Rabu, 12 Desember 2018 | 04:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

KRI dr Soeharso-990 masih tangani korban bencana

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 18:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2A7V0mo
Sumber foto: https://bit.ly/2A7V0mo

Elshinta.com - Rumah sakit milik TNI AL di KRI dr Soeharso-990 hingga dua pekan pascagempa dan tsunami yang mengguncang Kota Palu, Donggala dan Sigi masih terus melakukan pelayanan penanganan kesehatan terhadap pasien korban bencana.

Seperti dikutip dari Antara di KRI dr Soeharso, di Palu, Sabtu (13/10), pasien di ruang rawat inap rumah sakit terapung itu mulai berkurang, karena kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Kapal sepanjang 122 meter itu sandar di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, sejak Kamis (4/10), dalam misi kemanusiaan membantu penanganan korban bencana gempa dan tsumani.

Sejauh ini kapal berbobot 11.394 ton itu sudah melayani sebanyak 2.321 kunjungan pasien hingga Sabtu siang, yang ditangani sebanyak 36 dokter spesialis milik marinir TNI AL. Dari 2.321kunjungan, terdapat 243 pasien menjalani perawatan intes di ruang rawat inap, sementara 2.078 pasien rawat jalan. Hingga 10 hari berada di Palu,??dokter rumah sakit KRI dr Seharso-90 sudah 95 kali melakukan bedah terhadap pasien.

Khusus ruang rawat inap dibagi menjadi dua tepat yakni diatas KRI dr Soeharso-990 berkapasitas 40 tempat tidur dan di Rumkitlap pelataran pelabuhan Pantoloan sebagai ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilengkapi sejumlah ruang Poliklinik. Di rumah sakit itu beberapa fasilitas kesehatan lengkap, diantaranya lima kamar operasi, ruang laboratorium, apotek/farmasi, radiologi, Poli, ICU, IGD serta ruangan lainya layaknya rumah sakit pada umumnya.

Penanganan kesehatan korban pascabencana didominasi pasien bedah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter mengguncang ibu Kota Provinsi Sulteng. Selain penanganan medis, prajurit marinir TNI AL juga melakukan kegiatan sosial lainya, di antaranya distribusi bantuan logistik ke wilayah terisolir menggunakan jalur laut dan udara serta pengamanan lokasi pelabuhan sebagai pintu masuk Kota Palu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pendidikan | 11 Desember 2018 - 22:25 WIB

Di Kudus, masih ada SD dimerger formasi CPNS

Politik | 11 Desember 2018 - 22:01 WIB

PSI puji Risma percantik Surabaya

Pileg 2019 | 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soehato dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

Musibah | 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Aktual Pemilu | 11 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPU Purwakarta tetapkan DPT Pemilu 2019

Elshinta.com - Rumah sakit milik TNI AL di KRI dr Soeharso-990 hingga dua pekan pascagempa dan tsunami yang mengguncang Kota Palu, Donggala dan Sigi masih terus melakukan pelayanan penanganan kesehatan terhadap pasien korban bencana.

Seperti dikutip dari Antara di KRI dr Soeharso, di Palu, Sabtu (13/10), pasien di ruang rawat inap rumah sakit terapung itu mulai berkurang, karena kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Kapal sepanjang 122 meter itu sandar di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, sejak Kamis (4/10), dalam misi kemanusiaan membantu penanganan korban bencana gempa dan tsumani.

Sejauh ini kapal berbobot 11.394 ton itu sudah melayani sebanyak 2.321 kunjungan pasien hingga Sabtu siang, yang ditangani sebanyak 36 dokter spesialis milik marinir TNI AL. Dari 2.321kunjungan, terdapat 243 pasien menjalani perawatan intes di ruang rawat inap, sementara 2.078 pasien rawat jalan. Hingga 10 hari berada di Palu,??dokter rumah sakit KRI dr Seharso-90 sudah 95 kali melakukan bedah terhadap pasien.

Khusus ruang rawat inap dibagi menjadi dua tepat yakni diatas KRI dr Soeharso-990 berkapasitas 40 tempat tidur dan di Rumkitlap pelataran pelabuhan Pantoloan sebagai ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilengkapi sejumlah ruang Poliklinik. Di rumah sakit itu beberapa fasilitas kesehatan lengkap, diantaranya lima kamar operasi, ruang laboratorium, apotek/farmasi, radiologi, Poli, ICU, IGD serta ruangan lainya layaknya rumah sakit pada umumnya.

Penanganan kesehatan korban pascabencana didominasi pasien bedah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter mengguncang ibu Kota Provinsi Sulteng. Selain penanganan medis, prajurit marinir TNI AL juga melakukan kegiatan sosial lainya, di antaranya distribusi bantuan logistik ke wilayah terisolir menggunakan jalur laut dan udara serta pengamanan lokasi pelabuhan sebagai pintu masuk Kota Palu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:38 WIB

Hanyut tenggelam, bocah SD ditemukan meninggal

Selasa, 11 Desember 2018 - 19:21 WIB

Dua anggota TNI korban KKSB dievakuasi ke Wamena

Selasa, 11 Desember 2018 - 18:25 WIB

Basarnas evakuasi korban banjir yang alami keguguran

Selasa, 11 Desember 2018 - 17:55 WIB

Sindikat pembobol Singapore Airlines diciduk

Selasa, 11 Desember 2018 - 14:45 WIB

Mobil tangki LPG terguling di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com