Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

KRI dr Soeharso-990 masih tangani korban bencana

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 18:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2A7V0mo
Sumber foto: https://bit.ly/2A7V0mo

Elshinta.com - Rumah sakit milik TNI AL di KRI dr Soeharso-990 hingga dua pekan pascagempa dan tsunami yang mengguncang Kota Palu, Donggala dan Sigi masih terus melakukan pelayanan penanganan kesehatan terhadap pasien korban bencana.

Seperti dikutip dari Antara di KRI dr Soeharso, di Palu, Sabtu (13/10), pasien di ruang rawat inap rumah sakit terapung itu mulai berkurang, karena kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Kapal sepanjang 122 meter itu sandar di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, sejak Kamis (4/10), dalam misi kemanusiaan membantu penanganan korban bencana gempa dan tsumani.

Sejauh ini kapal berbobot 11.394 ton itu sudah melayani sebanyak 2.321 kunjungan pasien hingga Sabtu siang, yang ditangani sebanyak 36 dokter spesialis milik marinir TNI AL. Dari 2.321kunjungan, terdapat 243 pasien menjalani perawatan intes di ruang rawat inap, sementara 2.078 pasien rawat jalan. Hingga 10 hari berada di Palu,??dokter rumah sakit KRI dr Seharso-90 sudah 95 kali melakukan bedah terhadap pasien.

Khusus ruang rawat inap dibagi menjadi dua tepat yakni diatas KRI dr Soeharso-990 berkapasitas 40 tempat tidur dan di Rumkitlap pelataran pelabuhan Pantoloan sebagai ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilengkapi sejumlah ruang Poliklinik. Di rumah sakit itu beberapa fasilitas kesehatan lengkap, diantaranya lima kamar operasi, ruang laboratorium, apotek/farmasi, radiologi, Poli, ICU, IGD serta ruangan lainya layaknya rumah sakit pada umumnya.

Penanganan kesehatan korban pascabencana didominasi pasien bedah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter mengguncang ibu Kota Provinsi Sulteng. Selain penanganan medis, prajurit marinir TNI AL juga melakukan kegiatan sosial lainya, di antaranya distribusi bantuan logistik ke wilayah terisolir menggunakan jalur laut dan udara serta pengamanan lokasi pelabuhan sebagai pintu masuk Kota Palu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 18 Oktober 2018 - 19:45 WIB

Ini kemampuan yang harus dimiliki oleh founder startup

Aplikasi | 18 Oktober 2018 - 19:36 WIB

Twitter lakukan pembaruan pada tweet yang dilaporkan

Sosbud | 18 Oktober 2018 - 19:25 WIB

Santri dan warga Sukoharjo gelar Salat Istisqo

Aktual Dalam Negeri | 18 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Pedagang Pasar Setono Betek keluhkan dagangan tak laku ke Wali Kota Kediri

Aktual Sepakbola | 18 Oktober 2018 - 18:58 WIB

Sadio Mane jalani operasi tangan

Aktual Pemilu | 18 Oktober 2018 - 18:47 WIB

Fahri Hamzah: Dana saksi dibiayai negara hindari persaingan tak sehat

Elshinta.com - Rumah sakit milik TNI AL di KRI dr Soeharso-990 hingga dua pekan pascagempa dan tsunami yang mengguncang Kota Palu, Donggala dan Sigi masih terus melakukan pelayanan penanganan kesehatan terhadap pasien korban bencana.

Seperti dikutip dari Antara di KRI dr Soeharso, di Palu, Sabtu (13/10), pasien di ruang rawat inap rumah sakit terapung itu mulai berkurang, karena kondisi kesehatan mereka sudah membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter. Kapal sepanjang 122 meter itu sandar di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, sejak Kamis (4/10), dalam misi kemanusiaan membantu penanganan korban bencana gempa dan tsumani.

Sejauh ini kapal berbobot 11.394 ton itu sudah melayani sebanyak 2.321 kunjungan pasien hingga Sabtu siang, yang ditangani sebanyak 36 dokter spesialis milik marinir TNI AL. Dari 2.321kunjungan, terdapat 243 pasien menjalani perawatan intes di ruang rawat inap, sementara 2.078 pasien rawat jalan. Hingga 10 hari berada di Palu,??dokter rumah sakit KRI dr Seharso-90 sudah 95 kali melakukan bedah terhadap pasien.

Khusus ruang rawat inap dibagi menjadi dua tepat yakni diatas KRI dr Soeharso-990 berkapasitas 40 tempat tidur dan di Rumkitlap pelataran pelabuhan Pantoloan sebagai ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilengkapi sejumlah ruang Poliklinik. Di rumah sakit itu beberapa fasilitas kesehatan lengkap, diantaranya lima kamar operasi, ruang laboratorium, apotek/farmasi, radiologi, Poli, ICU, IGD serta ruangan lainya layaknya rumah sakit pada umumnya.

Penanganan kesehatan korban pascabencana didominasi pasien bedah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter mengguncang ibu Kota Provinsi Sulteng. Selain penanganan medis, prajurit marinir TNI AL juga melakukan kegiatan sosial lainya, di antaranya distribusi bantuan logistik ke wilayah terisolir menggunakan jalur laut dan udara serta pengamanan lokasi pelabuhan sebagai pintu masuk Kota Palu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:45 WIB

Mensos pastikan ada jaminan hidup korban bencana

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:00 WIB

Gempa M 5,3 kembali guncang Aceh Barat

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com