika FILKOM UB, Fatwa Ramdani, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Sabtu (13/10).

"Hasilnya sangat mencengangkan dimana selama 3 tahun mulai 2015 hingga tahun 2018 ditemukan terjadinya penurunan tanah, di 3 tahun terakhir ini mengalami penurunan tanah hingga 3 meter," ujarnya.

Sementara Surabaya dan Pulau Madura mengalami kenaikan muka tanah sekitar 30 cm. "Turun dan naiknya permukaan tanah di Pulau Jawa bagian selatan ternyata disebabkan oleh tumbukan antara lempeng Australia yang menarik daratan Pulau Jawa bagian selatan yang terus bergerak mendorong ke arah utara menuju selatan Pulau Jawa bergerak sekitar 71 mm/tahun. Hal ini terlihat kecil, namun dampaknya ternyata sangat besar pada penurunan muka tanah," jelasnya.

Oleh karena itulah para peneliti merekomendasikan pada pemerintah dan masyarakat untuk lakukan penataan pembangunan termasuk bahan yang di gunakan disamping ramah lingkungan juga ramah gempa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Ekonomi | 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

Hukum | 23 Oktober 2018 - 12:26 WIB

KPK periksa lagi Bupati Bangkalan

Elshinta.com - Gempa yang kerap terjadi di wilayah Malang Selatan menarik perhatian para peneliti yang tergabung dalam Grup Riset Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melakukan analisis terhadap pergerakan vertikal dari wilayah Malang Raya dan sekitarnya berbasis data satelit radar (Sentinel-1) milik Uni Eropa.

"Berawal dari banyaknya kejadian gempa membuat kami lakukan riset, apalagi dengan memanfaatkan pengamatan satelit dan mengambil pengamatan selama 3 tahun mulai 2015 hingga tahun 2018 khususnya wilayah Malang Raya, Surabaya, dan Madura," ungkap Ketua Grup Riset Geoinformatika FILKOM UB, Fatwa Ramdani, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Sabtu (13/10).

"Hasilnya sangat mencengangkan dimana selama 3 tahun mulai 2015 hingga tahun 2018 ditemukan terjadinya penurunan tanah, di 3 tahun terakhir ini mengalami penurunan tanah hingga 3 meter," ujarnya.

Sementara Surabaya dan Pulau Madura mengalami kenaikan muka tanah sekitar 30 cm. "Turun dan naiknya permukaan tanah di Pulau Jawa bagian selatan ternyata disebabkan oleh tumbukan antara lempeng Australia yang menarik daratan Pulau Jawa bagian selatan yang terus bergerak mendorong ke arah utara menuju selatan Pulau Jawa bergerak sekitar 71 mm/tahun. Hal ini terlihat kecil, namun dampaknya ternyata sangat besar pada penurunan muka tanah," jelasnya.

Oleh karena itulah para peneliti merekomendasikan pada pemerintah dan masyarakat untuk lakukan penataan pembangunan termasuk bahan yang di gunakan disamping ramah lingkungan juga ramah gempa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Dinas perikanan bina dua unit koperasi nelayan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 13:05 WIB

DPR: Korban gempa Sulteng masih perlu bantuan

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:57 WIB

Bappenas: Cegah korupsi dengan pemerintahan terbuka

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:48 WIB

Rizal Ramli datangi KPK adukan dugaan korupsi

Selasa, 23 Oktober 2018 - 12:37 WIB

Tb Chaeri Wardana diperiksa KPK kembali

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com