Rabu, 12 Desember 2018 | 20:22 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kudus miliki sanggar kerja untuk kaum difabel

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 20:49 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kabupaten Kudus memiliki sheltered workshop atau sanggar kerja untuk penyandang disabilitas intelektual agar kaum difabel di Kudus memiliki keterampilan yang bisa menunjang kemandirian hidup.

Peresmian Sheltered Workshop Peduli Mugi Berkah Kudus di aula Balai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (12/10) kemarin dihadiri Wakil Bupati Kudus Hartopo dan Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung Muhardjani.

Menurut Wakil Bupati Kudus M. Hartopo, kaum difabel intelektual juga perlu diperhatikan. Dan pihaknya sangat mengapresiasi BBRSBG Kartini yang turut andil dalam pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual di Kudus. "Orang-orang yang berjiwa sosial tinggi dan mau membantu kaum difabel memang dibutuhkan di Kudus. Mari bersama-sama memenuhi hak mereka," kata Hartopo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (13/10).
   
Selama ini, lanjut Hartopo, penyandang disabilitas intelektual ini sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. "Mari dibantu karena mereka membutuhkan bantuan banyak pihak. Jangan anggap sebelah mata karena kenyataannya mereka juga bisa membuat kerajinan tangan," ucapnya. 
 
Dalam rangka membantu pemasarannya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan daerah di Kabupaten Kudus diimbau untuk membeli produk yang dihasilkan oleh kaum difabel tersebut. Hartopo berharap, hal itu ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus dengan membuat surat edaran supaya pegawai di Pemkab Kudus bisa membeli produk mereka.

Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita, Kartini Muhardjani menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kudus yang begitu responsif terhadap kaum penyandang disabilitas intelektual. "Saya sangat bangga, pemerintah kabupaten hadir untuk penyandang disabilitas intelektual dan menyatakan komitmennya," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Sosbud | 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Megapolitan | 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

Startup | 12 Desember 2018 - 19:45 WIB

Tokopedia konformasi dapatkan kucuran dana Rp16 triliun

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:36 WIB

Kabupaten Kudus bukan penyumbang pengangguran di Jateng

Aktual Dalam Negeri | 12 Desember 2018 - 19:25 WIB

Dukung tingkatkan kesehatan masyarakat, Pertamina MOR I lakukan donor darah

Elshinta.com - Kabupaten Kudus memiliki sheltered workshop atau sanggar kerja untuk penyandang disabilitas intelektual agar kaum difabel di Kudus memiliki keterampilan yang bisa menunjang kemandirian hidup.

Peresmian Sheltered Workshop Peduli Mugi Berkah Kudus di aula Balai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (12/10) kemarin dihadiri Wakil Bupati Kudus Hartopo dan Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung Muhardjani.

Menurut Wakil Bupati Kudus M. Hartopo, kaum difabel intelektual juga perlu diperhatikan. Dan pihaknya sangat mengapresiasi BBRSBG Kartini yang turut andil dalam pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual di Kudus. "Orang-orang yang berjiwa sosial tinggi dan mau membantu kaum difabel memang dibutuhkan di Kudus. Mari bersama-sama memenuhi hak mereka," kata Hartopo, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Sabtu (13/10).
   
Selama ini, lanjut Hartopo, penyandang disabilitas intelektual ini sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. "Mari dibantu karena mereka membutuhkan bantuan banyak pihak. Jangan anggap sebelah mata karena kenyataannya mereka juga bisa membuat kerajinan tangan," ucapnya. 
 
Dalam rangka membantu pemasarannya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan daerah di Kabupaten Kudus diimbau untuk membeli produk yang dihasilkan oleh kaum difabel tersebut. Hartopo berharap, hal itu ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus dengan membuat surat edaran supaya pegawai di Pemkab Kudus bisa membeli produk mereka.

Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita, Kartini Muhardjani menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kudus yang begitu responsif terhadap kaum penyandang disabilitas intelektual. "Saya sangat bangga, pemerintah kabupaten hadir untuk penyandang disabilitas intelektual dan menyatakan komitmennya," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Mohon maaf bagaimana cara mengikuti difabel
Mohon maaf bagaimana cara mengikuti difabel
loading...

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:17 WIB

Kemenag sediakan master Al Quran gratis

Rabu, 12 Desember 2018 - 20:07 WIB

Poligami celah lakukan korupsi

Rabu, 12 Desember 2018 - 19:58 WIB

Polisi segera jawab temuan Ombudsman terkait Novel

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com